Kiriman dibuat oleh Annisa Tri Hapsari

NAMA: Annisa Tri Hapsari
NPM: 2215061025
KELAS: PSTI A
PRODI: Teknik Informatika

Analisis Artikel “Semangat Bela Negara Di Tengah Pandemi COVID 19”

Bela Negara adalah suatu hal yang sangatlah positif karena semua tindakan yang kita lakukan mendapatkan manfaat terhadap diri kita dan sekitar kita. Bela Negara pun tidak memaksakan kehendak orang lain dilakukan dengan apa yang kita mampu lakukan saja tidak memaksakan apa yang kita tidak bisa kita lakukan. Serta mengandung beberapa unsur dasar Negara. Bela Negara tidak hanya bisa diilakukan denga mengangkat senjata saja bisa kita lakukan dengan taat pada semua himbauan yang pemerintah lakukan serta tidak menyebarkan berita yang hoax .bela Negara juga harus dibarengi dengan pengetahuan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar tidak melakukan yang salah dan malah membuat hal yang tidak kita inginkan. Serta sesuai dengan tujuan utama kita dalam berwaga Negara.
upaya bela negara yang dapat dilakukan dalam pandemi covid 19 yaitu mematuhi aturan dan arahan yang diberikan pemeritah yaitu seperti tidak boleh keluar rumah kecuali saat keadaaan darurat. Lalu upaya bela negara lainnya yaitu dengan menaati protokol kesehatan agar covid 19 tidak menyebar ke orang lain. Dengan kita melakukan hal ini kita dapat membela negara kita terhadap pandemi yang menyerang sehingga pemerintah dapat mengatasi pandemi tersebut. Upaya-upaya tersebut lah yang merupakan upaya dalam membela negara dalam kondisi pandemi covid 19.
NAMA: Annisa Tri Hapsari
NPM : 2215061025
KELAS: PSTI A
PRODI: Teknik Informatika

Analisis Video

Ketahanan nasional menggambarkan situasi di mana suatu negara memiliki kesiapan dan kapabilitas untuk melindungi kepentingan nasionalnya dari berbagai ancaman dan tantangan. Perwujudan ketahanan nasional meliputi dua aspek, yaitu aspek alamiah dan aspek sosial. Aspek alamiah mencakup kekayaan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan hidup, dan infrastruktur yang tangguh dan kuat. Sementara itu, aspek sosial melibatkan masyarakat yang peduli, bersatu, dan solidaritas, serta terciptanya stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri.

Ancaman terhadap ketahanan nasional dapat berasal dari unsur tri gatra, yaitu ancaman dari dalam negeri, antara lain konflik sosial, separatisme, radikalisme, dan korupsi. Ancaman dari luar negeri meliputi konflik wilayah, serangan militer, perang informasi, serta kebijakan ekonomi yang merugikan. Sementara itu, ancaman unsur manca gatra melibatkan tantangan yang bersifat global, seperti perubahan iklim, bencana alam, terorisme lintas negara, perdagangan ilegal, dan kejahatan siber. Dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, penting bagi negara untuk mengembangkan strategi yang komprehensif dan terintegrasi. Hal ini melibatkan upaya penguatan pertahanan dan keamanan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan lingkungan hidup, serta upaya diplomasi dan kerja sama internasional.

Ancaman eksternal terdiri dari konflik wilayah yang melibatkan negara lain, serangan militer dari luar, upaya perang informasi yang ditujukan untuk mempengaruhi opini publik dan kebijakan negara, serta kebijakan ekonomi yang merugikan yang dilakukan oleh negara asing. Ancaman ini bisa mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional negara yang bersangkutan.

Ancaman transnasional atau unsur manca gatra mencakup tantangan global yang melintasi batas-batas negara, seperti perubahan iklim yang dapat memicu bencana alam, terorisme yang melintasi negara-negara, perdagangan ilegal yang mencakup perdagangan manusia, narkoba, dan senjata ilegal, serta kejahatan siber yang terkait dengan serangan cyber dan pencurian data sensitif. Ancaman ini memerlukan kerjasama antarnegara dalam penanganannya karena sifatnya yang lintas batas.

Dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, penting bagi negara untuk mengembangkan strategi yang komprehensif dan terintegras untuk memperkuat ketahanan nasionalnya. Hal ini melibatkan upaya penguatan pertahanan dan keamanan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan lingkungan hidup, serta upaya diplomasi dan kerja sama internasional.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Annisa Tri Hapsari -
NAMA : Annisa Tri Hapsari
NPM : 2215061025
KELAS : PSTI A
PRODI : Teknik informatika

1. Isi artikel tersebut menyebutkan bahwa kinerja Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia masih lemah pada tahun 2019 dan menyoroti beberapa isu utama yang harus ditangani oleh pemerintah. Analisis saya terhadap artikel ini adalah memiliki beberapa aspek positif seperti langkah-langkah reformasi dan perjuangan masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-haknya. Namun, masih banyak masalah yang harus diselesaikan, seperti penghapusan pelanggaran HAM berat masa lalu, diskriminasi dan pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama. 

2. Analisis terhadap demokrasi Indonesia yang menganut nilai-nilai adat/budaya asli masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa demokrasi ini masih menghadapi tantangan dalam berpegang pada prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Seperti disebutkan dalam pasal tersebut, diskriminasi gender dan rasisme masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa harus menjadi dasar untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan membela hak asasi manusia semua warga negara. 

3. Praktek demokrasi di Indonesia saat ini tidak sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (1945) dan tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai hak asasi manusia. Seperti yang ditunjukkan oleh artikel tersebut, pelanggaran hak asasi manusia, diskriminasi dan pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama masih belum terselesaikan. Namun, adanya gerakan masyarakat dan peran masyarakat sipil memberi harapan untuk memperbaiki situasi ini di masa depan. 

4. Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri adalah kekecewaan. Seperti yang disebutkan di poin 3, peran masyarakat sipil dan gerakan mahasiswa dalam mengontrol kekuasaan negara menjadi harapan untuk memastikan bahwa anggota parlemen bekerja sesuai dengan kepentingan nyata masyarakat.

5. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dan menggerakkan loyalitas serta emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas merupakan ancaman bagi demokrasi dan hak asasi manusia. Hubungan antara praktik ini dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa ini adalah bahwa praktik tersebut dapat mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan, konflik sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Masyarakat perlu lebih sadar dan kritis terhadap informasi serta melakukan kontrol sosial terhadap pemimpin yang berkuasa untuk mengatasi permasalahan ini.