གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Devana Okta Mahdalena 2253053034

Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas:3H
Analisis video 2

5 MASALAH TERBESAR OADA REMAJA MASA KINI

1. Penampilan
Banyak remaja yang minder dalam berpenampilan ada yang tidak percaya diri dengan berat badan , jerawat pada wajah . Kehidupan tidak selalu dengan penampilan , jika penampilan bagus tapi atitude tidak itu juga sama saja , kita juga harus mengupgrade diri .
2. Pendidikan
Banyak kursus yang di ikuti tetapi nilai sama saja , pendidikan jaman sekarang sudah lebih canggih dari pendidikan dulu , kita harus bersyukur dan belajar , karena di luar sana banyak yang ingin belajar seperti kita dan belaja itu penting .
3. Persahabatan
Dalam memilih sahabat kita harus teliti dan mencari yang bisa membawa kita dalam kebaikan , tidak mengajak kita untuk tawuran dan bolos itu tidak baik . Dalam memilih teman kita memang harus percaya tetapi dalam memilih sahabat kita harus mencari yang baik.
4. Percintaan
Masa remaja kita akan merasakan namanya jatuh cintak tak kadang ada yang tidak di restui orang tuanya karna belum waktu nya , jadikan cinta untuk penyemangat diri kita mendapatkan prestasi di sekolah bukan malah membuat kamu tidak semangat sekolah dan suka membolos dan akhirnya mendapat rangking terakhir.
5. Percaya diri
Banyak remaja yang tidak percaya diri , tidak percaya diri akan menyulitkan kira dalam menyelesaikan masalah . Percaya diri itu di asah agar kita bisa mempunyai kemampuan .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas:3H
Analisis video 1

VIDEO ANIMASI NILAI DAN MORAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

1. Tolong menolong
Jika ada teman kita sedang kesusahan membawa sesuatu kita harus membantu nya agar meringankan barang bawaan nya .
2. Menyapa kenalan dengan bahasa yang baik
Jika kita bertemu teman yang kita kenal sebaiknya sapa dan sedikit basa basi dengan menggunakan bahasa yang baik .
3. Menghargai pendapat orang lain
Jika ada teman kita yang menyampaikan pendapat lebih baik kita menghargai pendapat nya .
4. Bertegur sapa
Jika kita bertemu teman kita jangan sombong dan tidak mau bertegur sapa harus saling bertegur sapa .
5. Mengikuti pelajaran dengan tentram
Di dalam kelas sebaiknya jika ada guru yang menerangkan kita diam dan mendengarkan dengan baik.

Contoh nilai dan moral yang tidak baik di lingkungan masyarakat
1. Mencuri
Ada dua orang yang sedang mencuri . Mencuri itu tidak baik tidak boleh di contoh .
2. Membuang sampah tidak pada tempatnya
Ada dua orang yang sedang menunggu bus di halte dan sedang makan tetapi bekas makanannya tidak di buang di tempat sampah , itu tidak baik akan membuat lingkungan jadi kotor .
3. Memandang rendah orang lain
Ada dua orang teman yang satu memakai baju bagus yang satu memakai baju sederhana , yang makan baju bagus memandang rendah baju sederhana itu baik , karena semua manusi di hadapan Allah itu sama .
4. Berkendara dengan kecepatan tinggi
Jangan membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain .
5. Membuang sampah di sungai
Ada orang yang sedang membuang sampah di sungai itu bisa menyebabkan banjir .
6. Berkelahi dengan teman dan tidak melerai teman berantam
Ada yang sedang berantem dan kita sebagai teman tidak melerainya itu tidak boleh karena akan berkelanjutan dan bisa membahayakan diri mereka .

