གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Candra Alfareza

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Video-1

Candra Alfareza གིས-
Candra Alfareza
2215011061

Video tersebut berisi informasi tentang masyarakat kulit berwarna yang tinggal di sekitar pabrik yang menolak penutupan pabrik karena limbah dari pabrik tidak berada di bawah kendali pemilik dan dibuang ke sungai sehingga mencemari lingkungan. Tentunya hal ini terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi cara berpikir dan sikap masyarakat. Dalam hal ini, warna memprotes limbah karena warna sudah tahu dari pengetahuan mereka tentang dampaknya terhadap lingkungan. Sementara itu, pemilik pabrik tidak mengetahui bagaimana cara mengolah limbah pabrik agar dapat dimanfaatkan atau didaur ulang tanpa mencemari lingkungan. Pemilik pabrik harus mampu menyiasati pembuangan limbah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat melanjutkan usahanya tanpa mencemari lingkungan dan mengganggu warga sekitar. Jadi dalam hal ini sangat jelas bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi perilaku manusia.

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Jurnal

Candra Alfareza གིས-
Nama :Candra Alfareza
NPM : 2215011061
Analisis Jurnal

"Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi."


Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap manusia untuk meneliti, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia. Bangsa Indonesia yang majemuk secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nilaiPancasila harus dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga integritas masyarakat. Pelestarian nilai nilai Pancasila dilakukan lewat proses pendidikan formal, karena lewat pendidikan berbagai butir nilai Pancasila tersebut dapat dikembangkan secara terencana dan terpadu.

Dasar Yuridis
Pancasila sebagai norma dasar negara. Sila-sila Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis berkedudukan sebagai Norma Dasar Indonesia dan dalam konteks politis-yuridis sebagai Dasar Negara Indonesia. Akibat Pancasila tercantum secara legal dan konstitusional dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, secara yuridis konstitusional mempunyai kekuatan hukum yang sah, kekuatan hukum yang berlaku, dan kekuatan hukum mengikat. Dengan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat menjadi instrumen bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia.

Secara spesifik tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk :
1. Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia.
3. Membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
4. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai Pancasila.

Sikap
Sikap adalah sekumpulan respon yang konsisten terhadap obyek sosial. Dalam buku Notoatmodjo (2003, p.124) mengemukakan bahwa sikap (attitude) adalah merupakan reaksi yang masih tertutup dari seseorang terhadap obyek. Dari definisi di atas menunjukkan bahwa secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).

Ciri-ciri Sikap
Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan dalam hubungannya dengan obyeknya. Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang bila terdapat keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan perasaan, sifat alamiah yang membedakan sikap dan kecakapan pengetahuan yang dimiliki orang.

Tingkatan Sikap
Menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu:
1. Menerima. Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan(objek).
2. Merespon (responding). Memberikan jawaban.
3. Menghargai. Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
4. Bertanggung jawab (responsible).Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.

Fungsi Sikap
Menurut Katz (1964) dalam buku Wawan dan Dewi (2010, p.23) sikap mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
1. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat, Fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan.
2. Fungsi pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego.
3. Fungsi ekspresi nilai, Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
4. Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
IPTEK selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.

Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah sebagai arti dari kata science (bahasa Inggris), yang berarti pengetahuan. Secara terminologi, pengertian ilmu mencakup tiga hal, yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode untuk mendapatkan pemahaman terhadap pengertian ilmu. Sementara itu, pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah).

Ilmu terbentuk oleh aktivitas manusia yang dilakukan dengan cara atau metode tertentu sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Untuk mendapatkan pengetahuan yang sistematis, maka harus dilakukan oleh manusia yang mempunyai kemampuan rasional, melakukan aktivitas kognitif (berkaitan dengan pengetahuan) dan mempunyai tujuan keilmuan.

Secara etimologis, kata teknologi berasal dari kata techne dan logos. Techne berarti serangkaian metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek. Sedangkan logos mengacu kepada kata logi yang mengacu kepada makna tata pikir. Secara terminologi, teknologi mempunyai arti kemampuan manusia untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan alam guna kepentingan hidupnya.

Mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini. Perkembangan Iptek yang ada dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara.

