Posts made by Selfi Yudia Ellsa Agustina 2213053305

Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
Npm: 2213053305
Kelas: 2F

Identitas Nasional
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda. Kepentingan masingmasing oranglah yang kemudian menyatukan identitas tersebut.
Integrasi Nasional
Integrasi nasional adalah proses sosial dan interaksi sosial dalam upaya penyatuan berbagai bentuk kelompok sosial budaya ke dalam satu kesatuan wilayah kekuasaan. Ini dilakukan dengan pembentukan identitas nasional di antaranya lambang negara, lagu kebangsaan, perundang-undangan, dan lain sebagainya. pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak selalu memisahkan, apalagi menimbulkan pertentangan sepanjang masing-masing anggota masyarakat menyadari akan pluralitas tersebut. Gambaran pluralitas ini, kendati sudah merupakan takdir, namun akhir-akhir ini justru semakin memicu pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme. Hal ini dalam jangka panjang bukannya tak mungkin akan menyebabkan menyempitnya rasa integrasi nasional, karena integrasi cenderung lebih didasarkan pada faktorfaktor etnis dan faktor daerah semata. Pendirian sekolah di masing-masing daerah tidak dalam kapasitasnya untuk mencerdaskan anak bangsa yang ada di wilayah tersebut, tetapi justru lebih pada semangat menyelamatan asset daerah dan meningkatkan pendapatan daerah tersebut.
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM: 2213053305
Kelas: 2F

Identitas Nasional: suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta berkembang didalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku dan dihimpun dalam satu kesatuan. Hakikat identitas nasional adalah pancasila.
Unsur identitas nasional:
-suku bangsa
-agama
-budaya
-bahasa
Berdasarkan unsur identitas nasionalnasional, identitas nasional dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Identitas fundamental (pancasila)
2. Identitas instrumental (UUD Negara Republik Indonesia 1945)
3. Identitas alamiah (kepulauan serta pluralisme)

Integrasi Nasional adalah penyesuaian unsur yang berbeda yang memiliki keserasian fungsi.
Faktor pendorong:
Sejarah,, keinginan untuk bersatu, cinta tanah air, rela berkorban dan konsensus nasional.
Faktor penghambat:
Heterogen, Etnosentrisme, ketimpangan (ketidakadilan), dan gangguan luar.
Ada dua bentuk integrasi nasional yaitu asimilasi (pembauran budaya) dan akulturasi (penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli).
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM:2213053305
Kelas:2F

Identitas nasional berasal dari bahasa Yunani. Identitas nasional secara harfiah merupakan ciri yang melekat pada Kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik maupun budaya, agama, bahasa maupun nonfisik seperti keinginan, Cita-cita dan tujuan.
Identitas nasional secara terminologi adalah suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lain. Identitas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain tercantum dalam UUD 1945 pasal 35 dan 36c, yaitu Bahasa Indonesia, Bendera Merah Putih yang menjadi simbol kedaulatan negara yang merdeka, lagu kebangsaan yaitu lagu Indonesia Raya, lambang negara Pancasila, semboyan “ Bhinneka Tunggal Ika” , Bhineka tunggal Ika memiliki peranan yang penting bagi bangsa Indonesia yaitu sebagai alat pemersatu bagi masyarakat yang beragam, dasar falsafah negara yaitu Pancasila, konstitusi hukum dasar yaitu UUD 1945, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berkedaulatan rakyat, konsepsi wawasan nusantara, dan kebudayaan daerah yang dimiliki dan di yakini turun temurun oleh daerah masing-masing.
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
Npm: 2213053305
Kelas: 2F



Dalam konteks negara, bangsa merupakan bagian yang merepresentasikannya secara nasional karena memiliki representasi kearifan lokal dalam budaya, fisik, atau harapan yang diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara nasional. Oleh karenanya, istilah identitas bangsa seringkali disebut juga sebagai identitas nasional.Setiap bangsa yang ada saat ini memiliki identitasnya masing-masing sesuai dengan keunikan, sifat dan karakter dari suatu bangsa. Hal ini tergantung dari bagaimana suatu bangsa terbentuk secara historis. Identitas nasional yang dimiliki oleh suatu bangsa tidak bisa dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa."Dengan kata lain, identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang bertujuan untuk mempertahankan kesatuan sebuah negara, pembeda dari negara lain, landasan negara, dan alat pemersatu bangsa," jelas Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn. Sementara itu, dari sisi budaya, kesadaran akan kontinuitas historis akan memperkuat kesadaran kultur suatu bangsa. Pemupukan dan pengembangan identitas nasional tidak dapat dijalankan tanpa menghidupkan kesadaran kultural.


Meski begitu, pertumbuhan kebudayaan Indonesia tidak perlu menekan dan menghapus identitas lokal atau regional, akan tetapi diberi kesempatan menyumbang dan memperkaya kebudayaan nasional berlandaskan Pancasila, yang salah satu silanya mengandung konsep kemanusiaan secara utuh dan merupakan hakikat kepribadian bangsa Indonesia. Identitas nasional selayaknya juga hadir untuk mempersatukan keberagaman masyarakat, yang sejalan dengan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika.Perbedaan kearifan lokal ini dari beragam suku dan budaya menunjukkan nilai-nilai eksistensi keunikan bangsa, baik secara individu maupun kolektif. Ditambah dengan perkembangan kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas bangsa.