Posts made by Intan Aulia Anbaku Kunda

Nama: Intan Aulia Anbaku Kunda
NPM: 2215061121
Kelas: PSTI A
Prodi: Teknik Informatika

POSTTEST 15
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

a. Judul Jurnal: "SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)
b. Author: Syahrul Kemal

c. Isi Jurnal: Artikel tersebut ditulis untuk meningkatkan kesadsaran dan semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 dengan tetap diam di rumah dan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Bela negara merupakan kewajiban bagi seluruh warga negaranya, kapanpun dan dimanapun. Apapun hambatannya, termasuk pada kasus pandemi COVID-19 ini, setiap warga negara wajib membela negaranya. Bela negara dapat dilakukan dalam bentuk apapun, bagaimanapun kondisinya. Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara itu adalah hal yang sangatlah penting bagi warga negara, sebab hal tersebut mencerminkan kecintaan dan kesetiaan warga negara kepada negaranya. Bela negara juga harus dibarengi dengan pengetahuan kewarganegaraan agar tidak terjerumus pada perilaku yang salah dan menciptakan hal yang merugikan masyarakat.

Dalam kasus pandemi COVID-19, upaya bela negara yang dapat dilakukan antara lain mematuhi aturan dan arahan yang diberikan pemeritah, seperti tidak keluar rumah, kecuali dalam keadaaan darurat, serta menaati protokol kesehatan agar penyebaran COVID 19 tidak semakin meningkat dan memperburuk keadaan. Dengan demikian, kita dapat menjaga negara kita agar terlindungi dari pandemi yang menyerang, sehingga pemerintah dapat mengatasi pandemi tersebut dengan lebih mudah dan leluasa. Adapun upaya lain menyikapi pandemi dengan bela negara, antara lain: berpartisipasi dalam program vaksinasi, menyediakan dukungan dan bantuan, menyebarkan informasi yang akurat, serta menjaga solidaritas dan persatuan

d. Evaluasi: Bela negara merupakan perilaku positif karena memberi manfaat yang baik bagi individu maupun negara. Perilaku bela negara tidak hanya diilakukan dengan mengangkat senjata dan menjalankan perang, melainkan dengan membantu pemerintah melalui taat kepada semua himbauan yang pemerintah lakukan serta tidak menyebarkan berita buruk (hoax) yang merugikan berbagai pihak.
Nama: Intan Aulia Anbaku Kunda
NPM: 2215061121
Kelas: PSTI A
Prodi: Teknik Informatika

PRETEST 15
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

a. Judul Video: "Pertahanan Nasional - Pendidikan Kewarganegaraan"
b. Author: Fajar Kurniawan [channel YouTube]

c. Isi Video:
Ketahanan Nasional ialah kemampuan untuk menghadapi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, serta berasal dari luar maupun dari dalam. Hal ini melibatkan keuletan, keterampilan, ketangguhan, serta kemampuan dalam mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang mungkin timbul di masa depan.

Adapun perwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra), antara lain:
a. Lokasi dan Posisi Geografis, seperti meningkatan potensi laut & darat.
b. Sumber Daya Alam, misalnya kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam.
c. Keadaan & Kemampuan Penduduk, yakni pendidikan.

Ancaman Unsur Tri Gata, antara lain:
a. Lokasi dan Posisi Geografis
b. Keadaan dan Kekayaan Alam
c. Kemampuan Penduduk

Kemudian terdapat pula perwujudan Aspek Sosial (Panca Gatra), yang terdiri dari:
a. Ideologi, contohnya rangkaian nilai yang mampu menampung aspirasi.
b. Politik: Demokrasi, seperti adanya keseimbangan input dan output.
c. Ekonomi, baik dalam hal sarana, modal, maupun teknologi.
d. Sosial Budaya, seperti tradisi, pendidikan, dan kepemimpinan.
e. Pertahanan dan Keamanan, seperti partisipasi dan kesadaran masyarakat.

