Kiriman dibuat oleh Mera Dwi Pratiwi Mera

Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H
Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal

Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 01
Tahun Terbit : 2017
Judul : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

1. Pendidik Moral di Sekolah
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata. Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tujuan pendidikan berdasarkan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selain itu guru juga bertugas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik.

2. Materi Pendidikan Moral
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

3. Metode Pendidikan Moral
Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilainilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.

4. Evaluasi Pendidikan Moral
Di samping keempat aspek (isi, metode, proses dan pendidik), pendidikan nilai juga memerlukan evaluasi yang komprehensif. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3 H

Analisis video 4

Etika Dan moral dalam keluarga dan pembelajaran Daring

Di zaman modernisasi dan Globalisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi Bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah Melalui sosial media Berbagai macam informasi yang kita temui Menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan juga Perilaku kita Karena ada informasi positif ada informasi negatif. Bagi generasi muda kita Dituntut untuk mengikuti zaman Tapi disisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan mana yang buruk
Untuk kehidupan kita.

Adapun permasalahan permasalahan sosial seperti
1. Pembunuhan
2. Pembullyan
3. Pelecehan seksual
4. Narkoba
5. Penistaan agama
6. Tawuran
7. Bahkan pembunuhan terhadap orang tua

Moral secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu "MOS" Secara Jama yaitu "MORES" Yang artinya adalah kebiasaan atau adat, Dalam kamus bahasa Indonesia sendiri moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk Salah maupun benar. Sedangkan etika Menurut Drs.H. Burhanuddin salam Menyatakan bahwasanya etika cabang ilmu filsafat Yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk Perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari Maka dari itu etika dan moral sangat ber Kesinambungan.

3 persamaan etika dan moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran Tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan

Contoh etika berkomunikasi dengan baik Dalam proses pembelajaran Daring
1. Perhatikan waktu
2. Bahasa yang baik dan sopan
3. Perkenalkan diri secara lengkap

Etika berkomunikasi dalam satu grup chat
1. Gunakan nama asli akun sosial media
2. Tampilkan foto asli di group chat
3. Dari pembicaraan di luar topik pembelajaran
4. Bicara , komentar yang baik dan sopan
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 3

Menerapkan dan Menanamkan Nilai - Nilai Moral dalam Keluarga

1. Fungsi Agama
Nilai Moral:
Keimanan
Ketaqwaan
Kejujuran
Bersyukur
Kepedulian
Tenggang Rasa
Kerajinan
Kesalehan
Ketaatan
Suka Menolong
Disiplin
Kesabaran
Kasih sayang

2. Fungsi Sosial Budaya
Nilai Moral:
Gotong Royong
Sopan Santun
Kerukunan
Kepedulian
Kebersamaan
Toleransi
Kebangsaan

3. Fungsi Cinta Kasih
Nilai Moral:
Empati
Keakraban
Keadilan
Pemaaf
Kesetiaan
Pengorbanan
Suka Menolong
Bertanggung Jawab

4. Fungsi Perlindungan
Nilai Moral:
Pemaaf
Tanggap
Ketabahan

5. Fungsi Reproduksi
Nilai Moral:
Bertanggung Jawab
Kesetiaan
Keteguhan

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Nilai Moral:
Percaya diri
Keluwesan
Kebanggaan
Kerajinan
Kreativitas
Bertanggung jawab
Bekerja sama

7. Fungsi Ekonomi
Nilai Moral:
Hemat
Ketelitian
Disiplin
Kepedulian
Keuletan

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan
Nilai Moral:
Kebersihan
Kedisiplinan
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 3253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 2

Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)

Melalui pendidikan moral Pancasila tersebut, individu belajar memperoleh dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial, lingkungan kerja maupun berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di video tersebut tampak seorang murid yang sangat bandel. Guru mencoba untuk menerapkan pendidikan moral Pancasila dengan cara memberikan hukuman serta memberikan nasihat supaya anak tersebut menjadi sadar dan tidak lagi menyimpang.
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 1

Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar

Pengertian Pendidikan Moral

Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Penyebab Menurunnya Moral pada Anak

1. Perudungan di Sekolah
2. Kekerasan Fisik dalam Keluarga

Peranan Orang Tua dan Guru

Orang Tua

Orang tua memiliki peran yang penting dalam terbentuknya moral anak. Orang tua merupakan model dalam moral anak, karena anak meniru tingkah laku orang tuanya.

Guru

Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai nilai agar menjadi insan yang bertanggung jawab .

Penyelesaian Terhadap Moral Anak

Guru setiap hari harus menasihati anak secara terus menerus supaya mereka ingat dan tidak menyimpang.