Kiriman dibuat oleh Intan Aulia Anbaku Kunda

Nama: INTAN AULIA ANBAKU KUNDA
NPM : 2215061121
Kelas : PSTI A

POSTTES PERTEMUAN 3
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

i. Judul: "Integrasi Naional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia"
ii. Author: Agus Maladi Irianto

iii. Analisis isi:
Jurnal ini ditulis untuk mendiskusikan tantangan Indonesia untuk menentukan konsep integrasi nasional untuk menangkal etnosentrisme, religiusisme, dan politikalisme. Melalui sejumlah pengalaman yang timbul sejak masa proklamasi Indonesia, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional. Indonesia telah dikenal sebagai suatu bangsa plural yang terdiri dari ratusan pulau, bahasa, dan sukubangsa. Namun unsur tersebut dianggap sebagai bentuk gerakan politik yang lebih menekankan identitas kedaerahan dan dianggap sebagai musuh terciptanya stabilitas bangsa. Untuk itu, pemerintah pada masa orde baru lebih menekankan pada persoalan stabilitas pembangunan, cenderung tidak memberi ruang adanya politik identitas.

Identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat saat melihat diri sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka. Identitas tersebut bergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta cara menyikapi keadaan dan peran yang dijalankan. Identitas tersebut akan terbentuk berdasarkan kemauan diri sendiri, juga bergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi di sekitar yang mengharuskan seseorang meresponsnya. Integrasi nasional merupakan suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia.

iv. Evaluasi: Integrasi nasional solusi untuk menghadapi konflik yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Baik antar-etnik, antar-daerah, antar-agama, antar-partai politik, dan lain-lain tidak akan terjadi apabila masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah normalitas.
Nama: INTAN AULIA ANBAKU KUNDA
NPM : 2215061121
Kelas : PSTI A

POSTTEST PERTEMUAN 2
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegagraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

i. Judul: "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa"
ii. Author: Ida Bagus Brata

iii. Analisis isi:
Jurnal tersebut ditulis untuk mengkaji permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi. Seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan pasca reformasi yang dapat memicu permasalahan krusial, dapat mengakibatkan terancamnya keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui revolusi sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik di Indonesia yang memiliki keragaman sehingga dasar dilakukannya pemahaman budaya tak lain karena motto "Bhinneka Tunggal Ika". Pentingnya memupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan Indonesia sangat berkaitan dengan dasar tersebut. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tiada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis menurut pandangan kultural. Bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, hayati, dan keanekaragaman sosiokultural yang merupakan modal dasar untuk dikelola demi kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan dapat mengembangkan identitas Indonesia dan menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan.

iv. Evaluasi: Era globalisasi saat ini memunculkan upaya membangkitkan kembali dan mengembangkan adat istiadat, juga peran lembaga-lembaga adat. Nilai budaya lokal tersebut merupakan wujud nyata revitalitasi budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.
Nama: INTAN AULIA ANBAKU KUNDA
NPM : 2215061121
Kelas : PSTI A

PRETEST PERTEMUAN 3
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegagraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

i. Judul: "Kewarganegaraan 1 - Identitas dan Integrasi Nasional"
ii. Author: Fajar Kurniawan

iii. Analisis isi:
a. Identitas Nasional aadalah suatu kumpulan budaya yang berkembang di Indonesia di berbeagai aspek kehidupan. Hakikatnya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah Pancasila sebagai aktualisasi yang tercermin dalam penataan kehidupan dalam artian yang luas. Hal-hal yang termasuk unsur identitas nasional bangsa Indonesia antara lain:
- Suku bangsa
- Agama
- Budaya
- Bahasa

Identitas nasional Indonesia terbagi menjadi 3 bagian, yang terdiri dari:
- Identitas fundamental (Pancasila)
- Identitas instrumental (UUD 1945)
- Identitas alamiah (kepulauan dan pluarlisme dalam suku, budaya, dan bahasa)

b. Integrasi Nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda yang terdiri dari banyak unsur berbeda yang memiliki keserasian fungsi.
Faktor pendorong integrasi nasional antara lain:
- Sejarah Indonesia
- Keinginan bersatu
- Cinta tanah air
- Rela berkorban
- Konsensus nasional

Faktor penghambat integrasi nasional, antara lain:
- Terlalu banyaknya suku bangsa di Indonesia (heterogen)
- Etnosentrisme (fanatisme terhadap suku yang berlebihan)
- Ketimpangan atau ketidakadilan yang dirasakan sekelompok masyarakat
- Gangguan luar negeri yang masuk ke dalam negeri

