Posts made by Mera Dwi Pratiwi Mera

Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 4

Pelajar Anti Korupsi

Hanafi, seorang pelajar dari SMKN 3 Wonosari. Hanafi dimintai tolong untuk mem foto copy kertas sebanyak 5rb dan hanafi meminta nota kepada tukang fotocopy, tetapi Hanafi menulisnya sebanyak 10rb di dalam nota. Kebiasaan buruk Hanafi yaitu membuat nota palsu. Saat sedang istirahat, seorang teman Hanafi bernama Bayu mengajak Hanafi berbicara tentang maraknya kasus korupsi di Indonesia, ia khwatir di sekolah juga ada yang melakukan korupsi.

Bayu juga menjelaskan apa yang disampaikan oleh ustadnya tentang apabila memakan menggunakan uang korupsi maka akan menjadi penyakit didalam tubuh. Hanafi tersadar apakah badan nya terasa sakit karena memakan uang korupsi. Akhirnya Hanafi pun mengakui kepada temannya atas kesalahannya korupsi uang kas, ia berjanji akan mengembalikan uang tersebut.
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 3

Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

1. Kebersihan Sejak Dini

Di Indonesia kegiatan membuang sampah sembarangan menjadi hal yang biasa. Namun, di Jepang keberhasilan dan pengelolaan sampah yang baik diajarkan melalui kurikulum dan tidak terdapat di kurikulum kita. Bahkan sekolah di Jepang tidak memiliki petugas kebersihankebersihan. Hal ini karena di dalam kurikulum Jepang mengharuskan siswanya untuk bertanggung jawab atas keberhasilan kelas mereka sendiri. Hal ini supaya anak anak lebih peka terhadap kondisi lingkungan yang kotor.

2. Makan Bareng

Disekolah sudah pasti terdapat kantin yang lebih dari 1 bahkan diluar sekolah. Makanan untuk para siswa di Indonesia sangat beragam. Untuk dunia pendidikan Jepang, proses makan juga dianggap penting oleh mereka. Maka dari itu, pendidikan Jepang mengatur makanan untuk mereka, mulai dari menu yang disiapkan, gizi dalam makanan, sampai cara mereka makan.Makan siang di Jepang akan dilakukan bersama - sama dan di ikuti oleh para guru. Kegiatan makan bersama ini untuk membangun hubungan yang positif antara siswa dengan siswa,dan siswa dengan guru.

3. Mata Pelajaran Sedikit

Di Indonesia terkenal dengan jumlah mata pelajaran yang sangat banyak. Berbeda jika di Jepang, mata pelajaran hanya sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu saja.

4. Pendidikan Karakter

Pendidikan di Jepang tidak melibatkan ujian dalam 3 tahun pendidikan dasar. Pendidikan Jepang pada 3 tahun pertama mereka tidak di beri ujian karena supaya mereka bisa fokus dalam pendidikan karakter seperti sopan santun , tolong menolong , karena pemerintah Jepang percaya pendidikan karakter akan menjadi dasar yang baik dalam pendidikan .

5. Membaca dulu

Di Indonesia minat baca buku masih rendah karena tidak terbiasa membaca buku saat di sekolah , di Jepang siswa diberi 10 menit untuk membaca buku dari situ minta baca di Jepang tinggi .

6. Perlengkapan sekolah

Di Jepang di mulai dari tas sampai sepatu semua sama karena agar siswa tidak ada yang minder .

7. Seragam sekolah

Jika di Indonesia seragam ada 3 untuk seminggu tetapi di jelang cuma ada satu.
Di Jepang pendidikan nya juga ada minus nya yaitu tekanan belajar yang tinggi .
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 2

Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Para siswa di SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka, Kupang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Pasalnya, sekolah yang terletak di sebuah Dusun terpencil itu terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras sekolah.

Teras dipakai sebagai ruang kelas karena ketiadaan ruang kelas. Sekolah yang terletak di kaki gunung api Egon tersebut, hanya memiliki 6 ruangan. Dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan 1 ruangan sebagai ruang guru. Jangankan kelas, perpustakaan saja tidak dimiliki sekolah ini.

Meski begitu, para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah. Setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 kilometer guna bisa belajar di sekolah.

Dimasa pandemi covid -19, ketika pemerintah aktif mengkampanyekan daring, sekolah ini tidak mampu melaksanakannya. Di wilayah ini belum ada jaringan internet sama sekali. Karena itu, pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pihak sekolah berharap, pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Nama : Mera Dwi Pratiwi
Kelas : 3H
NPM : 2253053040

Analisis Video 1

Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia

Martencis Veronica Siregar seorang pengajar muda dari gerakan Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Kalimantan. Sebelum bergabung di gerakan Indonesia Mengajar, ia merupakan seorang relawan dari Gerakan Peduli HIV /AIDS di Jayapura, Papua. Sudah sekitar 6 bulan ia mengajar anak kelas 1 dan menjadi guru les bagi anak kelas 6.

Rendahnya pendidikan di daerah penempatan Martencis, karena banyak dari mereka yang menikah di usia dini, sekitar umur 12 tahun atau lulus SD. Pengalamannya bertemu dengan perempuan yang masih dibawah umur tetapi sudah mau dilamar oleh laki laki yang umurnya sudah dewasa membuat hatinya teriris. Ia memiliki cita cita yang sederhana, yaitu ia ingin anak anak di desa tempat ia mengajar pergi bersekolah.

Ia mengajar di SD N 11 Sembakung sejak Desember 2016. Kelas 1 menjadi langkah awal untuk menempuh pendidikan panjang karena TK dan PAUD belum masuk di desa Tanjung Matol.

Martencis bertemu dengan Loly, gadis berusia 18 tahun yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan di desa Matol. ialah yang membantu Martencis mengajar anak anak di Sekolah Dasar. Tidak hanya Loly, tetapi guru-guru yang penuh semangat, bersama orang-orang hebat seperti mereka kelak masa depan anak-anak desa Matol dapat terukir
Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM: 2253053040
Kelas: 3H
Analisis Jurnal 2

PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin

PENDAHULUAN

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kali mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, Sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Disamping itu keluarga Dikatakan sebagai peletak fondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan dan keluarga berjalan sepanjang masa, Melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam kerja itu sendiri. Esensi Jadikan nya tersirat dalam integrasi keluarga baik dalam komunikasi antar sesama anggota keluarga dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya.

B. PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK

Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.
Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN
MORAL

1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah
tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti
hamil.

PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI
KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA

1. Penanaman pendidikan ke imanan sejak dini kepada anak anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak anak.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang Harmonis.