Posts made by Nur Fitri Rahmadanti

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal

by Nur Fitri Rahmadanti -
Nama : Nur Fitri Rahmadanti
NPM : 2215061001
Kelas : PSTI A

Analisis soal 2

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban :
Menurut saya sistem etika dalam perilaku politik saat ini masi belum sesuai dengan pengalaman nilai-nilai pancasila. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Tanpa menelusuri kembali berita dan
sumber berita tersebut, masyarakat
justru mempercayai hal tersebut. Seharusnya sebagai insan yang berakal,
cipta, rasa, dan karsa, petunjuk sudah
diturunkan oleh kepercayaan masing-masing umat. Hal demikian telah
melanggar nilai-nilai Pancasila
khususnya mengenai nilai materiil, nilai
kerohanian, dan nilai vital yang berujung
pada pelanggaran hak manusia lainnya.
Pengamalan jiwa Pancasila yang masih
kurang ditunjukkan dengan adanya
berita-berita yang menyesatkan.


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawaban :
Kondisi yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal saya adalah masih banyak generasi muda yang tidak menerapkan pengamalan nilai-nilai pancasila. Contohnya seperti masih banyak generasi muda yang suka melebih-lebihkan informasi yang akan disampaikan kepada temannya melalui pesan langsung (Whatsapp), padahal informasi yang akan disampaikan hanya sekedar informasi biasa. Hal itu menunjukkan bahwa etika generasi muda masa kini, masih kurang mencerminkan etika dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja
mengenai berita hukum melalui sajian
gambar maupun suara tanpa terdorong
pembentukan kepribadiannya. Solusi mengenai adanya dekadensi moral saat ini yang dapat di terapkan saat ini adalah pengawasan dan perhatian orangtua. Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik generasi muda agar tidak mengalami dekadensi moral, memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda dimulai dari lingkungan keluarga agar terciptanya generasi muda yang beretika dalam menjalani kehidupan, dan meningkatkan pendidikan moral dan agama yang bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai agama yang dianut oleh kepercayaan masing-masing individu.
Nur Fitri Rahmadanti
2215061001
PSTI A

Tanggapan: adanya artikel tersebut bertujuan untuk mengenal dan memahami Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mengapa dikatakan Pancasila penting bagi negara Indonesia? Karena Pancasila dapat diimplementasi sebagai landasan negara.
Pancasila adalah dasar negara dan ideologi nasional, hal ini memiliki konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai dasar utama, dan dasar-dasar penyelenggaraan negara Indonesia. Implementasi Pancasila dapat menjadi media dan sarana interaksi yang efektif, dalam rangka merumuskan konsep sosialisasi dan implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai yang telah disepakati bersama itulah yang mewajibkan bangsa Indonesia dengan segala daya dan upaya untuk mewujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi nyata serta menghindari pemikiran dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar.
Jadi kesimpulannya, Pancasila adalah fondasi negara Indonesia untuk menjalankan kehidupan sosial dalam berbagai komunitas bidang dasar yang memiliki arti sebagai cita-cita bangsa dalam mengatur kehidupan. Penyelenggaraan negara yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat. Jika kita ingin menerapkan Pancasila dalam kehidupan kita, maka kita harus menerapkan semua sila yang terdapat pada Pancasila, karena sila-sila yang ada pada Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus menjadi warga negara Indonesia yang mempelajari dan memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Jurnal 1 & 2