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Video

Candra Alfareza གིས-
Nama : Candra Alfareza
NPM :2215011061

Iptek adalah hasil karya manusia. Iptek digunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan. Iptek memiliki dampak positif maupun negatif. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Nilai nilai yang terkandung dalam pancasila adalah hal yang penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi.
Hubungan antara IPTEK dan Pancasila adalah nilai-nilai dalam pancasila merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan IPTEK baik saat ini maupun dimasa yang akan datang.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengkomplementasikan ilmu pengetahuan untuk menciptakan keseimbangan antara rasional dan rasional akal dan kehendak. Tidak hanya menciptakan, tetapi mempertimbangkan maksud dan akibatnya.
. Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, memberikan dasar-dasar moralitas. manusia dalam mengembangkan sesuai harus bersikap beradab karena iptek merupakan hasil karya manusia yang beradab dan bermoral.
Sila Persatuan Indonesia, mengembangkan rasa nasionalisme kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia.
Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, pengembangan IPTEK secara demokratis, harus bisa menerima pendapat orang lain dan bisa untuk memimpin maupun dipimpin.
Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, perkembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan antara manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, maupun manusia dengan alam lingkungannya.

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Jurnal

Candra Alfareza གིས-
Nama : Candra Alfareza
Npm : 2215011061

Analisis jurnal yang berjudul

"PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA".

Menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui kontrol sosial melalui media massa. Karena dasar bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka cita-cita yang harus dicapai bangsa Indonesia adalah masyarakat berdasarkan Pancasila.

Karena masyarakat terus berkembang, ada kemungkinan perubahan, termasuk nilai-nilai yang ada. Karena perkembangan teknologi telah memungkinkan semua bentuk telekomunikasi terjadi dengan cara yang tidak tergantung waktu, arus filosofis, ideologis, dan budaya mudah dipahami oleh berbagai kelompok orang dan melekat pada nilai-nilai mereka.

Pengertian media massa berasal dari kata 'media' yang berarti alat atau sarana. Kata "massa" berarti agregat, majemuk, terbuka. Istilah 'media massa', di sisi lain, menyarankan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan berita kepada masyarakat luas. Sebuah badan yang disebut pers bertanggung jawab atas penyebaran konten media massa di media. Pengertian pers dapat digambarkan secara sempit dan luas, seperti yang dijelaskan oleh Oemar Seno Adji. Yaitu :
a. Berita dalam arti penyiaran pemikiran, berita dalam kata-kata tertulis.
b. Pelaporan secara luas mencakup semua media massa komunikatif yang menyampaikan pikiran dan perasaan baik dalam bahasa tulis maupun lisan. Penggunaan Media Massa
berarti penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik
, untuk tujuan tertentu. Penggunaan media massa dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu media cetak dan media elektronik. Pengaruh media massa dalam kehidupan sehari-hari saat ini, seperti iklan di persimpangan jalan, layar informasi di lampu lalu lintas, surat kabar dan majalah.

Asal usul Pancasila dalam arti pandangan hidup adalah dalam falsafah hidup. Pancasila dalam pengertian ini mengandung nilai. Ini berarti kriteria dimana sesuatu dinilai sebagai benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro
menguraikan nilai Pancasila dengan mengelompokkannya ke dalam kategori, yaitu :
1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia;
2. Nilai-nilai spiritual, segala sesuatu yang berguna secara spiritual bagi manusia.

Sebagai dasar provinsi Pancasila. Dari sudut pandang itu, nilai-nilai Pancasila merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila
dapat ditemukan melalui intisari isi Pancasila :
1. Esensi pertama, sifat Tuhan, ditemukan dalam pernyataan seperti causa
prima.
2.Esensi kedua, yaitu
kemanusiaan. Menurut Noto Negoro, kodrat manusia dibagi menjadi dua teori: monisme dan monisme.
Monodualisme mengajarkan bahwa manusia
terdiri dari dua prinsip. Pluralisme kesatuan, di sisi lain, mengajarkan bahwa manusia terdiri dari banyak prinsip yang menjadi satu. Misalnya jiwa-tubuh, individu – sosial, mandiri – sebagai makhluk Tuhan.
3. Esensi ketiga, atau
satu esensi. Kata "satu" berarti
yang tidak dapat dibagi lagi menjadi
4. Esensi keempat, bangsa, berarti negara, rakyatnya, rakyat jelata atau rakyat jelata.
5. Esensi kelima adalah esensi keadilan: keadilan, perlakuan yang tidak setara, atau perlakuan yang sama.

pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Hal ini seperti dirumuskan dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu Fungsi Pers Nasional adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.

