Posts made by Devana Okta Mahdalena 2253053034

Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas: 3H

Analisis jurnal 2
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Nilai moral
Menurut Henry Hazlitt (2003:32), nilai adalah kualitas atau penghayatan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi landasan dalam menentukan perilaku seseorang. Menurut Sjarkawi, 2005:29 Nilai moral diartikan sebagai isi keseluruhan tatanan yang mengatur tindakan, tingkah laku, sikap, dan kebiasaan orang dalam masyarakat berdasarkan ajaran tentang nilai dan prinsip, aturan dan standar.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Sebagai bagian dari tanggung jawab kami
b. Terkait dengan kesadaran
c. Wajib
d. Bersifat formal
Masa kanak-kanak mempunyai ciri khas tersendiri (Isjoni, 2009: 24-26), antara lain:
a. Usia 0-1 tahun
Pada masa kanak-kanak, perkembangan fisik terjadi dengan kecepatan yang luar biasa, paling cepat dibandingkan usia-usia selanjutnya. Ciri-ciri usia bayi yang berbeda-beda antara lain: 1). Pembelajaran keterampilan motorik dimulai dengan berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan 2). Belajar menggunakan kelima indera. 3). Penelitian komunikasi sosial.
b. Usia 2-3 tahun
Pada usia ini anak mempunyai ciri-ciri yang sama dengan usia berikutnya, perkembangan fisiknya sangat pesat. Ciri-ciri yang khas pada zaman ini antara lain : 1). Anak sangat aktif dalam mengeksplorasi benda-benda disekitarnya. 2). Mulailah mengembangkan keterampilan bahasa Anda. 3). Mulai mengembangkan emosi.
c. Rentang usia 4-6 tahun
Ciri-ciri kelompok umur ini antara lain:
Mengenai perkembangan fisik, anak sangat aktif dalam beraktivitas. 2). Perkembangan bahasa ditingkatkan. 3). Perkembangan kognitif sangat pesat. 4). Bentuk permainan anak tetap bersifat individual.
Penanaman nilai-nilai moral pada masa kanak-kanak
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman nilai-nilai moral pada masa kanak-kanak dapat dilakukan dengan berbagai cara, khususnya adalah:
1. Metode Playful
Dengan metode gembira karena dengan bermain anak dapat berkomunikasi dengan orang lain. Bermain membawa kegembiraan bagi anak-anak, anak-anak dapat dengan bebas mengekspresikan imajinasinya sambil bermain.
2. Metode Bercerita
Melalui cerita, pesan atau informasi moral dapat disampaikan yang dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai moral yang diterapkan dalam masyarakat. Setelah bercerita dapat menyampaikan pesan-pesan moral seperti rendah hati, jujur, tidak membantah, menyayangi orang tua, selalu mendengarkan orang tua, tidak kasar dan tidak membentak orang tua, Sikap toleransi harus kita tanamkan pada diri setiap orang. kita, untuk membantu orang tua, saudara, sahabat, tetangga dan orang lain yang sedang kesulitan.
3. Metode Penugasan
Nilai-nilai moral yang dapat ditanamkan melalui metode penugasan individu antara lain:
a) Tanamkan kesabaran anak, ajarkan anak bertanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi tugasnya.
b) Belajar mengikuti peraturan yang telah disepakati bersama.
4. Metode percakapan
Berbicara penting bagi perkembangan anak, karena dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak dengan orang lain. Dengan berbicara banyak ilmu yang bisa disampaikan kepada anak, karena jauh di lubuk hati anak senang bertanya.
Cara Menumbuhkan Nilai Akhlak Pada Anak Sejak Prasekolah
1. Menyiapkan kegiatan pembelajaran
Menyusun kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran 
a. Menyiapkan lingkungan bermain
B. Kegiatan pembelajaran dasar
c. Kegiatan penutup
Nama : Devana Okta Mahdalena Npm : 2253053034
Kelas :3H

Analisis jurnal 1
PENANAMAN NILAI NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

membahas implementasi nilai-nilai moral dikalangan siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya nilai-nilai moral pada anak dan mengeksplorasi metode yang digunakan guru untuk menanamkan nilai-nilai moral pada siswa.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Data dikumpulkan dari wawancara terhadap 10 orang guru yang dicatat dengan menggunakan alat tulis dan elektronik. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, visualisasi data, penarikan kesimpulan/verifikasi, dan perhitungan persentase.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut menanamkan nilai-nilai moral pada siswa dengan mengintegrasikan 10 nilai moral ke dalam semua mata pelajaran yang diajarkan seperti nilai agama, nilai moral, dll. Nilai sosial, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi . , nilai kejujuran, kemandirian, nilai ketahanan, nilai tanggung jawab dan nilai apresiasi lingkungan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa memiliki hubungan yang baik dengan teman dan lebih sedikit berbohong kepada guru karena penekanan pada kejujuran. Selain itu, siswa tidak hanya memperdalam ilmu agama di sekolah tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti mengikuti kelas agama dan kelompok belajar Islam.
Yang dimaksud dengan “menanamkan nilai” atau penanaman nilai moral adalah proses penanaman atau pembinaan sifat atau perilaku penting dalam diri seseorang. Nilai-nilai tersebut membentuk pandangan dan sikap individu terhadap kehidupan serta dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Penanaman nilai-nilai moral penting dilakukan untuk mengembangkan budaya berbasis nilai-nilai tersebut di masyarakat.
Penelitian ini memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap merosotnya nilai-nilai moral pada anak dan strategi yang digunakan guru dalam menanamkan nilai-nilai moral pada siswa. Temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan nilai-nilai etika ke dalam berbagai mata pelajaran dan mendorong kegiatan ekstrakurikuler yang memperdalam ilmu agama.
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas:3H

Analisis video 2

PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH DASAR

Pendidikan moral ??
Usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap perilaku yang di lakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai nilai moral dan kebudayaan di setempat .

Tahap-tahap perkembangan moral
1. Usia 6-12 bulan
2. Usia 12-18 bulan
3. Usia 18-30 bulan
4. Usia 30-36 bulan
5. Usia 3-4 tahun
6. Usia 4-6 tahun
7. Usia 7-8 tahun
8. Usia 9-11 tahun
9. Usia 12-15 tahun
10. Usia 16-20 tahun
11. dewasa muda 20-40 tahun
12. Dewasa tengah 40-65 tahun
13. Dewasa tua 65 tahun ke atas

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam kbm di sekolah dasar
Perkembangan pribadi dan sosial anak sangat diperlukan dalam belajar anak kadang memerlukan teman untuk proses belajar tapi ada anak yang sendiri atau mandiri

Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar
Guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya mengontrol perilaku mereka sesuai dengan gender nya
Tetapi bukan hanya guru orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting .

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar
1. Hilangnya kejujuran
Ketika anak sudah terbiasa berbohong Akan membuat anak menjadi pribadi yang pembohong
Contoh nya ketika sedang ujian anak mencontek dan kerja sama dengan teman nya
Solusi nya dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri terhadap jawabannya , mengajarkan anak untuk bersikap jujur dan tidak memarahi nya
2. Hilangnya rasa tanggungjawab
Guru harus mengajarkan anak didiknya untuk memiliki rasa tanggung jawab
Contohnya ketika di berikan pr anak harus mengerjakan tidak boleh tidak di kerjakan
Solusi nya mengajarkan anak untuk bersikap tanggung jawab dari hal kecil
3. Rendah nya disiplin
Contoh ada siswa datang tidak telat waktu ke sekolah sebaiknya guru dan kepala sekolah harus tegas jika tidak tegas maka anak akan menjadi terbiasa .
4. Kurang bisa bekerja sama
Contohnya kerja kelompok
Solusi nya anak harus aktif dalam kerja kelompok jangan biarkan ada anak yang tidak aktif
5. Mengambil hak orang lain
Contohnya mencuri
Solusinya mengajarkan anak untuk menerima apa yang dia miliki dan tidak boleh mengambil hak orang lain.
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 2253053034
Kelas :3H

Analisis video 1

PENDIDIKAN MORAL TANGGUNG JAWAB DIRI DALAM KELUARGA

Tanggung jawab saya dalam keluarga
1. Mendengar nasihat ayah
Kita harus mendengar nasihat ayah karena ayah hidup lebih lama dari pada kita beliau tau mana yang baik dan mana yang buruk .
2. Membantu ibu
Kita harus bertanggung jawab dalam mebantu ibu cobtoh nya membantu cuci piring , membantu lap kaca dan sebagainya .
3. Menemani kakak
Bisa menemani kakak pergi ke warung atau kemana mana .
4. Menjaga keselamatan adik
Bermain dan jangan tinggalkan adik dalam keadaan berbahaya .

