NAMA : MUHAMMAD FAJAR ALFAD
NPM : 2217051148
KELAS : C
Analisis jurnal :
Analisis saya dalam jurnal "Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019", terdapat beberapa isu kritis yang mempengaruhi konsolidasi demokrasi di Indonesia menjelang pemilu tersebut. Salah satunya adalah polarisasi politik yang semakin meningkat, terutama menjelang pemilu serentak 2019. Persaingan politik yang sengit dan retorika keras dari kandidat dan partai politik dapat memperburuk polarisasi politik di masyarakat. Dampaknya adalah terjadinya pemisahan antara kelompok-kelompok masyarakat, penurunan kepercayaan publik, dan kesulitan dalam membangun dialog serta kompromi antara kelompok yang berbeda.
Jurnal tersebut juga mencatat peran penting media sosial dalam pemilu serentak 2019, tetapi juga sebagai sumber penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat merusak integritas pemilu. Penyebaran hoaks dan disinformasi ini dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kandidat dan partai politik, serta memperkeruh iklim politik yang kondusif. Oleh karena itu, penting untuk mengelola informasi secara akurat dan faktual guna menjaga integritas dan kredibilitas pemilu di era digital ini.
Tantangan lain yang diidentifikasi dalam jurnal tersebut adalah partisipasi politik yang inklusif, terutama bagi kelompok minoritas, perempuan, dan masyarakat yang marginal. Kendala-kendala yang dihadapi meliputi akses terbatas terhadap informasi, penindasan politik, diskriminasi, serta hambatan sosial dan budaya yang menghalangi partisipasi aktif mereka dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan partisipasi politik yang inklusif dan merata menjadi penting guna memastikan demokrasi yang berkelanjutan dan representatif.
NPM : 2217051148
KELAS : C
Analisis jurnal :
Analisis saya dalam jurnal "Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019", terdapat beberapa isu kritis yang mempengaruhi konsolidasi demokrasi di Indonesia menjelang pemilu tersebut. Salah satunya adalah polarisasi politik yang semakin meningkat, terutama menjelang pemilu serentak 2019. Persaingan politik yang sengit dan retorika keras dari kandidat dan partai politik dapat memperburuk polarisasi politik di masyarakat. Dampaknya adalah terjadinya pemisahan antara kelompok-kelompok masyarakat, penurunan kepercayaan publik, dan kesulitan dalam membangun dialog serta kompromi antara kelompok yang berbeda.
Jurnal tersebut juga mencatat peran penting media sosial dalam pemilu serentak 2019, tetapi juga sebagai sumber penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat merusak integritas pemilu. Penyebaran hoaks dan disinformasi ini dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kandidat dan partai politik, serta memperkeruh iklim politik yang kondusif. Oleh karena itu, penting untuk mengelola informasi secara akurat dan faktual guna menjaga integritas dan kredibilitas pemilu di era digital ini.
Tantangan lain yang diidentifikasi dalam jurnal tersebut adalah partisipasi politik yang inklusif, terutama bagi kelompok minoritas, perempuan, dan masyarakat yang marginal. Kendala-kendala yang dihadapi meliputi akses terbatas terhadap informasi, penindasan politik, diskriminasi, serta hambatan sosial dan budaya yang menghalangi partisipasi aktif mereka dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan partisipasi politik yang inklusif dan merata menjadi penting guna memastikan demokrasi yang berkelanjutan dan representatif.