by Nur Fitri Rahmadanti -
Nur Fitri Rahmadanti_2215061001_PSTI A
Analisis Jurnal

1. Judul jurnal
Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara: Implementasi Nilai-Nilai Keseimbangan dalam Upaya Pembangunan Hukum di Indonesia.
2. Kata kunci
YANG, DAN, NEGARA, PANCASILA, TIDAK, SEBAGAI, CITA-CITA, DENGAN, DALAM, BANGSA, dan INDONESIA.
3. Penulis jurnal
Muhammad Chairul Huda
4. Latar belakang masalah
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mempunyai nilai-nilai keseimbangan hukum, yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, dan nilai. Tulisan ini menyimpulkan bahwa Pancasila menjadi ideologi negara yang universal dan komprehensif yang memuat relasi hablumminallah hablumminannas, dan hablum minal alam untuk mencapai tujuan rahmatan lilalamiin.
5. Tujuan penelitian
Sebagai dasar falsafah, Pancasila memperoleh sumber nilai dalam konteks perjalanan dinamis sejarah kebudayaan bangsa. Rumusan konsepsinya benar-benar diorientasikan pada - dan sesuai -
dengan karakter bangsa. Eksistensi Pancasila adalah suatu pencapaian riil dalam tegaknya Negara
hukum. Sebaliknya, permasalahan hukum dan tidak terstruktur konstruksi hukum akan
terjadi jika tidak ada Pancasila.
6. Metodelogi penelitian
Para pendiri negara kita (Indonesia) dengan sangat bijak dan jenius mampu menyepakati pilihan yang pas tentang dasar negara sesuai dengan karakter bangsa, sangat original, menjadi sebuah negara modern yang berkarakter religius, tidak sebagai negara sekuler juga tidak sebagai negara agama.
Salah seorang intelektual dan pejabat tinggi Arab Saudi yang pernah memuji Pancasila ialah Dr. Izzat Mufti. Ketika berkunjung ke Indonesia pada tahun 1980-an, setelah mendengarkan penjelasan tentang Pancasila di Museum Satria Mandala, beliau menyampaikan pandangan menarik.
Singkat kata, Pancasila harus didiskusikan atau di dialog kan oleh
segenap elemen agar menjadi energi persatuan seluruh bangsa. Semakin besar pihak atau komponen bangsa memahami Pancasila, semakin besar pula energi yang terbentuk untuk mencapai cita-cita bersama berbangsa dan bernegara sehingga pancarannya akan menerangi masa depan bangsa dan dunia. 
Pancasila merupakan cita-cita dan rambu-rambu dalam menyelenggarakan
negara. Sejarah lahirnya Pancasila di era modern berawal dari pemberian janji
kemerdekaan kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu,
yaitu Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944. Ada tiga tokoh yang mengemukakan pandangannya tentang dasar negara, yaitu Muhammad Yamin, Soepomo dan Soekarno.
Pancasila Sebagai Sumber Filsafat Bangsa Dan Negara Indonesia:
Sebagai falsafat bangsa dan Negara, Pancasila memiliki makna bahwa segenap aspek kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan wajib mendasarkan pada lima nilai yaitu nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan.
Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara:
1). Pancasila sebagai Ideologi Negara
2). Pancasila sebagai Dasar Negara
3). Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
4). Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa
Nilai-Nilai Keseimbangan Hukum Dalam Perspektif Pancasila:
Tata hukum Pancasila adalah tata hukum Indonesia. Pengantar tata hukum Indonesia adalah sama seperti tata hukum Pancasila. Oleh karena itu, Pancasila adalah hukum tertulis di Indonesia, hukum yang hidup dan dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.
7. Hasil penelitian
Pancasila sebagai ideologi mengandung pengertian bahwa Pancasila merupakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia serta menjadi
pentunjuk dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.
Pancasila merupakan sebuah kesepakatan dan konsensus untuk membangun suatu bangsa satu negara, tanpa mempersoalkan perbedaan latar belakang yang ada, baik agama, ras, suku, budaya, bahasa dan lainnya.
8. Kelemahan penelitian pada jurnal ini yaitu:
Penulis tidak mendukung dilakukannya penelitian lanjutan, ditemukannya kesalahan dalam penulisan kata, dan pemakaian bahasa asing yang sulit dipahami seperti "...relasi hablumminallah, hablumminannas, dan hablum minal alam untuk mencapai tujuan rahmatan lilalamiin"
9. Kelebihan penelitian pada jurnal ini yaitu:
Jurnal ini melampirkan fakta-fakta yang jelas secara terperinci, penyampaian bahasa yang mudah dipahami, dan disusun secara sistematis sehingga memudahkan pembaca paham akan materi yang disampaikan pada jurnal ini.