Posts made by Haikal Algivari

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Haikal Algivari -
NAMA: HAIKAL ALGIVARI
NPM: 2215061093
KELAS: PSTI A
PRODI: S1 TEKNIK INFORMATIKA
Analisis Jurnal "SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)"

Artikel tersebut membahasa tentang bela negara yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Bela negara merupakan suatu pertahanan negara yang dapat dilakukan oleh seluruh warga negara. Bela negara bersifat wajib, sehingga warga negara dituntut untuk dapat melakukan bela negara agar dapat mempertahankan negara dari ancaman-ancaman yang ada. Tidak terkecuali di saat pandemi COVID-19 melanda. Bahkan pandemi ini sendiri juga merupakan salah satu ancaman global yang dapat mengganggu dan menghambat jalannya negara, tidak hanya Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia.

Dengan begitu, diperlukan bela negara yang dilakukan oleh setiap warga negara untuk dapat memberantas pandemi tersebut. Selama ini mungkin kita hanya berpikir bahwa bela negara itu yang berhubungan dengan peperangan, berhubungan dengan ancaman negara secara langsung. Namun nyatanya banyak bentuk bela negara yang dapat dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat. Pandemi COVID-19 dapat kita sebut ancaman negara dikarenakan ini merupakan ancaman yang menyangkut kepentingan banyak orang di suatu negara. Kita harus sama-sama sadar bahwa pandemi ini tidak hanya merugikan diri kita sendiri, namun juga orang lain. Sehingga untuk mencegahnya, diperlukan seluruh lapisan masyarakat agar dapat menuntaskan permasalahan bersama ini.

Adapun bela negara yang dapat dilakukan ialah taat terhadap segala kebijakan pemerintah yang menyangkut pandemi ini. Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari pandemi tersebut. Walaupun terkadang memang kebijakan tersebut kontroversial, namun kita memang tidak punya pilihan lain untuk menuntaskan pandemi ini sehingga kita harus tetap taat terhadap kebijakan-kebijakan tersebut. Namun kita juga harus tetap kritis terhadap kebijakan yang diberlakukan terhadap masyarakatnya. Jika memang kebijakan tersebut sudah terlalu berlebihan dan sangat mengikis hak masyarakatnya, maka sebaiknya kita yang juga sebagai manusia juga berhak untuk tidak mematuhi kebijakan yang dapat merugikan tersebut. Taati kebijakan yang logis dan berpotensi menyelesaikan masalah dan jauhi kebijakan yang sangat menyeleweng dan tidak logis.

Selain itu, kita harus teliti dalam menyaring berita-berita yang muncul mengenai pandemi. Kita juga harus menjauhi hoax dan menyebarkan berita-berita yang telah terbukti kebenarannya mengenai pandemi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara masyarakat yang berpotensi menyebabkan kepanikan masal. Dengan menaati kebijakan pandemi yang logis, menjauhi berita-berita hoax, dan membagikan berita-berita yang terbukti kebenarannya mengenai pandemi, maka kita telah melakukan bela negara di tengah kondisi pandemi yang sangat rumit tersebut sehingga dapat memperkecil pengaruh ancaman pandemi di dalam negeri.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Haikal Algivari -
NAMA: HAIKAL ALGIVARI
NPM: 2215061093
KELAS: PSTI A
PRODI: S1 TEKNIK INFORMATIKA
Analisis Video "Ketahanan Nasional - Pendidikan Kewarkanegaraan"

Ketahanan nasional merupakan keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Setiap bangsa pasti akan menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan berasal dari lawan-lawan bangsa tersebut. Lawan-lawan tersebut dapat menyerang secara langsung (dengan perang) dan tidak langsung (menyerang secara berangsur-angsur seperti monopoli perdagangan yang tidak kita sadari dilakukan oleh lawan). Lawan-lawan tersebut berasal dari luar (pihak asing) dan dalam (pihak separatis dan teroris yang berasa dari dalam negeri).

Ancaman-ancaman tersebut jika dibiarkan, maka dapat menghancurkan/melenyapkan integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan perjuangan untuk mencapai tujuan nasional. Ancaman-ancaman tersebut dapat berupa ancaman unsur Tri Gatra, yaitu:
1. Lokasi dan posisi geografis
2. Keadaan dan kekayaan alam
3. Kemampuan penduduk

Selain itu, ancaman tersebut juga dapat berupa ancaman unsur Panca Gatra, yaitu:
1. Ideologi
2. Politik
3. Ekonomi
4. Sosial Budaya
5. Pertahanan dan Keamanan

Untuk dapat mencegah ancaman-ancaman tersebut agar tidak menghancurkan bangsa kita, maka diperlukan ketahanan nasional agar dapat bertahan dari segala ancaman yang datang. Untuk mencegah ancaman unsur Tri Gatra, maka dapat dilakukan perwujudan aspek alamiah (Tri Gatra), yaitu sebagai berikut.
1. Peningkatan potensi laut dan darat serta dapat berdiplomasi dengan negara tetangan.
2. Kesadaran nasional terhadap pemanfaatan kekayaan alam yang ada pada negeri.
3. Meningkatkan pendidikan agar dapat meningkatkan keadaan dan kemampuan penduduk dalam menghadapi penduduk asing.

Selain itu, untuk mencegah ancaman unsur Panca Gatra, maka dapat dilakukan perwujudan aspek sosial (Panca Gatra), yaitu sebagai berikut.
1. Ideologi: Rangkaian nilai dapat menampung aspirasi.
2. Politik: Adanya demokrasi yang dapat menyeimbangkan antara input dan output.
3. Ekonomi: Meningkatkan sarana, modal, TK, dan teknologi agar dapat menunjang ekonomi di dalam negeri.
4. Sosial Budaya: Selalu menjaga tradisi dan meningkatkan pendidikan serta kepimimpinan setiap individunya.
5. Pertahanan dan Keamanan: Harus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman yang ada sehingga masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam pertahanan dan keamanan nasional.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Haikal Algivari -
NAMA: HAIKAL ALGIVARI
NPM: 2215061093
KELAS: PSTI A
PRODI: TEKNIK INFORMATIKA
Analisis Artikel "Awan gelap untuk HAM di Indonesia"

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Menurut saya, isi artikel tersebut berisi tentang kinerja HAM di Indonesia selama tahun 2019. Pada artikel tersebut, disebutkan bahwa kondisi penegakan HAM di Indonesia pada saat itu masih sangat buruk. Menurut Usman Hamid, tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Sedangkan menurut Asmin Fransiska, ia sepakat atas temuan berbagai lembaga mengenai buruknya HAM di Indonesia. Dua dekade pelembagaan pengadilan HAM melalui undang-undang tidak kunjung berhasil mengadili penjahat HAM. Namun walaupun begitu, kondisi HAM di Indonesia tidak serta-merta buruk, terdapat juga beberapa perkembangan yang diharapkan dapat harapan bagi penegakan HAM di Indonesia. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Selain itu, kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara memberikan harapan agar kekuasaan tersebut tidak menjadi absolut dan dapat berjalan sesuai dengan nilai Pancasila dan demokrasi.
Hal positif yang saya dapatkan yaitu berupa harapan terkait penegakan HAM di Indonesa. Kita harus terus melakukan perkembangan terkait dengan penegakan HAM di Indonesia agar dapat mengurangi kasus-kasus pelanggaran HAM sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang damai dan HAM setiap orang yang berada di Indonesai dapat terjaga dengan baik.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Menurut saya, demokrasi Indonesia sangat melekat dengan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesai memiliki nilai-nilai seperti kekeluargaan dan kebersamaan yang sangat melekat pada diri tiap warga Indonesia karena hal tersebut telah menjadi adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut dapat dipergunakan sebagai suatu cara/proses untuk mencapai suatu demokrasi. Kita tahu bahwa demokrasi suatu sistem dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dengan kekeluargaan dan kebersamaan, hal tersebut dapat dicapai karena menyangkut berbagai macam lapis masyarakat sehingga tujuan dapat dicapai dan dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat.
Menurut saya, prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa itu berarti demokrasi tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, tidak terkecuali siapapun itu. Kita tahu bahwa salah satu masalah demokrasi dalam bangsa ini ialah masih adanya ketidakadilan demokrasi bagi mereka yang memeluk agama yang minoritas. Pemeluk agama mayoritas merasa mereka lebih banyak sehingga merasa bahwa mereka layak mendapat hak lebih, bahkan sampai menganggu pemeluk agama lain. Padahal, demokrasi harus berdasar pada prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga walaupun berbeda agama, selama masih percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa, maka hak mereka semuanya sama, tidak ada yang boleh mengganggu, tidak ada yang boleh direbut haknya.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini, apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Menurut saya, seperti isi dari artikel, demokrasi dan penegakan HAM masih sangat buruk. Pelanggaran HAM hanya dianggap seperti hal-hal yang berkaitan dengan tindakan menghilangkan nyawa manusia atau menyakiti manusia. Namun dalam hal perampasan hak-hak seperti korupsi dan tindakan pidana lainnya masih saja banyak dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, padahal hal-hal tersebut juga termasuk dalam pelanggaran HAM. Mereka rela melakukan apapun demi kepentingannya sendiri selama tidak menyakiti atau membunuh. Selain itu, penegak hukum juga masih kurang tegas dalam melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum. Ini membuat demokrasi dan penegakan HAM masih tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Menurut saya, oknum-oknum tersebut tidak memiliki hati nurani. Mereka menjanjikan suatu hal dengan mengatasnamakan suara rakyat, padahal apa yang dilakukan sebenarnya malah tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat. Menganggap apa yang mereka lakukan merupakan hal terbaik untuk rakyat, padahal suara rakyat saja tidak didengar. Mereka rela melakukannya demi kepentingan mereka sendiri. Untuk itu kita harus pintar dalam memilih anggota parlemen yang benar-benar bekerja untuk rakyat, sesuai dengan nilai demokrasi dan Pancasila.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa ini?
Dalam konteks demokrasi, hak asasi manusia menjadi dasar bagi sistem pemerintahan yang berlandaskan keadilan, kebebasan, dan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pemerintah demokratis diharapkan menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia setiap warga negara, serta mencegah diskriminasi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran hak-hak tersebut.
Melalui penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, yang tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas merupakan pelanggaran HAM dan nilai demokrasi yang sangat berat. Mereka mempermainkan tidak hanya mempermainkan nyawa manusia, namun juga hati masyarakatnya sehingga dapat mereka kontrol sesuka hati. Tentu mereka melakukan hal tersebut untuk tujuan dan kepentingan mereka sendiri. Kita ambil saja Hitler sebagai contoh. Ia mengatasnamakan ras Arya, yaitu ras asli Jerman untuk dapat melakukan penyerangan terhadap berbagai negara di dunia. Menjadikan warga-warganya yang loyal sebagai prajurit yang siap mati ketika diperintah olehnya, bahkan beberapa masih ada yang berada di bawah umur sehingga ia mendoktrinnya dengan paham-pahamnya yang tidak masuk akal tersebut. Semua itu dilakukan demi memperoleh kekuasaan sepenuhnya di atas dunia ini. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan demokrasi di mana kekuasaan yang harusnya dipegang oleh rakyat sendiri, bukan malah diperintah oleh seorang yang haus akan kekuasaan. Dan juga sangat bertentangan dengan HAM karena rela memainkan hati dan nyawa manusia selayaknya umpan dan tumbal, menjadikannya tokoh yang begitu kejam dan sangat tidak diharapkan ada di dunia ini.