Peranan pers atau juga media massa sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa Pers Nasional akan melaksanakan peranan sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi hak masyarakat.
2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi.
3. Mengembangkan pendapat umum.
4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran.
5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Media massa dalam konteks kontrol sosial, berdasarkan sebuah penelitian, berita hukum memiliki klasfikasi tersendiri untuk yang akan dimuat atau ditayangkan. Peristiwa-peristiwa yang berkaitan. dengan hukum yang biasanya dimuat di media massa terbatas antara lain:
1. Melibatkan tokoh atau orang terkenal.
2. Berkaitan dengan skandal hukum.
3. Pertama kali terjadi.
4. Memiliki problem hukum.
5. Proses pembuatan undang-undang.
6. Melihat penerapan undang-undang baru.
7. Perselisihan antara lembaga hukum.
8. Pemilihan petinggi hukum.
9. Kisah-kisah pencari keadilan
10. Berkaitan dengan lembaga hukum atau aparat hukum.

Permasalahan yang sering ditemui adalah, karena mengejar tenggat waktu dan kurangnya pemahaman akan etika pemberitaan maka konstruksi berita hukum menjadi berlebihan dan tidak memberikan edukasi. Selain memberikan pelatihan ulang kepada sumber daya manusia di dalam media
massa, pengawasan kepada media massa terhadap konstruksi pemberitaan dilakukan oleh Komisi Penyiaran Independen.

PANCASILA TEKNIK SIPIL C -> Forum Analisis Soal

Candra Alfareza གིས-
Nama : Candra Alfareza
Npm : 2215011061

A. mengawasi sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab:
Sistem etika perilaku politik saat ini masih banyak yang tidak sesuai dengan nilai nilai yang berkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai dasar falsafah Bangsa Indonesia mempunyai nilai yang sangat fundamental. Di Indonesia ini masih banyak terjadi penyimpangan sistem etika perilaku politik terhadap nilai nilai yang berkaitan dengan Pancasila. Contohnya berkaitan dengan Pemilihan Umum. Pada dasarnya, pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Namun dibalik itu semua, masih banyak pihak yang melakukan penyimpangan. Banyak para elit politik yang hanya mengejar popularitas dan kekuasaan politik semata. Banyak yang hanya memberikan janji janji untuk memikat suara rakyat menjelang pemilihan. Dan saat ini pun terbukti, banyak elit politik yang tidak menepati janjinya jika ia terpilih menjabati kekuasaannya. Selain itu, terdapat juga istilah Money Politic. Tindakan tersebut tentu tidak bermoral dan melanggar etika politik nilai nilai Pancasila. Hal ini yang kemudian mencerminkan tentang penyimpangan terhadap etika politik. Saat ini juga banyak para pemegang jabatan yang terlibat bahkan tersandung kasus korupsi. Sikap dan perbuatan dari para politikus juga menjadi tolak ukur dalam melihat etika perpolitikan. Khususnya untuk para pemangku jabatan pemerintahan maupun wakil rakyat.
Hal tersebut jauh dari nilai nilai pancasila, yaitu :
1. Nilai Ketuhanan
2. Nilai Kemanusiaan
3. Nilai Persatuan
4. Nilai Kerakyatan
5. Nilai Keadilan
Dari kelima nilai pancasila dapat ditarik kesimpulan bahwa politik akan berjalan dengan baik dan menghasilkan kerja baik jika mengacu pada nilai nilai pancasila.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang terjadi saat ini!
Jawab:
Etika generasi muda disekitar tempat tinggal saya cenderung berbeda beda bebrapa dari mereka memiliki sikap yang kurang baik namun tidak sedikit pula yang memiliki sikap yang baik dan sesuai dengan etika bangsa indonesia, sikap saling tolong menolong, nasionalis dan sopan santun masih sangat amat terlihat jelas di lingkungan sekitar saya, namun karena beberapa oknum memang masih bertindak tidak sebagaimana mestinya dikhawatirkan dapat menimbulkan stigma buruk masyarakat luar terhadap lingkungan saya, oleh karena itu hal tersebut perlu dan harus untuk ditanggulangi.
beberapa hal yang perlu dilakukan adalah
1. meyadarkan oknum, karena melakukan tindakan sedemikian rupa dan terkonsep tidak akan berhasil apabila pada "oknum" ini tidak sadar akan tindakan yang mereka lakukan, hal terpenting dalam mengubah seseorang adalah dirinya sendiri
2. mencoba untuk memahami kenapa beberapa orang ini melakukan sikap tersebut
3. mencoba untuk mendorong mereka untuk mengamalkan nilai nilai pancasila sebagaimana mestinya
4. pemberian sanksi, hal ini juga bisa menjadi efektif apabila penerapanya dapat dilakukan dengan baik dan benar