Posts made by Rizka Selviana Putri 2213053254

PKn SD 4I -> Tugas 2

by Rizka Selviana Putri 2213053254 -
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254

Menurut saya untuk materi PKN kelas rendah yang dapat diajarkan yaitu mengenai konsep-konsep dasar seperti contohnya apa itu pengertian kewarganegaraan ataupun PKN simbol-simbol yang ada di negara, pengertian nilai-nilai yang penting seperti nilai-nilai gotong royong, serta mengenai lambang negara.
Sedangkan untuk materi PKN di kelas tinggi yaitu mengenai pemahaman tentang negara seperti demokrasi ataupun struktur pemerintahan seperti presiden, DPR dan DPD, sejarah dan memahami tokoh-tokoh yang ada di Indonesia

PKn SD 4I -> Forum Diskusi

by Rizka Selviana Putri 2213053254 -
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254

Cara menanamkan civic partisipan dalam lingkungan SD (sekolah dasar) dapat dilakukan melalui berbagai metode dan model pembelajaran. Salah satu model yang dapat digunakan adalah model pembelajaran project citizen, yang mengacu pada pengembangan keterampilan partisipasi dalam melakukan keputusan, aksi warganegara, dan berwawasan mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) juga dapat dilakukan melalui pembelajaran kontroversial issues, yang bertujuan untuk meningkatkan civic knowledge siswa. Pendidikan kewarganegaraan dapat diimplementasikan dalam kehidupan peserta didik, yang dapat dijelaskan dalam pengelolaan kehidupan sehari-hari, seperti dalam mengembangkan kompetensi dalam berwawasan, berkeadilan, dan berperan aktif dalam masyarakat. Contohnya yaitu mengajarkan dan mengajak siswa untuk berkerjasama serta bergotong royong untuk membersihkan lingkungan karena penting untuk menjaga kebersihan sekolah
1. Untuk menanamkan pendidikan nilai dan moral di lingkungan keluarga yaitu : Mendiskusikan Nilai dan Moral, Diskusikan nilai-nilai dan moral yang dianggap penting dalam keluarga. Berikan contoh konkret dan cerita yang relevan untuk membantu anak memahami nilai-nilai tersebut. Memberikan Teladan, Orang tua perlu menjadi teladan yang baik. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua, oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai dan moral yang diajarkan. Melibatkan Anak dalam Kegiatan Sosial, Melibatkan anak dalam kegiatan sosial atau kegiatan sukarela dapat membantu mereka memahami pentingnya nilai-nilai seperti empati, kepedulian, dan kerjasama. Menggunakan Konsekuensi yang Konsisten, Berlakukan konsekuensi yang konsisten terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan moral yang diajarkan. Hal ini membantu anak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

2. Untuk menanamkan pendidikan nilai dan moral di lingkungan sekolah yaitu : berdoa sebelum memulai ataupun sesudah pembelajaran saling menghormati antar sesama dan tidak membeda-bedakan murid. Mendukung Model Peran, Guru dan staf sekolah dapat menjadi contoh yang baik dengan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai dan moral yang diinginkan. Menerapkan Kurikulum yang Mencakup Pendidikan Moral, Mengintegrasikan pelajaran tentang nilai dan moral ke dalam kurikulum sekolah dapat membantu siswa memahami pentingnya nilai-nilai tersebut. Mengadakan Diskusi dan Kegiatan Kolaboratif, Diskusi kelompok dan kegiatan kolaboratif dapat membantu siswa memahami nilai-nilai moral melalui interaksi sosial dan refleksi. Menggunakan Studi Kasus dan Cerita Inspiratif, Menggunakan studi kasus dan cerita inspiratif dapat membantu siswa memahami konsep-konsep moral dan nilai-nilai yang diinginkan. Melibatkan Orang Tua dan Komunitas, Melibatkan orang tua dan komunitas dalam upaya menanamkan nilai dan moral dapat memperkuat pesan-pesan yang disampaikan di sekolah.

3. Untuk menanamkan pendidikan nilai dan moral di lingkungan masyarakat yaitu : menghormati sesama manusia baik yang lebih tua ataupun muda berperilaku sopan terhadap siapapun dan dimanapun serta selalu tolong-menolong terhadap sesama. Melalui Pendidikan Formal dan Non-Formal, Pendidikan formal di sekolah dapat memasukkan pendidikan nilai ke dalam kurikulum. Sementara itu, pendidikan non-formal melalui kegiatan ekstrakurikuler, seminar, dan lokakarya juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai dan moral. Peran Model dan Teladan, Masyarakat perlu memiliki teladan yang baik, seperti tokoh masyarakat, pemimpin agama, dan tokoh-tokoh yang dihormati, untuk menanamkan nilai dan moral kepada generasi muda. Komunikasi dan Diskusi, Membuka ruang diskusi terbuka mengenai nilai dan moral dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat membantu individu memahami pentingnya nilai-nilai tersebut. Penerapan Nilai dalam, Kehidupan Sehari-hari
Mendorong individu untuk menerapkan nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tindakan maupun sikap, dapat membantu memperkuat pemahaman akan nilai-nilai tersebut.
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254


Nama Jurnal : Jurnal Moral Kemasyarakatan
Judul Jurnal : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKANBARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANG TUA
Vol dan No : 2 . 1
Halaman : 30-44
Tahun Terbit : 2017
Penulis : Ilham Hudi

ANALISIS JURNAL

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa pada era globalisasi perkembangan informasi tersebar luas sehingga dapat diakses dengan mudah tetapi hal tersebut menyebabkan berbagai nilai-nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pikiran dan karakter generasi muda masa kini sehingga menimbulkan pengikisan jati diri yang terkait merosotnya nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Oleh sebab itu agar tidak terjadinya dampak negatif tersebut kita sebagai remaja masa depan harus memahami dan menanamkan nilai moral kepada diri kita sendiri sejak lama sehingga dapat terbentuknya pribadi yang berpikir jernih dan dapat menyaring informasi-informasi yang penting serta memiliki karakter yang baik untuk kedepannya. Selain itu juga peran orang tua saat pelaksanaan pendidikan karakter sangat amat perlu karena keluarga merupakan wahana serta peran yang paling penting untuk membentuk suatu karakter dan moral terhadap anak-anak mereka. Dan dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa pengetahuan moral siswa kelas 7 SMP Negeri kota Pekanbaru mempengaruhi perilaku moral siswa berdasarkan pendidikan orang tua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengaturan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa jadi untuk membentuk karakter ataupun pengetahuan moral siswa kelas VIII SMP Negeri kota Pekanbaru perlu adanya peran orang tua karena meskipun perbedaan pendidikan orang tua akan tetapi bila tidak bijak menanggapi atas pengetahuan moral siswa justru dapat mempengaruhi perilaku moral siswa dengan begitu pihak sekolah perlu memfungsikan potensi.