Posts made by Devana Okta Mahdalena 2253053034

Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas :3H

Analisis video 3
Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

1. Kebersihan sejak dini
Di Indonesia pendidikan tentang kebersihan tidak di masukan di kurikulum sedangkan di Jepang setiap kurikulum ada pendidikan tentang kebersihan , jadi setiap siswa di Jepang punya tanggung jawab terhadap sampah .
2. Makan bareng
Pendidikan Jepang mengatur makan siswa , mulai dari menu yang di siapkan , gizi pada makanan dan cara mereka makan , makan siang disana di lakukan secara bersama sama , ini di lakukan untuk membangun hubungan positif antara sesama siswa dan guru .
3. Mata pelajaran sedikit
Pendidikan dasar di Jepang mata pelajaran tergolong sedikit dan di ajarkan di hari tertentu jadi ga ada mata pelajaran yang di ulang lagi dalam seminggu .
4. Pendidikan karakter
Pendidikan Jepang pada 3 tahun pertama mereka tidak di beri ujian karena supaya mereka bisa fokus dalam pendidikan karakter seperti sopan santun , tolong menolong , karena pemerintah Jepang percaya pendidikan karakter akan menjadi dasar yang baik dalam pendidikan .
5. Membaca dulu
Di Indonesia minat baca buku masih rendah karena tidak terbiasa membaca buku saat di sekolah , di Jepang siswa diberi 10 menit untuk membaca buku dari situ minta baca di Jepang tinggi .
6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang di mulai dari tas sampai sepatu semua sama karena agar siswa tidak ada yang minder .
7. Seragam sekolah
Kalo di Indonesia seragam ada 3 untuk seminggu tetapi di jelang cuma ada satu .
Di Jepang pendidikan nya juga ada minus nya yaitu tekanan belajar yang tinggi .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm:2253053034
Kelas:3H

POTRET PENDIDIKAN DI DUSUN TERPENCIL

para siswa sd negeri glak kabupaten sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras kelas. teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas sekolah yang terletak di kaki gunung api gone ini hanya memiliki 6 ruangan dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan 1 ruangan sebagai ruang guru . jangankan kelas perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah , setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 km guna bisa belajar di sekolah . mengalami di masa pandemi covid 19 ini ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar dari sekolah ini tak mampu melaksanakannya di wilayah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali karena itu pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah . kekurangan ruang belajar ruang kelas mengontrol dikonsumsi hujan bagaimana kalau musim hujan anak-anak yang belajar di luar tidak bisa belajar karena hujan angin . pagi juga mereka harus berteduh dibawah pohon karena panas matahari tembus langsung . harapan saya kepada pemerintah supaya pemerintah segera membangunkan satu ruang kelas supaya anak aman belajar , pihak sekolah pun berharap pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan saudara kita .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas:3H

Analisis video 1

SEPENGGAL CERITA PENGAJAR MUDA DI PELOSOK KALIMANTAN
Martencis Veronica Siregar

Waktu tempuh untuk sampai di tempat bisa sampai 7 jam perjalanan dari kota kabupaten
Anak-anak di tanjung matol masih sedikit minat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat sd , orang tua disana masih kurang sadar pentingnya pendidikan , anak perempuan disana banyak yang menikah dini , setelah lulus sd sudah ada yang melamar , tak hanya itu kurang nya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak .
Taman kanak kanak dan PAUD belum ada jadi kelas 1 sd adalah awal mereka belajar . Kepala sekolah memberi hadiah kepada siswa yang berprestasi bukan hadiah tetapi jalan jalan keluar dari tanjung matol .
Sore hari ketika sudah selesai mengajar dia mencari sayuran pakis di hutan di temani adek angkat dan teman nya , di ajak memancing oleh mama disana di dalam hutan dan di malam hari tidak ada listrik yang menerangi .
Sudah banyak perubahan yang diajarkan , anak anak mulai mengenal dunia luar juga .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas :3H

Hardskill adalah keterampilan yang dapat diukur dengan cara tertentu, seperti kemampuan teknis, pengetahuan, atau keterampilan yang spesifik dalam suatu bidang. Softskill, di sisi lain, mencakup keterampilan interpersonal, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Kriteria untuk menilai hardskill lebih objektif dan dapat diuji melalui tes atau penilaian konkret, sedangkan kriteria untuk menilai softskill seringkali lebih subjektif dan melibatkan pengamatan perilaku serta interaksi sosial. Kedua jenis keterampilan ini penting dalam dunia kerja, dan sebagian besar pekerjaan memerlukan kombinasi keduanya.
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas:3H
Analisis video 2

PENDIDIKAN MORAL ANAK SEKOLAH( PENDIDIKAN PANCASILA )

Pada video tersebut ada siswa yang bermain lempar kertas kemudian mengenai gurunya , kemudian siswa itu di suruh keluar kelas oleh gurunya . Terus waktu guru itu sudah keluar kelas di depan teras guru itu sedang berjalan dan berpas pasan dengan siswa yang tadi , dan siswa tersebut dengan sengaja menyenggol guru tersebut dan buku yang dibawa guru berjatuhan tanpa meminta maaf dan langsung berlari meninggalkan guru . Dan siswa tersebut mengajari teman yang lain nya untuk mengeluarkan baju seragam nya .
Saat di liar sekolah mereka bertemu dan mereka merokok bareng dan meminum minuman keras .
Pendidikan Pancasila mempunyai beberapa arti penting bagi peserta didik, antara lain:

1. Pembentukan karakter: Pendidikan Pancasila membantu peserta didik memahami nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip yang diperlukan untuk membentuk akhlak yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, kerjasama dan toleransi. .

2. Memahami jati diri bangsa Melalui mempelajari Pancasila siswa dapat memahami asal usul dan jati diri bangsa Indonesia, serta menghargai keberagaman budaya dan agama yang ada didalamnya.

3. Membentuk sikap demokratis: Pendidikan Pancasila membantu siswa memahami dan menginternalisasikan prinsip-prinsip demokrasi, seperti hak asasi manusia, kebebasan berpendapat dan keterbukaan.

4. Mempersiapkan diri menjadi warga negara yang baik Dengan memahami Pancasila, peserta didik dapat siap menjadi warga negara yang bertanggung jawab, peduli terhadap masyarakat dan sadar berkontribusi dalam pembangunan negara.

5. Mencegah radikalisasi dan ekstremisme: Pendidikan Pancasila dapat membantu mencegah radikalisasi dan ekstremisme dengan mengajarkan kepada siswa nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan keberagaman.

Pendidikan Pancasila berperan penting dalam melatih generasi muda memiliki kesadaran sosial, moral, dan etika yang kuat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan negara.