Kesimpulan
Nilai moral adalah suatu nilai yang menjadi standar baik atau buruknya seseorang. Moral sendiri memilik makna (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Istilah moral ini sering juga disebut sebagai akhlak, budi pekerti, ataupun susila.
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 2253053034
Kelas :3H

Analisis video 4
Film Pendek Korupsi _ pendidikan anti korupsi

Hanafi seorang siswa smk , Hanafi memiliki kebiasaan buruk adalah suka membuat nota palsu .
Pada saat keluar kelas Hanafi duduk di kursi teras depan kelas dengan keadaan badan nya yang tidak enak , kemudia teman nya bayu menghampiri Hanafi dan menanyakan keadaan Hanafi , setelah itu bayu bertanya apakah di sekolah nya itu ada yang korupsi atau tidak , kemudia Hanafi bercerita kata pak ustad kalau makan hasil uang korupsi bisa menjadi penyakit di dalam tubuh , seketika Hanafi ingat dengan nota palsu dan keadaan badan nya . Hanafi pun tersadar apa yang telah ia buat dan ingin mengganti uang yang telah ia pakai dan akhirnya Hanafi mengaku pada ketua kelas dan meminta maaf atas perbuatan nya .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas:3H

Analisis jurnal 2
Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, berdasarkan nilai-nilai dasar perilaku yang secara umum diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum. Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat, dan moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Etika adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Ethos mempunyai tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Ethos yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Hal ini dalam kehidupan masyarakat, hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Teori utiliarianis adalah teori yang di populerkan oleh Bentham dalam ilmu hukum itu, yang menyatakan baik buruknya hukum terletak pada baik buruknya isi norma yang dibuat, dan baik buruknya hukum harus diukur dari baik buruknya norma hukum baru.

Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.

ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
1.Kepastian hukum
2.Keadilan
3.Kemanfaatan

Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini

Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada

Dalam kehidupan sehari-hari moral manusia akan di tempa dan diuji setiap saat dimanapun berada. Moral banyak terdapat dalam kehidupan manusia sehari- hari dan selalu dituntut untuk menggunakan moral untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Dengan menggunakan moralnya, seseorang akan dihormati dan akan timbul rasa saling menghormati satu sama lain. Oleh dan sebab itu, upaya internal mampu membangun moral sejak dini yang diharapkan kepada individu khususnya orang tua untuk lebih mendidik dan mengawasi anak untuk bersikap sopan dan satun yang menjunjung nilai tinggi moral agar tidak terjadinya pelanggaran etika di dalam masyarakat. Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm :2253053034
Kelas :3H

Analisis jurnal 1
Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Pada abad ke-21, kehidupan manusia diwarnai dengan berbagai konflik, termasuk konflik antara hak individu dan hak masyarakat secara keseluruhan. Gerakan hak-hak individu telah dikritik karena tidak mengakui potensi hak-hak individu dan tidak mengatasi permasalahan sosial yang lebih luas. Proses demokratisasi dikritik karena tidak mengatasi dinamika kekuasaan dalam masyarakat, sehingga berujung pada krisis kepemimpinan.

Konflik antara hak individu dan hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan juga dikritik karena berpotensi melemahkan kekuasaan pemerintah. Paradigma konflik sosial antara hak individu dan hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan menjadi lebih kompleks, dengan hak individu menjadi lebih negatif dan hak kolektif menjadi lebih kuat.

Analisis dan sintesis konflik-konflik ini digunakan untuk memahami hubungan antara hak individu dan hak masyarakat. Analisis terhadap hak individu dan hak kolektif telah menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hak asasi manusia dan peran masyarakat dalam membentuk masa depan.

Arti dan Isi Filsafat
Istilah "philo sophia" berasal dari kata Yunani "philein" (cinta) dan "sophia" (kearifan). Ini mengacu pada hubungan antara subjek dan objek, dan pengetahuan tentang makna tindakan. Dalam konteks ini, cinta kearifan merupakan bentuk perbuatan yang mencerminkan apsiologi perbuatan, makna, moralitas atau etika.

Arti Moral dan Etika
Moral berasal dari bahasa Latin “mos” atau “mores” dan mengacu pada prinsip benar dan salah dalam berperilaku. Dalam bahasa Indonesia, moralitas merupakan istilah yang lebih luas yang berarti keinginan atau keinginan untuk berbuat baik. Etika, yang berasal dari bahasa Yunani, adalah keyakinan atau keyakinan. Moral dan etika saling berkaitan, dimana moral bersifat universal dan etika bersifat spesifik dan konkrit. Mereka saling berhubungan, dan konflik antara prinsip-prinsip moral dan etika tidak boleh muncul.