KEPENTINGAN TANGGUNG JAWAB DALAM KELUARGA
1. Hubungan keluarga menjadi erat
Jadi keluarga kita bisa jadi harmonis
2. Keselamatan keluarga terjamin
Contoh nya jika orang tua tidak ada di rumah sebaiknya rumah kita kunci agar tidak ada maling masuk
3. Meringankan tugas keluarga
Menolong nenek di dapur contohnya
4. Membanggakan keluarga
Bertanggung jawab untuk belajar rajin rajin

UJI DIRI
1. Mengapa kamu perlu melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga ?
Jawab : supaya keluarga bangga supaya hubungan lebih erat .
2. Menyatakan perasaan kamu apabila melaksanakan tanggungjawab dalam keluarga ?
Kita bangga dan merasa lega karena sudah melaksanakan tanggung jawab dengan senang hati jadi ibu bapak makin bangga sama kita.
Nama : Devana Okta Mahdalena Npm : 2253053034
Kelas :3/h
Analisis jurnal 2

Artikel tersebut membahas permasalahan degradasi moral di kalangan milenial di era digital dan upaya penanggulangannya. Penulis melakukan program pengabdian masyarakat di sebuah sekolah untuk memberikan pelatihan dan bimbingan tentang pentingnya nilai moral dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan era digital sambil menjaga integritas moral mereka. Para penulis menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program-program tersebut dan menyerukan upaya berkelanjutan untuk mengatasi degradasi moral di kalangan generasi muda .
Artikel berfokus pada berbagai topik terkait pendidikan, motivasi, lingkungan kerja, kepemimpinan, teknologi, dan degradasi moral di era digital. Artikel-artikel tersebut memberikan wawasan dan solusi untuk mengatasi masalah ini.

Dalam artikel Sunarsi (2018), motivasi relawan pendidik di pusat pembelajaran masyarakat (PKBM) dianalisis. pentingnya memahami faktor-faktor yang memotivasi pendidik untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan mereka.

Artikel lain oleh Sunarsi dan Asmalah (2018)membahas tentang pelatihan manajemen pengembangan diri bagi penerima beasiswa. Studi ini menekankan pentingnya menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan pengembangan pribadi dan keterampilan di antara penerima beasiswa.

Sunarsi dan Erlangga (2020)mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja operator pompa stasioner. Studi tersebut menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif dan lingkungan kerja yang kondusif dalam meningkatkan kinerja karyawan.

Artikel Yuangga dkk. (2017)mengeksplorasi pengaruh determinisme teknologi dan literasi teknologi terhadap hasil belajar siswa. Studi ini menyoroti pentingnya memahami peran teknologi dalam pendidikan dan kebutuhan siswa untuk mengembangkan keterampilan literasi teknologi.

Artikel-artikel tersebut juga mengangkat isu degradasi moral di era digital. Sunarsi (2020)memberikan panduan untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan guru, sedangkan Azra (2017)membahas tantangan dan peluang pendidikan Islam di era globalisasi.

Selanjutnya artikel Dharma Laksana (2020)dan Ahmad Yani Nasution dkk. (2020) [5,6] fokus pada fenomena degradasi moral di kalangan generasi milenial di era digital. Mereka mengusulkan solusi seperti memberikan wawasan keagamaan, memperkuat keimanan dan ibadah, serta mendorong penggunaan media sosial yang bertanggung jawab untuk memerangi degradasi .
memberikan kontribusi terhadap pemahaman berbagai aspek terkait pendidikan, motivasi, lingkungan kerja, kepemimpinan, teknologi, dan degradasi moral. Mereka memberikan wawasan dan rekomendasi yang berharga untuk mengatasi permasalahan ini dalam konteks yang berbeda.