Nama: Alya Ananda
NPM: 2215061041
Kelas: PSTI A
Dalam video tersebut, permasalahan yang diketahui yaitu terdapat warga yang memprotes sebuah pabrik pakaian yang dikarenakan pabrik pakaian ini membuang limbahnya ke sungai dan menyebabkan sungai tercemar hingga mengeluarkan bau yang tidak sedap, kemudian ketika di wawancara, limbah tersebut di buang ke sungai di akibatkan karena pemilik pabrik tidak mengetahui cara mengolah limbah. Sebagai Warga Negara yang baik, dalam kasus ini kita dapat meilihat bahwa tindakan protes ini tidak mencerminkan nilai pancasila, dan juga apa yang di lakukan oleh pemilik pabrik juga bukan hal yang benar. Jadi disimpulkan bahwa pemilik pabrik tidak mengamalkan nilai Pancasila sila ke-2, yaitu saling menghargai satu sama lain. Pemilik pabrik memiliki sifat yang egois karena mementingkan keuntungan pribadi dan tidak memikirkan dampak yang dialami oleh warga setempat. Sehingga warga mengadakan unjuk rasa kepada aparat sekitar yang membuat pemilik pabrik pasrah dan menyetujui tindakan warga untuk menyumbat aliran limbah yang di produksi oleh pemilik pabrik. Dalam kasus ini juga sebaiknya kita melihat nilai dari sila ke-4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, artinya masalah ini dapat di musyawarahkan terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan.
NPM: 2215061041
Kelas: PSTI A
Dalam video tersebut, permasalahan yang diketahui yaitu terdapat warga yang memprotes sebuah pabrik pakaian yang dikarenakan pabrik pakaian ini membuang limbahnya ke sungai dan menyebabkan sungai tercemar hingga mengeluarkan bau yang tidak sedap, kemudian ketika di wawancara, limbah tersebut di buang ke sungai di akibatkan karena pemilik pabrik tidak mengetahui cara mengolah limbah. Sebagai Warga Negara yang baik, dalam kasus ini kita dapat meilihat bahwa tindakan protes ini tidak mencerminkan nilai pancasila, dan juga apa yang di lakukan oleh pemilik pabrik juga bukan hal yang benar. Jadi disimpulkan bahwa pemilik pabrik tidak mengamalkan nilai Pancasila sila ke-2, yaitu saling menghargai satu sama lain. Pemilik pabrik memiliki sifat yang egois karena mementingkan keuntungan pribadi dan tidak memikirkan dampak yang dialami oleh warga setempat. Sehingga warga mengadakan unjuk rasa kepada aparat sekitar yang membuat pemilik pabrik pasrah dan menyetujui tindakan warga untuk menyumbat aliran limbah yang di produksi oleh pemilik pabrik. Dalam kasus ini juga sebaiknya kita melihat nilai dari sila ke-4 yaitu kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, artinya masalah ini dapat di musyawarahkan terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan.