Posts made by Zabrina Talitha Anindya

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Video

by Zabrina Talitha Anindya -
Nama: Zabrina Talitha Anindya
NPM : 2215061017
Kelas: PSTI A

Iptek adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan IPTEK. Dasar ketuhanan yang maha esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan sekular dunia barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan pada cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.

1. Sila ketuhanan yang maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan

3. Sila persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam Sila Sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan

5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhan nya manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa negara, serta manusia dengan alam lingkungan nya

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal

by Zabrina Talitha Anindya -
Nama: Zabrina Talitha Anindya
Kelas : PSTI A
NPM : 2215061017

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan
Jawab : Semua permasalahan mengenai kondisi pelayanan publik dan birokrasi pemerintah hari ini salah satunya karena salah menempatkan paradigma pemerintahan. Paradigma pemerintahan yang keliru seperti itulah yang tetap dipertahankan sehingga menjadi salah satu ciri kelemahan kinerja jajaran pemerintahan sampai detik ini. Persimpangan antar etika dan paradigma pemerintahan semakin mencuat dan menghadapkan diri pada problematika etik. Paradigma pemerintahan yang seharusnya dibangun, tetapi berbalik menjadi kelemahan jajaran pemerintah yang dihadapkan dengan polemik etik, antara lain :
1. Independence, independensi harus dikedepankan untuk menunjukan posisi jajaran pemerintah maupun birokrasi, namun pada kenyataannya jajaran birokrasi tidak memiliki independensi baik struktural maupun sikap sehingga menyebabkan penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan yang melahirkan budaya korupsi dilingkaran persetan pemerintahan baik pusat maupun daerah

2. Impartialy, banyak kasus jajaran birokrasi tidak memperlakukan pelayanan secara adil dan merata tentu menguntungkan para pengguna pelayanan dengan identitas tertentu yang mencerminkan konstelasi politik, tentu hal ini menghasilkan ketidak percayaan publik pada jajaran birokrasi dan pemerintah;

3. Integrity, seyogyanya pemerintah dan jajaran birokrasi mengedepankan prinsip integritas yang tersubprinsip pada indak jujur,keadilan, ketepatan dan kecepatan pelayanan bukan malah sebaliknya, masalah ini menghasikan birokrasi yang koruptif dan tidak kredibel;

4. Transparency, dengan mengedepankan prinsip transparansi maka dapat mengidentifikasi setiap penyimpangan finansial, menekan persepsi korupsi, lemahnya kompetensi dan tindakan favoritisme terhadap kelompok politik tertentu sehingga akan melahirkan birokrasi yang kredibel;

5. Efficiency, jajaran birokrasi seringkali terjebak sikap tidak efisien dalam membelanjakan anggaran publik, dalam banyak kasus pemborosan menjadi bagian dari motivasi kerja mereka untuk melakukan perjalanan dinas, manipulasi bukti belanja dan modus lainnya untuk memperoleh keuntungan pribadi, seharusnya dalam menyusun program kerja harus ekstra hati-hati untuk menghasilkan kerja yang efisien, berkelanjutan, berintegritas, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan;

6. Profesionalism, kompetensi menjadi kunci utama mewujudkan birokrasi yang kredibilitas. Kurangnya menerapkan prinsip ekuitas, akurasi, ketekunan, dan pelayanan prima yang menjadi ciri dari bentuk profesionalitas;

7. Service mindedness, ketidak pahaman dan ketidaksadaran diri jajaran birokrasi untuk melayani kepentingan masyarakat, indikator pelayanan publik seakan tidak diindahkan, ketepatan pelayanan, kecepatan dan waktu pelayanan seringkali menjadi kendala dan menghasilkan pelayanan yang tidak memuaskan.

Banyaknya keluhan dan laporan masyarakat menyayangkan sikap aparatur pemerintah yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat seakan para birokrat menjadi momok yang menjengkelkan bagi masyarakat, lebih baik menghindar daripada berhadapan dengan para birokrat terkecuali dalam keadaan terpaksa, begitu analoginya.
Hal itu wajar menyebabkan tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap jajaran pemerintah. Tingginya ketidak percayaan masyarakat mengindikasi adanya kesalahan dalam melaksanakan paradigma pemerintah, masalah ini tentu menjadi isu krusial yang harus dibenahi oleh pemerintah dengan upaya pembenahan pengembalian fungsi dan tujuan birokrasi pemerintahan

