Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM : 2253053040
Kelas : 3 H
Analisis Jurnal 1
Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi
justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi
kehidupan bermasyarakat. Menurut sudut pandang manajemen pendid ikan, ada dua pilihan yaitu
apakah dengan sistem menyeragamkan atau justru membina kebebasan untuk mengembangkan
berbagai kreativitas individual. Jika penyeragaman dipilih, maka potensi kreativitas individual
sebagai hak individu bisa terancam tidak berkembang. Sebaliknya, jika pembebasan dipilih, maka
kemapanan sosial sebagai hak masyarakat bisa goyah.
Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan
secara berkelanjutan. Pertama, kesadaran moral. Fakta membuktikan bahwa potensi individual
bersifat terbatas. Padahal eksistensi kehidupan manusia terarah pada suatu tujuan. Untuk
mencapai tujuan tersebut, manusia wajib mempertahankan dan mengembangkan eksistensi
kehidupannya itu. Atas keterbatasannya itu, mendorong munculnya suatu kesadaran moral setiap
individu untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Sadar akan segala keterbatasannya,
mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem
kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum.
Adapun kesejahteraan umum bukan hanya berlaku secara kolektif saja, melainkan juga bagi
seluruh individu anggotanya.
Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja
sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi
satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat. Kedua, kreativitas dalam reproduksi.
Wawasan sosial tersebut, selanjutnya mendorong kehidupan bermasyarakat untuk meningk atkan
kreativitas dan produktivitas. Kreativitas kehidupan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh
lapisan sosial golongan tengah (middle class). Golongan ini adalah kaum intelektual yang
berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, mereka
bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat
perlengkapan hidup lainnya.