Bentuk intergrasi nasional, misalnya:
- Asimilasi (pembangunan kebudayaan yang disertai ciri kebudayaan)
- Akulturasi (penggunaan unsur asing tanpa meninggalkan unsur aslinya)

Definisi integrasi menurut Myron Weiner:
- Penyatuan kelompok bangsa
- Pembentukan wewenang kekuasaan
- Menghubungkan pemerintah dan yang diperintah
- Konsensus terhadap nilai
- Perilaku yang terintegrasi

iv. Evaluasi: Identitas nasional merupakan ciri khas yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain yang terdiri dari berbagai unsur dan bagian. Sedangkan integrasi nasional adalah bagaimana unsur-unsur identitas tersebut menyesuaikan diri menjadi satu kesatuan melalui adanya faktor pendorong yang membentuk integrasi nasional.
Nama: INTAN AULIA ANBAKU KUNDA
NPM : 2215061121
Kelas : PSTI A

PRETEST PERTEMUAN 2
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegagraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

i. Judul: "Pertemuan 2: Materi Identitas Nasional"
ii. Author: Dayu Rika Perdana

iii. Analisis isi:
Kata 'identitas' berrarti tanda-tanda, ciri-ciri, atau jati diri yang melekat pada seseorang dan membuatnya berbeda dengan hal lain, sedangkan 'nasional' menggambarkan kelompok yang lebih besar dan diikat oleh suatu kesamaan. Oleh karena itu, identitas nasional adalah sebuah ciri yang dimiliki suatu bangsa yang membedakannnya dengan bangsa lain. Adapun unsur-unsur pembentukan negara, antara lain:
- Suku Bangsa
- Agama
- Budaya
- Bahasa

Melalui unsur-untsur tersebut, identitas nasional terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
- Identitas Fundamental, yakni Pancasila merupakan falsafah bangsa, dasar negara, dan ideologi negara
- Identitas Instrumental, yakni UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
- Identitas Alamiah yang meliputi negara kepulauan dan pluralisme dalam suku, bangsa, budaya, bahasa, agama, dan kepercayaan

Terciptanya Negara Kesatuan Republik Indonesia tak lepas dari beberapa faktor pembentukan identitas nasiosnal yang terdiri dari:
- Faktor objektif, yakni meliputi faktor geologis, ekologis, dan demografis
- Faktor subjektif, yang terdiri dari faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia

Adapun menurut teori Robert de Ventos, faktor-faktor munculnya identitas nasional datang dari beberapa aspek berikut:
- Faktor primer; etnisitas, teritorial, bahasa, agama, dan sejenisnya
- Faktor pendukung; pembangunan teknologi dan komunikasi, lahirnya angkatan bersenjata modern, dan pembangunan lainnya
- Faktor penarik; kodifikasi bahasa dalam gramatika resmi, tumbuhnya birokrasi, pemantapan sistem pendidikan nasional
- Faktor reaktif; penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya identitas nasional bangsa Indonesia antara lain:
- Primordial (ikatan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa daerah)
- Sakral (kesamaan agama yang dianut)
- Tokoh (kepemimpinan tokoh yang disegani)
- Sejarah (asal usul atau pengalaman masa lalu, seperti penderitaan pada masa penjajahan)
- Bhinneka Tunggal Ika (prinsip bersatu dalam perbedaan)

Tujuan dan fungsi identitas nasional bagi bangsa Indonesia, yaitu:
- Sebagai alat pemersatu bangsa
- Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
- Landasan dalam bernegara
- Identitas negara tersebut
- Nilai potensi bangsa

Sebain tujuan dan fungsi, identitas nasional juga berperan sebagai bahan atau objek integrasi nasional, pengontrol sumber daya ekonomi, menjadi penanda ikatan solidaritas, dan menjadi definisi teritorial.

iv. Evaluasi: Identitas nasional berarti ciri atau karakteristik kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Identitas nasional Indonesia terbentuk melalui faktor primordial, sakral, tokoh, bhinneka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi, dan kelembagaan. Bagi bangsa Indonesia yang telah merdeka, identitas nasional yang secara simbolis mencirikan bangsa Indonesia antara lain bendera, bahasa, lambang, serta lagu kebangsaan "Indonesia Raya".