Adapun ancaman Unsur Panca Gatra, antara lain:
a. Ideologi
b. Politik
c. Ekonomi
d. Sosial Budaya
e. Pertahanan dan Keamanan
Nama: Intan Aulia Anbaku Kunda
NPM: 2215061121
Kelas: PSTI A
Prodi: Teknik Informatika

POSTTEST 14
Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen: Roy Kembar Habibi, S.Pd., M.Pd.

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
= Artikel tersebut memaparkan mengenai implementasi hak asasi manusia pada tahun 2019 dan melaporkan bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan pemerintah mengenai pelanggaran HAM di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam. Kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata seperti yang terlihat dari ruang-ruang kebebasan sipil yang mulai tertutup. Hal ini dapat disimak melalui terbatasnya kebebasan berekspresi dan beragama serta pelanggaran hak-hak perempuan diikutidiikuti oleh opini pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan. Berdasarkan analisis saya, tujuan artikel ini ditulis sebagai ulasan untuk mengevaluasi keadaan terkini bangsa Indonesia berdasarkan penerapan hak asasi manusia oleh para petinggi negara. Hak asasi manusia, terutama di Indonesia, merupakan permasalahan yang tak berujung, mengingat Indonesia merupakan negara multikultural. Walaupun pada masa itu terlihat suram, beberapa perkembangan yang baik cukup terlihat dan dianggap bisa menjadi harapan kedepannya. Hal positif yang didapat dari artikel ini adalah meningkatnya kesadaran akan isu pelanggaran hak asasi manusia berdasarkan laporan yang ada. Literasi tersebut dapat menjadi acuan agar kita lebih aware terhadap hak dan kewajiban satu sama lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
= Nilai-nilai demokrasi yang ada di Indonesia diambil dari norma atau nilai-nilai adat istiadat budaya asli masyarakat Indonesia. Seperti nilai-nilai yang terkandung di dalam dasar negara Indonesia, Pancasila, nilai-nilai luhur mencakup Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan, merupakan pondasi yang berasal dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Prinsip demokrasi berdasarkan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa ialah pilihan yang tepat untuk menjadi dasar kehidupan bangsa Indonesia. Keberagaman dalam berkeyakinan tidak menjadi hambatan, sebab pandangan agama menyiratkan bahwa manusia setara di mata Tuhannya. Hal inilah yang dapat menjadi acuan agar manusia saling mengasihi dan bersyukur, serta sadar bahwa manusia ialah makhluk sosialyang membutuhkan kebersamaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
= Praktik demokrasi di Indonesia tentunya sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, begitu pula prinsip hak asasi manusia yang ada di dalamnya. Namun tantangan dalam kehidupan demokrasi di Indonesia adalah hal yang tidak bisa dihindari, mengingat adanya perkembangan zaman dan meningkatnya populasi masyarakat di Indonesia. Namun upaya pemerintah dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia patut diapresiasi, sebab perintah pun turut andil dalam mensejahterakan rakyatnya serta mewujudkan hak-hak setiap orang melalui dibentuknya lembaga yang bertugas mengawasi dan menjaga hak asasi manusia agar tetap terlaksana, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) serta lembaga yang bertugas melindungi kebebasan berpendapat, seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
= Tindakan tersebut merupakan hal yang tidak benar sebab menyalahi aturan dan mengindikasikan perilaku petinggi negara yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, sebagai masyarakat yang memiliki hak pilih, kita sepatutnya bijak dan selektif dalam memilih untuk mewujudkan Indonesia yang makmur yang dipimpin oleh anggota parlemen yang jujur dan bertanggung jawab.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
= Tindakan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi yang berujung pada terbatasnya kebebasan berpendapat sehingga dapat digolongkan sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah yang baik seharusnya mewujudkan aspirasi masyarakat dengan tidak memanipulasi emosi masyarakat untuk menciptakan Indonesia menjadi negara berkembang yang makmur dan sejahtera.