Kiriman dibuat oleh Putu Dewi Andriani

Nama : Putu Dewi Andriani
NPM : 2215061033
Kelas : PSTI A

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
tanggapan saya berdasarkan artikel “Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya” Penyelesaian konflik melibatkan pasang surut serta upaya kooperatif oleh berbagai orang dan pihak. Dan dari artikel tersebut, hal positif yang dapat saya ambil adalah adanya upaya penyelesaian oleh pemerintah Indonesia dan Timor Leste, serta peran aktif masyarakat dan organisasi lokal dalam meningkatkan perdamaian di daerah tersebut. Lebih lanjut, pasal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa konflik bersama dalam hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste dapat menghasilkan penyelesaian damai.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
ika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, maka mungkin akan terjadi pengecilan ruang lingkup pandangan dan perspektif nasional, sehingga sulit untuk membangun kesatuan dan solidaritas di antara berbagai kelompok etnis dan daerah. Selain itu, mungkin akan terjadi perbedaan prioritas dan penekanan terhadap kepentingan daerah yang berbeda-beda, yang dapat mengarah pada konflik dan ketidakstabilan politik. konsepsi Wawasan Nusantara sangat penting bagi keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. Konsepsi ini dapat membantu mengintegrasikan berbagai kelompok etnis dan daerah di seluruh wilayah Indonesia, menjaga keutuhan wilayah Indonesia, dan memajukan kepentingan nasional secara merata di seluruh nusantara.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
menurut saya penanganan konflik dengan cara mempromosikan kesadaran nasional yang kuat, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghargai keragaman budaya dan adat istiadat yang ada di Indonesia sangatlah efektif. Dalam konteks mencegah konflik antar daerah, konsepsi Wawasan Nusantara mengedepankan prinsip bahwa seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi yang sama pentingnya untuk memajukan bangsa Indonesia.
Nama : Putu Dewi Andriani
NPM : 2215061033
Kelas : PSTI A

analisis vidio, Geopolitik Indonesia

Geopolitik berasal dari kata “ego” atau bumi dan politik yang berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan–pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional. Geopolitik adalah doktrin negara yang menitikberatkan soal-soal strategi perbatasan dan merupakan landasan bagi tindakan politik. Teori geopolitik ini menganut konsep “konsep kekuatan” dan mencetuskan Wawasan Benua, yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan: barang siapa menguasai “Daerah Jantung”, yaitu Eurasia (Eropa dan Asia), ia akan dapat menguasai “Pulau Dunia”, yaitu Eropa, Asia dan Afrika yang akhirnya dapat menguasai dunia(Suradinata, 2001b). Ilmu Geopolitik adalah pengetahuan yang mempelajari tentang potensi, yang dimiliki oleh suatu bangsa, atas dasar jati dirinya dan merupakan kekuatan, serta kemampuan untuk Ketahanan Nasional. Pada hakikatnya geopolitik mengajarkan agar dapat selalu diciptakan persatuan bangsa dan keutuhan wilayah NKRI, berdasarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika yaitu untuk kesetaraan, keadilan, dan kebersamaan, serta kepentingan nasional.

Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia. Sedangkan pemahaman tentang negara Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di negaranegara Barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham Barat, laut berperan sebagai “pemisah” pulau, sedangkan menurut paham Indonesia laut adalah “penghubung” sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai “Tanah Air” dan disebut Negara Kepulauan.

Macam-Macam Teori Geopolitik
1. Teori Geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori Geopolitik Karl Haushofer
4. Teori Geopolitik Halford Mackinder
5. Teori Geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori Geopolitik Guilio Douhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Faller

Pengertian Wawasan Nusantara menurut Ketetapan Prof. DR. Wan Usman (Ketua Program S-2 PKN- UI) “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”Hal tersebut disampaikan pada waktu lokakarya Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional di Lemhannas pada bulan Januari tahun 2000. Ia juga menjelaskan bahwa Wawasan Nusantara merupakan Geopolitik Indonesia.