Posts made by Mera Dwi Pratiwi Mera

Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H
Analisis Video 3

PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Di dalam video tersebut terlihat perilaku nilai dan moral dilingkungan masyarakat, seperti saling sapa, kemudian saling berbagi, serta menjalin hubungan baik kepada sesama. Penanaman nilai dan moral dilingkungan masyarakat penting dilakukan supaya tertentuk karakteristik yang baik. Maka, penting bagi masyarakat untuk menerapkan pendidikan nilai dan moral dilingkungan masyarakat supaya terbentuk manusia yang berkarakter baik.
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 2

Lima Masalah Terbesar Remaja Masa Kini

1. Penampilan

Penampilan sangat penting bagi remaja, apalagi jika melihat di sosial media dengan penampilan yang body goals rasanya seperti merasa bersalah saat makan, kemudian juga jerawat yang membuat minder.

2. Pendidikan

Pendidikan zaman sekarang tentu berbeda dengan pendidikan orang tua kita. Pendidikan zaman sekarang tidak semudah pendidikan orang tua kita, tapi pendidikan zaman sekarang sudah dipermudah dengan teknologi yang canggih.

3. Persahabatan

Berteman dengan siapa saja menang boleh, tetapi kita harus bijak dalam memilih pertemanan jangan sampai kita terjerumus ke dalam hal hal yang tidak baik. Karena dengan siapapun kamu bergaul, itu akan sangat mempengaruhi masa depan kamu.

4. Percintaan

Jatuh cinta boleh boleh saja, tapi jadikan jatuh cinta itu sebagai penyemangat untuk bisa mendapatkan prestasi disekolah. Bukan malah membuat kamu uring uringan sampai mogok untuk sekolah.

5. Percaya Diri

Biasanya yang sering dialami remaja adalah krisis kepercayaan diri. Percaya diri adalah hal yang sangat penting karena hal tersebut adalah ujung tombak dalam kehidupan sehari-harisehari-hari yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang.
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Video 1

Video Animasi Nilai dan Moral Di Lingkungan Masyarakat

Contoh Nilai dan Moral Yang Baik di Lingkungan Masyarakat

1. Tolong menolong
2. Menyapa/kenalan dengan bahasa yang baik
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Bertegur sapa
5. Mengikuti pelajaran dengan tentram

Contoh Nilai dan Moral Yang Tidak Baik di Lingkungan Masyarakat

1. Mencuri
2. Membuang sampah tidak pada tempatnya
3. Memandang rendah orang lain
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi
5. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman yang berkelahi

Jadi kesimpulannya, nilai moral adalah nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorangseseorang. Moral sendiri memiliki makna ( ajaran tentang ) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban. Istilah moral ini juga sering disebut sebagai akhlak, budi pekerti, ataupun susila.
Nama : Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3H

Analisis Jurnal 2

Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat, dan moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Etika adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Ethos mempunyai tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Ethos yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia.

UPAYA HUKUM YANG DAPAT DILAKUKAN DALAM MEMBENTUK MORAL BANGSA SAAT INI
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa :
1) Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2) Menciptkan lingkungan yang baik dalam Masyarakat
3) Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1) Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2) Seminar tentang kesadaran hukum
3) Menegakan HAM dimasyarakat
4) Pemerintah harus bertindak
Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3 H

Analisis Jurnal 1

Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi
justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi
kehidupan bermasyarakat. Menurut sudut pandang manajemen pendid ikan, ada dua pilihan yaitu
apakah dengan sistem menyeragamkan atau justru membina kebebasan untuk mengembangkan
berbagai kreativitas individual. Jika penyeragaman dipilih, maka potensi kreativitas individual
sebagai hak individu bisa terancam tidak berkembang. Sebaliknya, jika pembebasan dipilih, maka
kemapanan sosial sebagai hak masyarakat bisa goyah.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan
secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual
bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk
mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi
kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap
individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya,
mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem
kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum.
Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi
seluruh individu anggotanya.

Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja
sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi
satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan
kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh
lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang
berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, mereka
bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat
perlengkapan hidup lainnya.