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab : menurut saya, etika generasi muda saat ini mengalami dekandansi moral. Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Moral generasi saat ini sangat buruk sekali karena pengaruh globalisasi seperti tidak menghormati orang yang lebih tua, berkata kasar dan lain lain. Tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia karena Pancasila sebagai sistem etika mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai pancasila, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Kelima nilai tersebut membentuk perilaku manusia indonesia dalam semua aspek kehidupannya.
Upaya mengatasi dekadensi moral yaitu:

1.Pengawasan dan juga perhatian orangtua

Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik seorang anak agar tidak mengalami dekadensi moral. Hal ini dikarenakan orang tua merupakan keluarga terdekat sang anak dimana ia selalu tau keadaan sang anak dan membuat anak menjadi merasa aman dan nyaman di dalam keluarga tersebut

2.Memberikan pendidikan karakter

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang sangat penting untuk diterapkan pada saat ini dimana zaman sudah modern dan juga pengaruh globalisasi membuat semua budaya asing dapat masuk ke indonesia dengan mudah dan apabila tidak melakukan pendidikan karakter maka budaya asing tersebut akan merusak karakter kita. Pendidikan karakter akan lebih baik jika dilakukan pada waktu anak usia dini dimana itu adalah awal dari tumbuh kembang sang anak sehingga akan mudah dalam melakukan pendidikan karakter.

3.Penegakan hukum

Penegakan hukum juga merupakan hal penting dalam dekadensi moral. Hal ini dapat dilihat bahwa pada akhir- akhir ini di indonesia penegakan hukum sudah tidak lagi seperti dulu dimana orang yang memiliki kekuasaan tinggi maka ia dengan mudah membeli hukum sedangkan rakyat kecil tidak bisa bertindak apa- apa

4.Meningkatkan pendidikan moral dan agama

Pendidikan agama sangat penting dilakukan pada anak usia dini dimana di dalam agama terdapat nilai moral bagi manusia sehingga pada saat remaja akan mencegah adanya dekadensi moral

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal

by Zabrina Talitha Anindya -
Nama: Zabrina Talitha Anindya
Kelas : PSTI A
NPM : 2215061017

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan
Jawab : Semua permasalahan mengenai kondisi pelayanan publik dan birokrasi pemerintah hari ini salah satunya karena salah menempatkan paradigma pemerintahan. Paradigma pemerintahan yang keliru seperti itulah yang tetap dipertahankan sehingga menjadi salah satu ciri kelemahan kinerja jajaran pemerintahan sampai detik ini. Persimpangan antar etika dan paradigma pemerintahan semakin mencuat dan menghadapkan diri pada problematika etik. Paradigma pemerintahan yang seharusnya dibangun, tetapi berbalik menjadi kelemahan jajaran pemerintah yang dihadapkan dengan polemik etik, antara lain :
1. Independence, independensi harus dikedepankan untuk menunjukan posisi jajaran pemerintah maupun birokrasi, namun pada kenyataannya jajaran birokrasi tidak memiliki independensi baik struktural maupun sikap sehingga menyebabkan penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan yang melahirkan budaya korupsi dilingkaran persetan pemerintahan baik pusat maupun daerah

2. Impartialy, banyak kasus jajaran birokrasi tidak memperlakukan pelayanan secara adil dan merata tentu menguntungkan para pengguna pelayanan dengan identitas tertentu yang mencerminkan konstelasi politik, tentu hal ini menghasilkan ketidak percayaan publik pada jajaran birokrasi dan pemerintah;

3. Integrity, seyogyanya pemerintah dan jajaran birokrasi mengedepankan prinsip integritas yang tersubprinsip pada indak jujur,keadilan, ketepatan dan kecepatan pelayanan bukan malah sebaliknya, masalah ini menghasikan birokrasi yang koruptif dan tidak kredibel;

4. Transparency, dengan mengedepankan prinsip transparansi maka dapat mengidentifikasi setiap penyimpangan finansial, menekan persepsi korupsi, lemahnya kompetensi dan tindakan favoritisme terhadap kelompok politik tertentu sehingga akan melahirkan birokrasi yang kredibel;

5. Efficiency, jajaran birokrasi seringkali terjebak sikap tidak efisien dalam membelanjakan anggaran publik, dalam banyak kasus pemborosan menjadi bagian dari motivasi kerja mereka untuk melakukan perjalanan dinas, manipulasi bukti belanja dan modus lainnya untuk memperoleh keuntungan pribadi, seharusnya dalam menyusun program kerja harus ekstra hati-hati untuk menghasilkan kerja yang efisien, berkelanjutan, berintegritas, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan;

6. Profesionalism, kompetensi menjadi kunci utama mewujudkan birokrasi yang kredibilitas. Kurangnya menerapkan prinsip ekuitas, akurasi, ketekunan, dan pelayanan prima yang menjadi ciri dari bentuk profesionalitas;

7. Service mindedness, ketidak pahaman dan ketidaksadaran diri jajaran birokrasi untuk melayani kepentingan masyarakat, indikator pelayanan publik seakan tidak diindahkan, ketepatan pelayanan, kecepatan dan waktu pelayanan seringkali menjadi kendala dan menghasilkan pelayanan yang tidak memuaskan.

