Posts made by Ahmad Aqil Al Falah Aqil

Nama : Ahmad Aqil Al Falah
NPM : 2255061018
Kelas : PSTI A

ANALISIS VIDEO IDENTITAS DAN INTEGRASI NASIONAL


Identitas nasional adalah hasil dari gabungan dari berbagai budaya yang berbeda yang membentuk sebuah kesatuan. Identitas nasional Indonesia tercermin dalam Pancasila, yang merupakan hakikat dari bangsa Indonesia dan tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Unsur identitas nasional meliputi suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa.

Identitas Indonesia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Identitas fundamental (Pancasila),
2. Identitas instrumental (UUD 1945),
3. Identitas alamiah (pulau).

Integrasi nasional adalah proses penyesuaian terhadap unsur-unsur identitas nasional yang memiliki keserasian fungsi. Faktor pendorong integrasi nasional meliputi:sejarah bangsa Indonesia, keinginan untuk menyatukan, rasa rela berkorban, dan kesepakatan nasional berupa UUD 1945 dan Pancasila. Namun, terdapat juga faktor penghambat seperti heterogenitas atau keberagaman, etnosentrisme, ketidakadilan, dan gangguan luar.

Ada dua bentuk integrasi nasional, yaitu asimilasi dan akulturasi.
1. Asimilasi adalah pembauran budaya dalam negeri dengan budaya luar negeri,.
2. Akulturasi adalah penerimaan sebagian unsur asing tanpa menghilangkan unsur dalam negeri.
Nama : Ahmad Aqil Al Falah
NPM : 2255061018
Kelas : PSTI A

ANALISIS JURNAL


Budaya tradisional sering dianggap sebagai sesuatu yang memiliki makna yang mendalam, mengusung nilai-nilai kearifan, kelestarian, dan kebaikan. Namun, di tengah perubahan dunia yang disebabkan oleh kapitalisme, modernisme, dan globalisasi, konflik antara budaya tradisional dan modern tidak dapat dihindari. Meskipun terdapat fakta bahwa unsur-unsur tradisional dan modern dapat disinkronkan dan diadaptasi, namun keduanya masih mengalami benturan.

Seperti yang telah diperkirakan oleh para pakar bahwa di era global saat ini, isu kebudayaan, agama, etnis, gender, dan gaya hidup akan menjadi lebih penting daripada isu konflik ekonomi yang terjadi pada masa industri. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan munculnya penolakan terhadap homogenitas budaya global atau kebudayaan asing, sehingga banyak orang yang ingin menegaskan keunikan budaya dan bahasa mereka sendiri. Dalam konteks ini, kearifan lokal menjadi sangat penting dalam memperkuat jati diri atau identitas budaya suatu kelompok etnis atau bangsa.

Di era globalisasi saat ini, penguatan jati diri suatu kelompok etnis atau bangsa sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk menghindari kelompok tersebut tercerabut dari akar budaya yang diwariskan oleh para pendahulu mereka di tengah-tengah kecenderungan homogenitas budaya yang terjadi akibat globalisasi. Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural sejak awal berdirinya telah menghadapi masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, dan tirani minoritas di berbagai wilayah di Indonesia telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah, yang cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan.

Namun, seringkali tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun makro muncul, bahkan menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara. Kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak dalam persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata. Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara horizontal.
Nama : Ahmad Aqil Al Falah
NPM : 2255061018
KELAS : PSTI A

ANALISIS VIDEO "IDENTITAS NASIONAL"


Definisi identitas nasional berasal dari gabungan kata "identitas" dan "nasional".
Identitas merujuk pada ciri-ciri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dari yang lain, sedangkan nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan seperti budaya, agama, bahasa, dan tujuan.
Identitas nasional Indonesia terbentuk dari beberapa unsur, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.

Ada tiga jenis identitas nasional Indonesia, yaitu :
1. Identitas fundamental yang terdiri dari Pancasila.
2. Identitas instrumental yang terdiri dari UUD 1945, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
3. Identitas alamiah yang meliputi Negara Kepulauan dan pluralism dalam suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional Indonesia adalah faktor objektif yang meliputi kondisi geografi-ekologis dan faktor subjektif yang meliputi faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan. Faktor-faktor ini dapat terdiri dari primordial, sakral, tokoh, sejarah, dan prinsip "Bhinneka Tunggal Ika".

Identitas nasional memiliki tujuan dan fungsi yang penting dalam kehidupan suatu bangsa, yaitu sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai pembeda dengan bangsa lainnya, merupakan landasan negara, identitas negara itu sendiri, dan nilai potensi bangsa. Identitas nasional juga memainkan peran penting sebagai bahan atau objek dalam integrasi nasional, pengontrol sumber daya ekonomi, penanda ikatan solidaritas, dan definisi teritorial.

Dapat disimpulkan, identitas nasional Indonesia dibentuk oleh berbagai faktor dan memiliki peran yang penting dalam kehidupan suatu bangsa. Identitas nasional harus dijaga dan dihormati sebagai bagian dari keberagaman dan kesatuan bangsa Indonesia.