NAMA: DEN MUHAMMAD WYZDAN ALFARIZY
NPM: 2215061003
KELAS: PSTI C
PRODI: TEKNIK INFORMATIKA
Analisis Soal
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel tersebut membahas situasi penegakan HAM di Indonesia pada tahun 2019, menyoroti tantangan seperti pelanggaran HAM masa lalu dan konflik sumber daya alam. Namun, terdapat perkembangan positif, antara lain komitmen Indonesia untuk meratifikasi konvensi HAM internasional dan kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap pemerintah. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang situasi dan menginspirasi harapan untuk perbaikan melalui reformasi pemerintah dan partisipasi masyarakat sipil.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai budaya dan tradisional negara, menekankan keragaman, konsensus, dan menghormati semua pendapat. Demokrasi yang berlandaskan Ketuhanan berarti bahwa kompleksitas sistem dan perilaku pemerintahan harus sejalan dengan prinsip-prinsip ketuhanan negara. Demokrasi di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan tidak boleh bertentangan dengannya. Prinsip demokrasi di Indonesia berakar pada Ketuhanan, menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam penyelenggaraan negara dan masyarakat. Hal ini mencerminkan keharmonisan antara sistem demokrasi dan nilai-nilai agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. Demokrasi di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan tidak boleh bertentangan dengannya.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya sejalan dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai HAM. Meskipun telah ada perbaikan, masih ada tantangan seperti pelanggaran hak asasi manusia, pembatasan kebebasan berekspresi, dan akses yang tidak merata terhadap keadilan dan layanan publik. Penting untuk mengatasi masalah ini dan berjuang menuju demokrasi yang benar-benar menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sebagai warga negara yang peduli, saya akan memanfaatkan hak-hak dan kewajiban saya sebagai warga negara untuk tetap mengakui kepentingan saya, berpartisipasi dalam proses politik, dan melibatkan diri dalam gerakan sosial yang memperjuangkan perwakilan yang lebih baik dan akuntabilitas politik.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Kehadiran kekuatan karismatik yang berakar pada tradisi atau agama dapat menimbulkan ancaman terhadap hak asasi manusia dengan disalahgunakan untuk menindas dan melanggar hak-hak individu. Di era demokrasi, hubungan antara kekuatan karismatik, loyalitas emosional, dan hak asasi manusia bisa menjadi kompleks. Sementara demokrasi mengakui dan menghormati hak asasi manusia sebagai prinsip fundamental, konflik dapat muncul ketika mereka yang memiliki kekuatan karismatik menggunakan pengaruhnya untuk membatasi atau melanggar hak asasi manusia dengan kedok tradisi atau agama. Penting bagi lembaga untuk memantau dan menegakkan hak asasi manusia dan keadilan dalam situasi seperti itu.