Banyaknya keluhan dan laporan masyarakat menyayangkan sikap aparatur pemerintah yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat seakan para birokrat menjadi momok yang menjengkelkan bagi masyarakat, lebih baik menghindar daripada berhadapan dengan para birokrat terkecuali dalam keadaan terpaksa, begitu analoginya.
Hal itu wajar menyebabkan tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap jajaran pemerintah. Tingginya ketidak percayaan masyarakat mengindikasi adanya kesalahan dalam melaksanakan paradigma pemerintah, masalah ini tentu menjadi isu krusial yang harus dibenahi oleh pemerintah dengan upaya pembenahan pengembalian fungsi dan tujuan birokrasi pemerintahan

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab : menurut saya, etika generasi muda saat ini mengalami dekandansi moral. Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Moral generasi saat ini sangat buruk sekali karena pengaruh globalisasi seperti tidak menghormati orang yang lebih tua, berkata kasar dan lain lain. Tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia karena Pancasila sebagai sistem etika mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai pancasila, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Kelima nilai tersebut membentuk perilaku manusia indonesia dalam semua aspek kehidupannya.
Upaya mengatasi dekadensi moral yaitu:

1.Pengawasan dan juga perhatian orangtua

Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik seorang anak agar tidak mengalami dekadensi moral. Hal ini dikarenakan orang tua merupakan keluarga terdekat sang anak dimana ia selalu tau keadaan sang anak dan membuat anak menjadi merasa aman dan nyaman di dalam keluarga tersebut

2.Memberikan pendidikan karakter

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang sangat penting untuk diterapkan pada saat ini dimana zaman sudah modern dan juga pengaruh globalisasi membuat semua budaya asing dapat masuk ke indonesia dengan mudah dan apabila tidak melakukan pendidikan karakter maka budaya asing tersebut akan merusak karakter kita. Pendidikan karakter akan lebih baik jika dilakukan pada waktu anak usia dini dimana itu adalah awal dari tumbuh kembang sang anak sehingga akan mudah dalam melakukan pendidikan karakter.

3.Penegakan hukum

Penegakan hukum juga merupakan hal penting dalam dekadensi moral. Hal ini dapat dilihat bahwa pada akhir- akhir ini di indonesia penegakan hukum sudah tidak lagi seperti dulu dimana orang yang memiliki kekuasaan tinggi maka ia dengan mudah membeli hukum sedangkan rakyat kecil tidak bisa bertindak apa- apa

4.Meningkatkan pendidikan moral dan agama

Pendidikan agama sangat penting dilakukan pada anak usia dini dimana di dalam agama terdapat nilai moral bagi manusia sehingga pada saat remaja akan mencegah adanya dekadensi moral
Zabrina Talitha Anindya
2215061017
PSTI A

Tanggapan saya :
Artikel ini berjudul tentang implementasi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila adalah dasar negara dan ideologi nasional. Nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Implementasi Pancasila dapat menjadi media dan sarana interaksi yang efektif, guna merumuskan konsep sosialisasi dan dalam kehidupan berbangsa dan negara.
Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Metode ini dipilih karena pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Pancasila sebagai dasar negara artinya sebagai pondasi negara dan pegangan bangsa yang kuat sehingga bangsa Indonesia memiliki ideologi sendiri dan mampu berdiri menjadi bangsa yang kokoh tanpa dipengaruhi oleh bangsa bangsa lain. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sesuai dengan yang tersusun dalam UUD 1945 alinea ke 4. Pasal pada dalam UUD 1945 menggariskan ketentuan yang menunjukkan fungsi Pancasila dalam proses pelaksanaan kehidupan bernegara. Mengartikan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa merupakan upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Secara kultural dasar pemikiran tentang Pancasila muncul pada nilai kebudayaan dan nilai religius yang dimiliki Indonesia sendiri.