Posts made by Devana Okta Mahdalena 2253053034

Nama : Devana Okta Mahdalena Npm : 2253053033
Kelas : 2/H
POSTES

Pemilu Presiden 2019 dan Masalahnya

Sebagai pilar utama demokrasipemilu merupakan sarana dan momentum terbaik bagi rakyatkhususnyauntuk menyalurkan aspirasi politiknyamemilih wakil-wakil terbaiknya di lembaga legislatif dan presiden/wakil presidennya secara damaiKeberhasilan penyelenggaraan pemilu pemilu legislatifpemilihan kepala daerah dan pemilihan presidendan pelembagaan sistem demokrasi mensyaratkan kemampuan bangsa untuk mengelola politik dan pemerintahan sesuai amanat para pendiri bangsaMeskipun hak-hak politik dan kebebasan sipil telah dijamin oleh konstitusi serta partisipasi politik masyarakat semakin luasdi tataran empirik pemilu masih belum mampu mengantarkan rakyat Indonesia benar-benar berdaulat.

Politisasi IdentitasBerebut Suara Muslim

Pemilu serentak 2019 tak lepas dari isu politisasi identitas dan agamaFenomena politisasi identitas dan agama juga diwarnai dengan berebut suara muslim. Munculnya sejumlah isu yang oleh sebagian umat Islam dipandang merugikan mereka pada akhirnya melahirkan gerakan ijtima'ulama untuk mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. hasil ijtimayang di dalamnya terdapat representasi ulama sebagai penantang petahana- merekomendasikan Prabowo untuk memilih cawapres yang berasal dari kalangan ulama. (pasangan capres-cawapres bertipe nasionalis- agamis)Dua tokoh seperti Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera PKS)Salim Segaf al-Jufri dan ulama kondangUstad Abdul Somad muncul dalam bursa cawapres Prabowo" .

Pemilu dan Kegagalan Parpol

Pemilu bukan hanya penanda suksesi kepemimpinantapi juga merupakan koreksi evaluasi terhadap pemerintah dan proses deepening democracy untuk meningkatkan kualitas demokrasi yang sehat dan bermartabat.Dalam proses konsolidasi tersebut, parpol sebagai pelaku utama pemilu idealnya dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyedia kader calon pemimpinNamun, ketika fungsi parpol tidak maksimal. proses konsolidasi demokrasi terhambatHal ini tampak jelas dalam pemilu 2019 di mana banyak parpol gagal dalam proses kaderisasiHal ini dapat dilihat dari maraknya partai yang memilih mencalonkan kalangan selebritis sebagai calegTujuannya menjadikan selebritis tersebut sebagai vote getter partai dalam pemilu. Partai Nasdem, misalnyatercatat sebagai partai yang paling banyak mengambil artis sebagai calon legislatifnya dalam pemilu 2019 .

Pemilu dalam Masyarakat Plural

Mungkin bijak untuk memahami makna demokrasi dalam sebuah negara yang plural dan multikultural seperti Indonesiadengan mengutip teori etik filsuf Jerman. Immanuel Kant (1724- 1804) yang mengingatkan, jika dalam suatu masyarakat majemuk masing-masing kelompok mengklaim kebenaran absolut agamamoralitasatau kulturnya, yang menjadi hasil akhirnya adalah konflikDalam konteks Indonesiakiranya jelas bahwa yang dihadapi tidak hanya kemajemukan etnik dan daerahtetapi pada saat yang bersamaan adalah subbudaya etnik dan daerah yang majemuk pula.
Dalam konteks pilpres 2019 tampaknya tidak semua pihak menyadari pentingnya nilainilai budaya sendiri sebagai perisai ketahanan sosial bangsa di mana empat pilar kebangsaan Indonesia (yaitu PancasilaUUD NRI 1945. NKRIdan Bhineka Tunggal Ika) berakar dari falsafah dan sejarah hidup bangsaGambaran tersebut sangat terasa dalam pilpres 2019 di mana masyarakat cenderung mengalami pembelahan sosial yang cukup tajamPenggunaan istilah "cebong" sebagai julukan pendukung Jokowi dan "kampret" sebagai julukan pendukung Prabowo bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsaDemikian juga dengan penggunaan politisasi identitas (SARA)Sebagai sarana demokrasi rutin lima tahunanpilpres dan pileg 2019 belum disikapi secara positif dengan mengedepankan nilai saling menghargai/menghormatisaling mempercayai dan saling berempati sebagaimana tersirat dalam nilai-nilai Pancasila .
Nama : Devana Okta Mahdalena
Npm : 2253053034
Kelas : 2/H
Pretes Analisis video

Demokrasi itu gaduh , tapi kenapa bertahan dan dia anut banyak negara ??

Pernytaaan Presiden Joko Widodo
“ Yang penting situasi seperti ini jangan ada yang berpolemik dan jangan ada yang membuat kegaduhan - kegaduhan “.

Demokrasi memfasilitasi silang pendapat , demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat .
Demokrasi itu bising , berisik , demokrasi itu tempat orang berisik tempat orang ribut . Yang penting ribut nya itu masih dalam konteks porsi demokrasi yang prosedural .

Alasan kenala banyak negara memakai demokrasi adalah alasan utama nya , negara yang demokrasi nya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang . Demokrasi juga di pandang alat yang efektif mewujudkan kesetaraan , mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik . Namun bukan berati demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna .
Ada beberapa alasan yang mengemuka mengapa demokrasi dilanda krisis , mulai dari rendah nya kepercayaan terhadap politikus dan pemerintah , penurunan jumlah keanggotaan partai politik , hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan .