Kiriman dibuat oleh Jena Feronika

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Jena Feronika -
Nama : Jena Feronika
NPM : 2215061037
Kelas : PSTI-A
Analisis Video

IDENTITAS NASIONAL

Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.

Unsur-Unsur Pembentukan Identitas Negara :
- Suku bangsa
- Agama
- Kebudayaan
- Bahasa

Unsur unsur idntitas nasional dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian :
1. Identitas fundamental yaitu Pancasila merupakan falsafah bangsa, dasar negara, dan ideologi negara
2. Identitas instrumental yaitu UUD 1945 dan tata perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”
3. Identitas Alamiah meliputi negara kepulauan dan pluralisme dalam suku.

Faktor Pembentukan Identitas Nasional :
- Faktor Objektif meliputi faktor geografis, ekologis dan demografis yang memebentuk Indonesia menjadi negara kepulauan.
- Faktor subjektif yaitu faktor historis, sosial, polituk dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

4 faktor penting mengenai munculnya identitas nasional menurut Robert de Vontes :
1. Faktor primer, mencakup etnisitas, territorial, Bahasa,agama, dsb
2. Faktor pendorong, mencakup pembangunan komunikasi dan teknologi, Angkatan bersenjata, dsb
3. Faktor penarik, mencakup kodifikasi Bahasa, tumbuhnya birokrasi, dan pemantauan system Pendidikan nasional.
4. Faktor reaktif menackup penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan Identitas Nasional bangsa Indonesia :
1. Primordial ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa, daerah, Bahasa, dan adat istiadat.
2. Sakral, kesamaan agama yang dianut oleh masyarakat dan ikatan ideologi yg kuat.
3. Tokoh, pemimpin yang disegani dan dihormati.
4. Sejarah, pengalaman masalalu yang sama seperti penindasan, penjajahan.
5. Bhineka Tunggal Ika, prinsip Bersatu dalam perbedaan.

Tujuan dan Fungsi Identitas Nasional
- Sebagai alat pemersatu bangsa
- Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
Peran Identitas Nasional
- Sebagai alat atau objek dalam integrasi nasional
- Pengontrol sumber daya ekonomi
- Penanda ikatan solidaritas
- Menjadi definisi territorial

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Jena Feronika -
Nama : Jena Feronika
NPM : 2215061037
Kekas : PSTI A
Analisis Jurnal

Urgensi Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani 

Pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi saat ini diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara. 

Dengan ini diharapkan akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat transfer pembelajaran (proses pembelajaran), transfer nilai (proses pengejawantahan nilai-nilai) dan transfer prinsip (proses menjual prinsip-prinsip) demokrasi, HAM dan masyarakat madani dalam kehidupan nyata. Demokrasi dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu demokrasi langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung adalah demokrasi yang secara langsung melibatkan rakyat untuk pengambilan keputusan suatu negara. Dalam demokrasi langsung, rakyat secara langsung berpartisipasi dalam pemilihan umum dan menyampaikan kehendaknya. Sedangkan demokrasi tidak langsung adalah demokrasi yang secara tidak langsung melibatkan rakyat suatu negara dalam pengambilan keputusan.

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang sangat penting dalam mendidik karakter bangsa Indonesia untuk menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis dan beradab dimana mereka menyadari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia (global society) di era modern saat ini.
Selain itu Pendidikan Kewarganegaraan
dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai
dan prinsip yang bersumber dari luar dan
khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia,
yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah
sintesis kreatif yang dibutuhkan Indonesia
sebagai sebuah negara demokrasi baru yang
bersendikan pada Pancasila.