Kiriman dibuat oleh Rey Gavrila Naibaho

NAMA: Rey Gavrila Naibaho
NPM: 2215061067
KELAS: PSTI C
PRODI: Teknik Informatika

Setelah saya membaca kasus tersebut, yang berjudul “Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya”. Adapun analisis yang dapat saya tulis yaitu sebagai bertikut.
1. Hal positif yang dapat saya ambil setelah membaca kasus tersebut adalah saya bisa mengetahui secara pasti kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste pada tahun 2013 lalu. Dan menurut saya setelah membaca kasus tersebut ada hal positif yang dapat kita petik yaitu kita dapat mengetahui kekurangan dari negara kita, atau lebih tepatnya kurangnya keamanan serta keharusan tindakan yang masih kurang optimal. Contohnya Indonesia mendapat pembelajaran bahwa kekuatan TNI yang ditempatkan di titik-titik perbatasan ternyata masih kurang dalam menghentikan konflik antarwarga perbatasan, dan keharusan menyepakati dan menegaskan perjanjian wilayah perbatasan, serta pentingnya wawasan nusantara.

2. Adapun hal yang dapat terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara yaitu, Jika negara Indonesia tidak lagi mengandung konsep wawasan nusantara, persatuan bangsa akan terpecah. Selanjutnya kedaulatan yang dimiliki negara dalam konsep bangsa menjadi hilang dan tidak ada lagi nasionalisme suatu bangsa dalam hubungannya dengan negara. Karena setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing dan tidak memikirkan persatuan bangsa, tanggung jawab terhadap negara, serta nasib sesama. Karena pada dasarnya, nusantara adalah analogi dari kata Indonesia sebagai negara. Oleh karena itu, jika Indonesia tidak lagi memiliki berwawasan nusantara, negara ini bisa dijajah bangsa lain. Bahkan bisa menjadi negara yang hancur. Ini karena tidak ada lagi persatuan di antara warga negara dan tidak adanya rasa untuk melindungi bangsa secara utuh.

3. Adapun konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti kasus pada cerita di atas yaitu, seharusnya pemerintah Indonesia dan Timor-Leste harus bekerja sama untuk menciptakan perdamaian di perbatasan agar konflik tidak meningkat apalagi sampai ketika kedua negara mengambil tindakan (perang antar negara). Pemerintah harus tanggap dengan cepat ketika masalah ini muncul agar masalah ini tidak menjadi masalah besar seperti ketika Timor-Leste akhirnya lepas dari wilayah Indonesia. Pada kasus ini wawasan nusantara berfungsi sebagai sumber untuk pengambilan keputusan atau kebijakan yang baik untuk kesejahtraan rakyat dan untuk persatuan bangsa. Sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman kita untuk belajar bagaimana membuat kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan konsep wawasan nusantara.

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Rey Gavrila Naibaho -
NAMA: Rey Gavrila Naibaho
NPM: 2215061067
KELAS: PSTI C
PRODI: Teknik Informatika

Analisis video dengan judul “GEOPOLITIK INDONESIA”

Geografi dapat diartikan sebagai sistem atau peraturan politik berupa kebijakan dan program nasional yang digerakkan oleh letak geografis suatu negara. Adapun konsep wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia, wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Masyarakat Indonesia sendiri melihat wawasan nusantara sebagai visi dan perwujudan keberagaman di Indonesia. Inti dari wawasan nusantara adalah untuk menyatukan perbedaan dan batas wilayah di seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat terwujud bangsa Indonesia yang bersatu dan utuh untuk mencapai tujuan nasional.
Maksud visi wawasan nusantara sebagai geopolitik umum Indonesia dapat di temukan dalam pembukaan UUD 1945. UUD 1945 menjelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan rakyat dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.
Selain itu terdapat 6 macam-macam teori geopolitik yaitu, sebagai berikut:
1. Teori geopolitik Friedrich Ratzel
Prinsip utama teori Ratzel, yang dikenal sebagai teori ruang, menyatakan bahwa:
a. Pertumbuhan negara mirip dengan pertumbuhan organisme, yang membutuhkan ruang hidup yang cukup untuk berkembang melalui proses kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mempertahankan hidup, pembusukan, dan kematian.
b. Kekuatan suatu negara harus mampu mempertahankan pertumbuhannya.
c. Tidak mungkin memisahkan suatu bangsa untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dari hukum alam dimana hanya bangsa-bangsa unggul yang dapat bertahan.
d. Jika ruang hidup negara tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan, ruang tersebut dapat diperluas dengan mengubah batas-batas negara secara damai atau melalui kekerasan atau perang.
2. Teori geopolitik Rudolf Kjellen
Inti dari teori Kjellen, ditegaskan dengan tegas bahwa negara dari sudut pandang geopolitik adalah organisme hidup.
3. Teori pengelolaan lahan Karl Haushofer
Karl Haushofer menjelaskan bahwa jika populasi suatu wilayah suatu negara bertambah banyak sehingga wilayah tersebut tidak dapat lagi menampungnya, maka negara tersebut harus berusaha memperluas wilayahnya sebagai ruang hidup bagi warganya.
4. Teori geopolitik Sir Halford Mackinder
Teori inti Mackinder mengadopsi "konsep teritorial" dan memunculkan Wawasan Kontinental.
5. Teori Geopolitik Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan
Teori utama kedua ahli ini mengikuti “konsep kekuatan di laut” dan mengobarkan Wawasan Maritim, yaitu kekuatan laut.
6. Teori geopolitik William Mitchell, Albert Saversky, Giulio Douhet dan John Frederick Charles Fuller
Keempat ahli geopolitik inilah yang melahirkan teori Aerospace Insight, yaitu Air Power.