Kiriman dibuat oleh Maylien Dwinita Putri

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

oleh Maylien Dwinita Putri -
Maylien Dwinita Putri
2213053029

Nilai-nilai yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari
1. Nilai Ketuhanan
- Bersyukur kepada Tuhan
- Melaksanakan ibadah sesuai agama yang di anut
- Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
- Menghormati agama orang lain.

2. Nilai Kemanusiaan
- Saling mencintai sesama manusia
- saling tolong menolong
- tidak berbuat kasar kepada orang lain
- Bersikap sopan kepada sesama manusia

3. Sila ke 3 :
Persatuan Indonesia.
1). Mengikuti upacara bendera dengan tertib
2). Mencintai dan bangga menggunakan barang/produk buatan Indonesia
3). Bermain dengan teman dengan rukun

4.Pada sila keempat Pancasila berisi nilai-nilai kerakyatan, contoh mendasar dalam nilai sila keempat ini yaitu bermusyawarah, dimana hal inipun harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

5.Pada sila kelima Pancasila berisi nilai-nilai keadilan, dimana nilai ini dimaksudkan untuk adil terhadap sesama, perlakuan dalam kehidupan sehari-hari yaitu tidak berbuat curang kepada orang lain.
Maylien Dwinita Putri
2213053029

IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Volume : 1
Nomor : 1
Halaman : 90-100
Tahun Terbit : 2010
Judul : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA
Nama Penulis : H. Wanto Rivaie.

Pembahasan:
Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.

- Membangun hubungan inter personal antar bangsa

Yaitu nilai nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai ,saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera.

-Diperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru, Dosen, Tokoh Masayarakat Formal/Non Formal).
Tokoh pendidikan Nasional menyatakan ada tiga pusat lingkungan pendidikan/tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Di keluarga pendidikan dilakukan oleh orang tua, di sekolah oleh guru-guru, di masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau para instruktur.

-Penciptaan suasana yang kondusif aktif efektif komunikatif penuh nilai kreatif dan bertanggung jawab Komunikatif dimaksudkan sebagai sama makna (Sofyan S.,2008, 55) Menciptakan suasana pendidikan yang kondusif dimaksudkan ,bahwa perlu dibangun interaksi Timbal balik dua arah yang akan baikan masukan dan hasil.

-Peranan strategis pendidikan agama dalam pembentukan perilaku peserta didik dalam kondisi masyarakat yang perulalistis Agama adalah Risalah Tuhan yang disampaikan melalui para nabi Risalah itu berisi hukum hukum sempurna untuk digunakan manusia menjalankan kehidupan dan untuk mengatur hubungan antar sesama hubungan ,dalam alam semesta dan dan hubungan dengan Allah Swt

-Faktor-Faktor Personal Yang Mempengaruhi Tindakan Manusia:
Ada dua macam pendekatan dalam pembentukan prilaku manusia. Kedua pendekatan ini menekankan faktor-faktor psikologis dan faktor-faktor sosial, istilah lain faktor-faktor yang timbul dari dalam individu (faktor personal), dan faktor-faktor berpengaruh yang datang dari luar individu (faktor environmental).
Maylien Dwinita Putri
2213053029

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN
Nomor : 1
Volume : 2
Halaman : 13-17
Tahun terbit : 2022
Nama penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Judul jurnal : PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH

Pembahasan
Nilai Moral pancasila merupakan pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup yang diatur oleh pancasila atau ideologi Indonesia. Moral pancasila ialah sikap bermasyarakat yang harus dilakukan oleh masyarakat. Penghayatan dan pengalaman butir-butir Pancasila (36 butir Pancasila) sebagaimana termuat dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila atau Eka Prasetya Pancarya.

