Posts made by Putu Dewi Andriani

Nama : Putu Dewi Andriani
NPM : 2215061033
KELAS : PSTI A
PRODI : TEKNIK INFORMATIKA

SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Semangat bela negara adalah semangat patriotisme, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap negara yang mendorong individu untuk berkontribusi dalam menjaga dan memajukan kepentingan nasional. Di tengah pandemi COVID-19, semangat bela negara menjadi sangat penting dan relevan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa semangat bela negara harus ada di tengah pandemi COVID-19:

Solidaritas dan Persatuan: Semangat bela negara dapat memupuk solidaritas dan persatuan di antara seluruh elemen masyarakat. Dalam menghadapi pandemi, penting bagi setiap individu untuk saling mendukung, membantu, dan bekerja sama demi kepentingan bersama. Kepedulian Terhadap Sesama: Semangat bela negara mengajarkan pentingnya peduli terhadap kesejahteraan dan keselamatan sesama. Di tengah pandemi, sikap saling peduli dan membantu sesama adalah hal yang sangat diperlukan, baik dalam menjaga kesehatan pribadi maupun membantu mereka yang terdampak secara ekonomi dan sosial. Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan: Semangat bela negara mendorong setiap individu untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan mematuhi langkah-langkah seperti penggunaan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan, kita dapat melindungi diri sendiri dan melindungi orang lain dari penyebaran virus. Partisipasi dalam Penanggulangan: Semangat bela negara mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan pandemi. Ini bisa meliputi mendukung upaya vaksinasi, menjadi relawan dalam pengawasan dan pemantauan penyebaran virus, atau membantu dalam distribusi bantuan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Nama : Putu Dewi andriani
npm : 2215061033
kelas : PSTI A
PRODI : teknik informatika

Ketahanan nasional
adalah kemampuan suatu negara untuk melindungi kepentingan vitalnya dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan keberlanjutan negara tersebut. Ketahanan nasional melibatkan berbagai aspek, termasuk militer, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. 
-  Keamanan Nasional: Keamanan nasional melibatkan upaya untuk melindungi negara dari ancaman militer atau kekerasan. Hal ini mencakup pertahanan militer, pengawasan perbatasan, perlindungan terhadap serangan teroris, dan penanggulangan konflik bersenjata.
Kedaulatan Nasional: Kedaulatan nasional mencakup kemampuan suatu negara untuk mengendalikan wilayahnya sendiri dan menentukan kebijakan dalam batas-batasnya. Ini termasuk melindungi integritas teritorial, mengelola sumber daya alam, dan menjaga kemerdekaan politik dan ekonomi
- Keamanan Ekonomi: Keamanan ekonomi melibatkan upaya untuk melindungi ekonomi negara dari ancaman seperti krisis keuangan, serangan siber, sabotase ekonomi, dan perdagangan yang tidak adil. Ini mencakup diversifikasi ekonomi, perlindungan infrastruktur kritis, dan pengembangan industri strategis.

ancaman unsur trigatra  merujuk pada ancaman-ancaman yang dihadapi oleh tiga unsur Trigatra, yaitu TNI, POLRI, dan Rakyat, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara.
Ancaman Militer: Ancaman militer melibatkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional melalui penggunaan kekuatan militer oleh negara asing atau kelompok bersenjata.
- Ancaman Terorisme: Ancaman terorisme melibatkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris dengan tujuan menciptakan ketakutan, mempengaruhi kebijakan negara, atau memicu konflik sosial. 
- Ancaman Konflik Sosial: Ancaman konflik sosial melibatkan ketegangan antar kelompok atau sekte di dalam masyarakat yang dapat memicu kekerasan atau perpecahan sosial. 
- Ancaman Narkoba dan Kejahatan Transnasional: Ancaman narkoba dan kejahatan transnasional melibatkan peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, dan kejahatan lintas batas. 
- Ancaman Cyber: Ancaman cyber melibatkan serangan terhadap infrastruktur komputer dan jaringan informasi negara, termasuk serangan siber, peretasan, pencurian data, dan penyebaran disinformasi. 

Terdapat 4 bentuk macam ancaman:
1. Langsung
2. Luar
3. Dalam
4. Tidak Langsung

Semua itu merupakan tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan terhadap bangsa Indonesia, hal tersebut akan menyerang 4 hal, yaitu:
1. Integritas
2. Identitas
3. Kelangsungan Hidup
4. Perjuangan mencapai tujuan nasional

Unsur ancaman Panca Gatra merujuk pada ancaman yang melibatkan lima aspek kehidupan nasional yang disebut sebagai Panca Gatra, yaitu Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Berikut adalah beberapa contoh unsur ancaman dalam setiap gatra tersebut:

  1. Ancaman Ideologi: Ancaman ideologi melibatkan serangan terhadap dasar-dasar ideologi negara, seperti Pancasila atau prinsip-prinsip dasar negara yang melandasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ancaman ini bisa berasal dari kelompok ekstremis atau paham radikal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

  2. Ancaman Politik: Ancaman politik melibatkan gangguan atau serangan terhadap stabilitas politik dan pemerintahan. Ini bisa mencakup konflik politik, pemberontakan, ancaman terhadap kedaulatan negara, atau upaya penggulingan pemerintah yang sah.

