Kiriman dibuat oleh Muhammad Dzikri Rofa

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: Muhammad Dzikri Rofa
Kelas: PSTI A
NPM: 2255061022

Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa

Padahal, bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural, sejak awal memiliki masalah legitimasi budaya. Ketimpangan, ketidakadilan, pembangunan yang kurang adil, tirani minoritas di berbagai daerah di Indonesia justru menimbulkan konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. Kearifan lokal dapat diartikan sebagai kebijakan manusia dan sosial yang didasarkan pada filosofi, nilai, etika, adat istiadat, dan perilaku yang melembaga yang secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya secara berkelanjutan. sumber daya alam yang kaya untuk kelangsungan hidup yang berkelanjutan. Identitas juga diciptakan, bukan ditemukan, dan dibentuk oleh representasi, khususnya bahasa. Suatu bangsa dapat dengan mudah menyadari bahwa isu agama, suku dan identitas merupakan isu sensitif yang seringkali dapat dimanipulasi untuk menimbulkan respon emosional yang jika tidak diantisipasi dengan baik seringkali dapat berakibat fatal.


Pengetahuan lokal sebagai warisan budaya memainkan peran sentral dalam memperkuat identitas budaya. Penguatan identitas suatu suku bangsa atau bangsa menjadi begitu penting di era globalisasi dengan harapan agar kita tidak tercerabut dari akar budaya yang diwariskan.

Di tengah munculnya kehidupan dunia yang semakin bergerak ke arah isolasi, pemahaman lokal semakin terintegrasi dengan pemahaman nasional dan global. Dalam masyarakat Indonesia, visi persatuan adalah semangat persatuan dalam keberagaman, semangat gotong royong dengan ekspresi yang berbeda di setiap daerah, seperti z (Nias), Mapalus (Minahasa). ) dan lain-lain dapat digolongkan sebagai kekayaan budaya yang sangat penting dalam kaitannya dengan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita patut bersyukur bahwa hubungan antaretnis di NKRI tidak seburuk di banyak negara lain, namun kemungkinan konflik laten yang bersumber dari masalah ketegangan antaretnis dan antargolongan tidak dapat diabaikan. untuk mengabaikan.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: M. Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas: PSTI A


ANALISIS JURNAL

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari bahasa Sansekerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK:
1. Ketuhanan yang maha esa
Ketuhanan berasal dari kata Tuhan ialah pencipta segala yang ada dan semua makhluk. Yang maha esa berarti maha tunggal, tiada sekutu, Esa dalam Zatnya, Esa dalam sifatnya, Esa dalam perbuatannya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat yang banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sesempurna-sempurnanya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan yang berasal dari kata manusia, yaitu makhluk yang berbudi, yang memiliki Potensi Pikir, rasa karsa dan cipta. Karena Potensi manusia menduduki martabat yang paling tinggi. Dengan akal budinya manusia menjadi kebudayaan, dengan budi murninya manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma.
3. Persatuan Indonesia
Persatuan berasal dari kata Satu, yang berarti utuh tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu kesatuan. Jadi persatuan Indonesia adalah perserikatan Indonesia yang mendiami wilayah Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat keahlian dalam permusyawaratan perwakilan tangan rakyat.
Kerakyatan disebut Pula kedaulatan rakyat (rakyat berdaulat/berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hikmat keahlian berarti penggunaan rasio/akal yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dan dilaksanakan dengan sadar, jujur ​​dan bertanggung jawab serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani manusia. Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat, sehingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat/mufakat. Perwakilan adalah suatu sistem dalam arti kata cara mengusahakan serta rakyat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara, antara lain dilakukan dengan melalui basan-badan perwakilan. (Burhanudin, 1988).
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Keadilan berasal dari kata adil, yang berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang kehidupan, baik materi maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia berarti setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia, baik yang berdiam di bawah kekuatan maupun warga Indonesia yang berdiam di luar negeri. (Burhanudin, 1988).

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal-2

oleh Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: M. Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas PSTI A


Analisis soal 2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat untuk merusak keyakinan umat beragama.
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Dalam pengembangan IPTEK harus berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang.
Sila Persatuan Indonesia
Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata.
Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Pemimpin, warga negara dan ilmuan harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila yairu beriman, menjunjung tinggi HAM, memiliki rasa nasionalisme, mendengarkan orang lain khususnya bagi pemimpin supaya mendengarkan pada rakyat dan yang terakhir adil. Dengan karakter yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara , diharapkan pemimpin mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi , yaitu kepada kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat Indonesia .

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal-1

oleh Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: M. Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas: PSTI A


Analisis soal 1

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Berita tersebut membahas mengenai berita hoaks,yang dimana penyebaran hoaks tidak memandang latar belakang pendidikan.bahkan orang yang berpendidikan tinggi pun bisa saja menyebarkan berita hoaks di media social. Adapun cara mengatasi penyebaran berita hoax adalah dengan cara :
1. Tidak mudah Terprovokasi dengan Judul Berita
2. Bersikap Kritis terhadap Apapun yang Didapat
3. Selalu Utamakan Logika
4. Melakukan Konfirmasi
5. Melaporkan Konten yang Mengandung Hoax
6. Saring Sebelum Sharing
7. Tidak Mudah Percaya dengan Gambar atau Video yang Muncul di Internet.

2.Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan timbul banyak dampat negatif, seperti dekandensi moral dan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Solusinya adalah Kita sebagai manusia yang mengikuti perkembangan zaman, harus bijak dalam menggunakan media sosial. Karena jika kita salah dalam bertindak di media sosial, yang terkena dampaknya bukan hanya kita tapi juga orang lain.Untuk itu kita perlu menyaring berita berita yang kita temui di media social jangan kita terima secara mentah-mentah.Mari kita manfaatkan media sosial dengan sebaik mungkin dalam IPTEK yang semakin berkembang ini.

3.Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Untuk menanggulangi budaya konsumerisme, maka diperlukan pemahaman konsep konsumsi menurut prodi teknik informatika ,diantaranya adalah menggunakan startup ,Para startup yang tidak memiliki banyak modal untuk menginvestasikan sebuah outlet memamerkan produknya memanfaatkan tren eCommerce, pop-up market dan penjualan invidual di media sosial di kota-kota besar Indonesia.