Metode penulisan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan sumber data yang digunakan penulis dengan data primer berupa hasil observasi terhadap keadaan lingkungan masyarakat dan data sekunder berupa informasi mengenai obyek penelitian yang bersifat publik serta melalui kajian kepustakaan. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hokum yang mendasarkan pada moral dan nilai-nilai budaya asli masyarakat Indonesia. Hal ini dapat digunakan sebagai upaya untuk melakukan korupsi dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Korupsi ini dapat terjadi karena semakin lemahnya implementasi sila Pancasila yang kelima.
Maylien Dwinita Putri
2213053029

Pentingnya pendidikan moral bagi generasi bangsa:
Pedidikan nilai moral/agama sangat penting bagi para remaja sebagai generasi penerus bangsa, agar martabat bangsa terangkat,
kualitas hidup meningkat, kehidupan menjadi lebih baik, aman dan
nyaman serta sejahtera.Pendidikan nilai moral juga akan membentuk generasi memiliki moral yang
baik, akhlak mulia, budi pekerti yang luhur, empati, dan tanggungjawab.
Pendidikan nilai moral/agama sangat penting bagi tegaknya satu bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral (agama, budi pekerti, akhlak) kemung kinan besar suatu bangsa bisa hancur, carut marut. Munculnya kembali pendidikan budi pekerti sebagai primadona dewasa ini mencerminkan kegusaran bangsa ini akan terjadinya krisis moral bangsa dan kehidupan sosial yang carut marut. (Dedi Supriadi, Pikiran Rakyat 12 Juni: 8-9).

Hambatan atau tantangan dalam menegakkan nilai moral salah satunya yaitu teknologi serta gaya hidup, adapun keterlembatan penerapan nilai moral juga menjadi salah satu hambatan karena sudah terlanjurnya penerapan cara didik yang salah , Sejak dini anak sudah di ajari dan di didik tidak jujur, tidak percaya diri. Perilaku anti sosial dan amoral, seperti yang ditayangkan di media elektronika dan cetak akan menjadi idola dan contoh yang sangat mudah dan cepat ditiru dan diadopsi oleh anak. Hal ini sangat berbahaya. Seperti tayangan yang jelas jelas merupakan film kekerasan setingakat anak TK yang dipoles dengan humor.

Dampak Positif :
Remaja sebagai generasi penerus juga memiliki kemapuan potensial
yang bisa diolah menjadi kemampuan aktual. Selain itu juga memiliki
potensi kecerdasan intelektual, emosi dan sosial, berbahasa, dan kecerdasan
seni yang bisa diolah menjadi kecerdasan aktual yang dapat membawa mereka kepada prestasi yang tinggi dan kesuksesan.

Dampak Negatif:
Fenomena perilaku moral remaja saat ini sangat mencemaskan dan meresahkan, bahkan telah mengganggu ketertiban umum dan membuat kehidupan tidak aman serta nyaman.
Maylien Dwinita Putri
2213053029

IDENTITAS JURNAL

1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
2. Nomor : 3
3. Halaman : 710-724
4. Tahun Terbit : 2021
5. Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
6. Nama Penulis :
Iwan Fajri
Rahmat
Dadang Sundawa
Mohd Zailani Mohd Yusoff

HASIL PENELITIAN:
Penyelenggaraan pendidikan di provinsi Aceh, Indonesia, pada dasarnya mengacu pada sistem pendidikan nasional, sama dengan provinsi lain di Indonesia. Tetapi, semenjak Aceh
diberikan status khusus lewat Undang- Undang No 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Undang- Undang No 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan
keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013) Aceh memiliki ciri-ciri khusus dalam penyelenggaraan syariat Islam (Ulya, 2016) dan penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia
mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.Pendidikan di Aceh saat ini sedang mempersiapkan kurikulum Aceh yang disusun berdasarkan ajaran Qanun Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan Islam.

Kelebihan : Penulisan jurnal sangatlah runtut serta lengkap dimulai dengan isi pembahasan yang memuat landasan penyelenggaraan pendidikan, kemudian integrasi, dan terakhir yaitu impelemtasi.