  3. Ancaman Ekonomi: Ancaman ekonomi melibatkan serangan atau gangguan terhadap stabilitas ekonomi negara. Ini bisa meliputi serangan terhadap infrastruktur ekonomi, serangan siber terhadap sistem keuangan, perdagangan ilegal, atau serangan terhadap sumber daya ekonomi negara.

  4. Ancaman Sosial: Ancaman sosial melibatkan ketegangan atau konflik di dalam masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban sosial dan harmoni antar kelompok. Ini bisa meliputi konflik etnis, konflik agama, kerusuhan sosial, atau konflik yang muncul dari perbedaan sosial ekonomi.

  5. Ancaman Budaya: Ancaman budaya melibatkan serangan terhadap identitas budaya, warisan budaya, atau praktik-praktik budaya yang melandasi kehidupan masyarakat. Ini bisa mencakup penghancuran atau penyalahgunaan situs-situs bersejarah, pelecehan terhadap kelompok budaya tertentu, atau upaya untuk menggantikan budaya asli dengan budaya asing.


Nama : Putu Dewi Andriani
Npm : 2215061033
Kelas : PSTI A
Prodi : Teknik Informatika

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut? Artikel tersebut menjelaskan bahwa tahun 2019 merupakan tahun yang kelam dalam penegakan HAM di Indonesia. Terdapat kemacetan dalam proses keadilan dan akuntabilitas terkait pelanggaran HAM oleh aparat keamanan. Secara umum, penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) adalah upaya untuk melindungi dan menegakkan hak-hak yang melekat pada setiap individu, tanpa diskriminasi, intervensi, atau pelanggaran dari pihak manapun, termasuk negara dan entitas swasta. Banyak negara dan organisasi internasional telah berupaya untuk meningkatkan penegakan HAM melalui kebijakan, hukum, dan kampanye advokasi. Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah peningkatan kesadaran tentang pelanggaran HAM yang terjadi atau kebutuhan untuk memperkuat perlindungan HAM. Artikel tersebut juga memberikan wawasan atau inspirasi bagi kami untuk berpartisipasi dalam tindakan yang bertujuan untuk melindungi dan menegakkan HAM.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ? Dalam konteks demokrasi Indonesia, prinsip berke-Tuhanan yang Maha Esa juga harus diimbangi dengan prinsip-prinsip demokratis lainnya, seperti kebebasan berpendapat, hak asasi manusia, keadilan, dan partisipasi politik yang inklusif. Selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi universal, nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli Indonesia harus dihormati dan dipromosikan tanpa mengorbankan hak-hak individu dan kebebasan masyarakat. Secara keseluruhan, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan pentingnya agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, dalammembangun dan memperkuat demokrasi, penting untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai adat istiadat dan budaya dengan prinsip-prinsip demokratis yang melindungi kebebasan.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?Praktik demokrasi di Indonesia saat ini adalah suatu proses yang terus berjalan dan terus berkembang. Meskipun terdapat tantangan dan permasalahan tertentu, Indonesia telah mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi yang tercantum dalam Pancasila sebagai dasar negara dan UUD NRI 1945. Secara umum, praktik demokrasi Indonesia telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945.


D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat? Representasi politik seharusnya didasarkan pada kepercayaan dan kepentingan warga negara yang diwakilinya. Praktik-praktik seperti itu dapat mencerminkan kurangnya akuntabilitas dan transparansi dalam sistem politik. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik dan menimbulkan ketidakpuasan serta ketidakadilan dalam proses pembuatan keputusan.


E. Bagaimankah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini? Dalam era demokrasi dewasa, di mana penghargaan terhadap hak asasi manusia menjadi penting, setiap individu memiliki hak inheren yang harus dihormati dan dilindungi. Hak asasi manusia mencakup hak-hak dasar seperti kehidupan, kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, dan perlakuan yang adil dan setara di hadapan hukum. Penggunaan kekuasaan kharismatik untuk memanipulasi rakyat dan mengorbankan hak asasi manusia bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang melindungi martabat dan kebebasan individu. Hal ini dapat menyebabkan penindasan, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.