Posts made by Selfi Yudia Ellsa Agustina 2213053305

Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM: 2213053305
Kelas: 3 F

Analisis Jurnal 2
"Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
etika dan moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal yang sepele jika dilihat lebih serius untuk membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk mencegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa :
1) Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2) Menciptkan lingkungan yang baik dalam Masyarakat
3) Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi:
1) Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2) Seminar tentang kesadaran hukum
3) Menegakan HAM dimasyarakat
4) Pemerintah harus bertindak
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM: 2213053305
Kelas: 3 F

Analisis Jurnal 1
" Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan"

Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma -norma etika, menurut kesadaran moral, karena akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban.Dalam kondisi seperti ini, hak atas sebidang tanah itu bisa beralih kepada orang lain yang telah mengelolanya bertahun -tahun. Tarik-menarik antara hak dan kewajiban semakin tidak be rimbang ketika korupsi merajalela di dalam kehidupan sosial. Dalam kondisi sosial seperti itu, moral dan etika terpola menjadi bersifat egoistik dan altruistik. Justru dengan kesadaran moral, kebebasan dan kreativitas individual mendapat saluran yang tepat, dan sebaliknya kolektivisme bisa mendapatkan jati dirinya di dalam kehidupan bermasyarakat.

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan
Dari sisi pendidikan, dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik -mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Seseorang yang lebih menguasai bidang tertentu, wajib mendidik yang lain dan sebaliknya ia harus siap untuk mendapat didikan orang lain yang lebih menguasi bidang yang berbeda.Fakta ikatan sosial saling mend idik, menunjukkan bahwa di dalam pendidikan terkandung benih moral, berupa dorongan sosial setiap orang untuk saling berbuat baik. Kemudian, nilai keadilan sosial itu di dalam pendidikan dikembangkan menjadi suatu sistem filsafat perilaku yaitu etika. Pembinaan ketiga potensi kejiwaan, diyakini bisa menumbuhkan nilai keadilan, sehingga bisa mencapai baik keba hagiaan individual maupun sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang terdidik memiliki kesadaran tentang dari mana asal mula dan tujuan kehidupan. Berdasarkan kesadaran itu, manusia harus kreatif dan produktif dalam menjalani kehidupan dan mau bersikap dan berperilaku adil di sepanjang hidupnya. Jadi nilai -nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sedemikian rupa sehingga setiap individu sadar atas kewajiban sosial apa yang harus dilakukan demi keutuhan masyarakatnya, dan masyarakat secara etis bertanggung-jawab atas kewajiban setiap individu itu. Itulah landasan dasar pendidikan untuk mendirikan sebuah masyarakat terdidik, masyarakat berbudaya yang berkeadilan.

Ada tiga komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Sadar akan segala keterbatasannya, mereka memadukan keberagaman potensi individual yang mereka miliki dalam bentuk sistem kerja-sama, sehingga menjadi satu kekuatan sosial untu k mencapai tujuan kesejahteraan umum. Jadi, kesadaran moral mendorong terbentuknya suatu keterikatan sosial dalam bentuk kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Atas kesadaran moral itulah kemudian berfungsi menjadi satu wawasan bagi seluruh individu dalam bermasyarakat.
Kedua, kreativitas dalam reproduksi. Golongan ini adalah kaum intelektual yang berkompeten dalam teori dan sistem pemberdayaan IPTEK. Atas kompeten sinya itu, mereka bersinergi dalam berkreativitas untuk meningkatkan produksi pangan, sandang, papan, dan alat perlengkapan hidup lainnya. Jadi, atas potensi kreatifnya itu, kehidupan masyarakat menjadi lebih lebih maju, kreatif, produktif, dan mandiri di masa depan, sehingga, bukan menjadi masyarakat bergantung, melainkan masyarakat otonom yang mampu mengelola kehidupan atas kemampuan sendiri.
Ketiga, pengendalian perilaku dalam berproduksi. Teknologi dan perindustrian, memiliki kekuatan pelipat-gandaan dalam berproduksi, tetapi perlu diingat bahwa kharakteristik berproduksi seperti itu, berakibat eksploratif dan eksploitatif terhadap sumber daya alam, sehingga ekosistem bisa terancam. Untuk itu, di dalam kehidupan bermasyarakat baik pada taraf individual maupun kelembagaan sosial secara moral dan etika bertanggung -jawab atas perilaku berproduksi. Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan.
Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Di dalam masyarakat berkeadilan, setiap individu mendapat keleluasaan berdinamika untuk mengoptimalkan potensi dirinya menjadi s eorang individu berkepribadian ideal.
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM: 2213053305
Kelas: 3 F

Analisis video 4
"Film Pendek Korupsi"

Di Video tersebut dapat disimpulkan bahwa kejujuran harus ditanamkan dan dicontohkan sejak kecil dan perilaku korupsi tidak hanya terjadi dilingkungan politik dan pemerintahan saja, tetapi di lingkungan pelajarpun bisa terjadi. Seperti salah satu siswa di video tersebut yang ditugaskan untuk memfotokopi menggunakan uang kas, siswa tersebut memanipulasi nota pembayaran dengan melebihkan harga fotokopian dan uang kembalian itu ia gunakan untuk kepentingan pribadi. setelah kejadian tersebut, ia merasa gelisah dan bersalah. Kemudian ia memberanikan diri untuk berkata jujur kepada temannya dan meminta maaf.
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM: 2213053305
Kelas: 3 F

Analisis Video 3
" Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia"

Ada beberapa perbedaan pendidikan di indonesia dan jepang, perbedaan ini bisa dipengaruhi dari beberapa hal
perbedaan pendidikan di indonesia dan jepang adalah:
• mengajarkan kebersihan sejak dini, di jepang para siswa bertanggung jawab terhadap kebersihan sedangkan di Indonesia masih kurangnya kesadaran kebersihan.
• makan bareng, di jepang mengatur makanan siswa mulai dari gizi, cara makan serta menu yabg di siapkan, sedangkan di Indonesia memiliki kantin.
• Mata pelajaran, di Indonesia memiliki mata pembelajaran yang banyak dan di ulang 2 kali dalam seminggu namun di jepang memiliki mata pelajaran sedikit dan hanya hari tertentu saja.
• pendidikan karakter, di Indonesia memiliki banyaknya ujian namun di jepang pada 3 tahun awal tidak diberikan ujian, namun mereka diberikan pengejaran mengenai pendidikan karakter.
• membaca dulu, minat baca di Indonesia rendah sedangkan di jepang diberikan waktu 10 menit untuk membaca sebelum memulia pelajaran.
• perlengkapan sekolah, di Indonesia beragam sedangkan di jepang semuanya sama.
• seragam sekolah,seragam sekolah di Indonesia memiliki 3 macam tetapi di jepang memiliki 1 seragam.
Nama: Selfi Yudia Ellsa Agustina
NPM: 2213053305
Kelas: 3 F
Analisis Video 2

"Potret Pendidikan di Dusun Terpencil"
Pada video tersebut dijelaskan bahwa SD Negeri Glak kab. Sikka hanya memiliki 6 ruangan, 5 ruang dipakai untuk kelas 1 untuk ruang guru. di sekolah ini juga tidak memiliki perpustakaan. kepala sekolah nya mengatakan bahwa sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk membatu membangun fasilitas yang lebih memadai.kepala sekolahnya pun menjelaskan bahwa ketika hujan siswa yang belajar di teras pun harus menunggu hujan berhenti untuk melanjutkan belajar karena tidak memungkinkan untuk blajar dalam keadaan hujan.