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat
Systematika pembahasan tentang manusia dan masyarakatnya, diawali dengan pemikiran filosofis, dilanjutkan denga n pemikiran etika dalam kehidupan bermasyarakat dan etika pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Khusus mengenai pemikiran terakhir, dipandang perlu karena pendidikan adalah cara penanaman nilai-nilai moral dan etika. Pada umumnya pandangan "Timur" menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Suryomentaram (1974) mendapat bahwa manusia termasuk jenis yang berkelompok, jadi serupa dengan jenis lebah. Dalam kelompok, orang saling memberi dan mengambil kefaedahan masing-masing. Penekanan pada aspek sifat hakikat sosial tersebut, terkesan mengandung maksud agar dengan demikian bahaya individualisme dapat dihindarkan. Pandangan individualisme dinilai cenderung "merugikan" kehidupan bersama, dan individu tidak mungkin ada dan apalagi berkembang. Huijbers (1986) mengajukan seperangkat bukti bahwa peristiwa-peristiwa besar menimpa manusia sebagai pribadi individual, yang terjadi pada dia sendiri saja.

Huijbers berpendapat bahwa manusia adalah makhluk individu dan sosial, dengan individualisme dan kolektivisme menjadi dua aspek utama kehidupan manusia. Dalam masyarakat, individu berkomunikasi secara ko-eksistensial, dan ketika mereka mencapai tingkat sosialisasi tertentu, dunia menjadi satu kesatuan sosial. Namun, dalam kehidupan sosial, terdapat konflik antara prioritas individu dan prioritas sosial, yang pertama memprioritaskan individu dan yang terakhir memprioritaskan masyarakat. Veeger (1986) mengidentifikasi isu tersebut sebagai dunia Timur yang menggunakan individualisme Barat, sedangkan dunia Barat menggunakan kolektivisme Timur, dimana individu berada dalam masyarakat tanpa nilai dirinya.

Konsep masyarakat Veeger didasarkan pada gagasan bahwa masyarakat terdiri dari individu-individu yang memiliki minat, perilaku, dan pengalaman yang sama. Konsep masyarakat bukanlah suatu kesatuan yang terpisah dari yang lain, melainkan suatu kesatuan yang relasional. Merupakan organisasi sosial yang mengorganisasikan kemampuan individu untuk menjadi kekuatan sosial yang lebih besar dan efektif. Masyarakat bukan sekedar tempat berkumpul, namun sebuah proses dimana individu terlibat dalam berbagai tindakan sosial, mendorong pertumbuhan dan perkembangan individu. Oleh karena itu, suatu masyarakat harus “menjadi” dirinya sendiri.

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat
Moralitas dan etika tidak hanya hadir dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam kehidupan individu yang hidup dalam suatu masyarakat. Ketika individu menggunakan sumber daya mereka dengan bijak, mereka cenderung berada dalam ranah moral dan etika. Hal ini dikarenakan pentingnya hidup bermasyarakat didasari oleh pentingnya hidup selaras dengan lingkungan. Moralitas juga merupakan sarana untuk mengungkapkan perasaan dan keyakinan seseorang, yang dapat dipengaruhi oleh moralitas orang lain. Bukan sekedar mengungkapkan perasaan, tetapi juga menumbuhkan rasa moral dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan
Manusia mempunyai potensi bawaan, namun jika tidak bertindak adil dapat mengganggu kehidupannya. Pendidikan merupakan wujud dari potensi tersebut, yang melibatkan interaksi antara individu dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Meliputi potensi individu, serta potensi sosial, yaitu keinginan setiap orang untuk menjadi baik. Pendidikan berfokus pada tiga potensi: moral, intelektual, dan moral. Dengan memusatkan perhatian pada potensi-potensi tersebut, individu dapat mencapai kebaikan baik dalam kehidupan individu maupun sosial. Pendidikan adalah suatu sistem perubahan yang bertujuan untuk mengubah, memahami, dan memenuhi tiga potensi manusia: moral, intelektual, dan moral.