Kiriman dibuat oleh Della Agustin

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Della Agustin -
Nama : Della Agustin
NPM : 2215061116
Kelas : PSTI - D
Prodi : Teknik Informatika

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Secara keseluruhan, isi artikel menyoroti tantangan yang masih dihadapi Indonesia dalam penegakan HAM, seperti pelanggaran HAM yang belum diselesaikan, pembatasan kebebasan, diskriminasi gender, dan penjatuhan hukuman kejam. Namun, terdapat juga beberapa upaya positif yang dilakukan, seperti reformasi, ratifikasi perjanjian HAM internasional, dan perlawanan masyarakat terhadap pelanggaran HAM.
Setelah membaca artikel ini, hal positif yang dapat diperoleh adalah kesadaran tentang tantangan yang masih dihadapi dalam penegakan HAM di Indonesia. Artikel ini memberikan informasi mengenai isu-isu yang perlu diperhatikan dan diperbaiki, serta menggarisbawahi langkah-langkah positif yang telah dilakukan. Hal ini dapat memicu diskusi dan kesadaran lebih lanjut tentang pentingnya penegakan HAM dan mendorong upaya perbaikan lebih lanjut di masa depan.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Indonesia sudah melakukan hal yang bagus karena menggunakan demokrasi yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat indonesia karena demokrasi didasarkan pada kesepakatan mayoritas sehingga dengan adanya nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia dapat menghasilkan demokrasi yang baik karena masyarakat jadi lebih mudah mengimplementasikan demokrasi yang telah diambil dari nilai adat istiadat/budaya setempat.
Dengan diterapkannya demokrasi yang berketuhanan yang Maha Esa di Indonesia, berarti adanya pemahaman yang toleran dan inklusif terhadap keberagaman agama dan budaya yang mana tetap harus dijunjung tinggi dalam demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa. Secara keseluruhan, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia dengan prinsip-prinsip demokrasi. Prinsip ini menekankan persatuan dalam keragaman, menghormati keberagaman agama, dan mengaitkan moralitas dengan politik.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Dalam praktisasi di indonesia tidak sepenuhnya sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Praktisasi yang sesuai di mana setiap warga negara berhak untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Dalam mencalonkan diri ini tidak lagi memperhatikan gender baik pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama dalam hal ini. Dalam praktik yang tidak sesuai contohnya ternyata masih banyak di luar sana pihak yang menjabat hingga beberapa periode atau bahkan meneruskan kekuasaannya kepada keluarga. Tentu ini merupakan sebuah penyelewengan terhadap hak asasi manusia.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Hal ini membuat saya dan masyarakat Indonesia tentu akan kehilangan kepercayaan pada wakil rakyat. Tentu akan enimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia tentang siapa yang dapat dipercaya untuk menampung aspirasi dan keluh kesah mereka, jika wakil rakyat yang mereka pilih sendiri pun mengkhianati mereka.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pendapat saya terkait pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas adalah sangat negatif. Tindakan semacam ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi. Dalam demokrasi dewasa saat ini, setiap individu memiliki hak asasi manusia yang harus dihormati dan dilindungi oleh pemerintah dan lembaga-lembaga negara. Hak asasi manusia meliputi hak-hak dasar seperti kebebasan berpendapat, beragama, berserikat, dan kebebasan dari perlakuan diskriminatif atau penindasan. Pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan kharismatik untuk memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat seringkali melanggar hak asasi manusia dengan cara-cara seperti penganiayaan, penangkapan sewenang-wenang, atau pembatasan kebebasan berpendapat dan berserikat. Mereka dapat memanfaatkan sentimen agama atau tradisi untuk mengendalikan opini dan tindakan masyarakat

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Della Agustin -
Nama: Della Agustin
NPM: 2215061116
Kelas: PSTI D
Prodi: Teknik Informatika

Analisis Jurnal “PENEGAKAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN NEGARA.”
Berdasarkan isi jurnal tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa penegakan hukum di Indonesia adalah salah satu permasalahan yang mendapatkan perhatian khusus dari presiden hingga saat ini, berbagai kebijakan pada bidang hukum menjadi prioritas utama dalam rangka penegakan hukum. Presiden telan melakukan berbagai upaya untuk menehakkan hukum di Indonesia dengan berbagai cara, seperti contohnya presiden kini tengah guat membentuk lembaga lembaga Hukum sebagai upaya menghapuskan pungli di area pelayanan publik. Hal ini menunjukan Presiden serius dengan proses penegakan hukum, sebagai bagian dari good governance. Namun, hingga saat ini hukum yang digadang gadang belum dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, terbukti dengan masih banyaknya angka pelanggaran, seperti kriminilitas, narkoba, korupsi, asusila dan permasalahan hukum lainnya seperti pungutan liar yang kian menerpa bangsa ini. Penulis menunjukkan bahwa konflik penistaan agama tidak hanya merupakan masalah hukum, tetapi juga merupakan masalah sosial yang kompleks. Oleh karena itu, penegakan hukum yang efektif memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat, termasuk lembaga-lembaga agama, media, dan masyarakat sipil. Penulis juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang kebebasan beragama dan toleransi dalam masyarakat, serta pentingnya dukungan pemerintah dalam menjamin kebebasan beragama bagi seluruh warga negara. Dalam kesimpulannya, penulis menyatakan bahwa penegakan hukum dan perlindungan negara yang efektif dalam kasus penistaan agama memerlukan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk negara, masyarakat sipil, dan lembaga-lembaga agama, serta pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang kebebasan beragama dan toleransi di masyarakat.

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Della Agustin -
Nama: Della Agustin
NPM: 2215061116
Kelas: PSTI D
ProdiI: TEKNIK INFORMATIKA

Analisis Soal 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Setelah membaca artikel "Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya", saya merasa bahwa artikel ini memberikan gambaran yang jelas dan terperinci tentang konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan upaya yang telah dilakukan untuk menyelesaikannya. Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa konflik komunal di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste terutama disebabkan oleh perbedaan etnis dan agama, serta sengketa atas tanah dan sumber daya alam. Konflik ini telah menimbulkan kekerasan dan ketegangan di wilayah tersebut, yang berdampak pada kehidupan masyarakat yang tinggal di perbatasan. Namun, artikel tersebut juga membahas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Timor Leste, serta organisasi masyarakat sipil, untuk menyelesaikan konflik tersebut. Misalnya, melalui dialog antar kelompok, penyelesaian sengketa melalui hukum dan mekanisme pengadilan, dan program-program yang mempromosikan perdamaian dan toleransi antar agama dan etnis.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut pendapat saya, jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia mungkin akan menghadapi tantangan seperti konflik antarwilayah yang lebih sering terjadi, kesulitan dalam menjaga integritas dan kedaulatan wilayah, kurangnya koordinasi dan kerjasama antara pulau-pulau dan daerah-daerah yang terpencil, serta potensi ketidakseimbangan pembangunan di seluruh negeri. Konsepsi wawasan nusantara memberikan kerangka kerjasama dan persatuan antara berbagai wilayah di Indonesia, mempromosikan kebhinekaan, dan menghargai kepentingan bersama untuk mencapai stabilitas dan kemajuan yang lebih besar.
3. Bagaimanakah konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Konsep wawasan nusantara sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik di Indonesia. Hal ini karena konsep wawasan nusantara menekankan pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia di atas perbedaan suku, agama, dan budaya. Konsep wawasan nusantara juga mengajarkan pentingnya kerjasama dan toleransi antar bangsa dalam wilayah nusantara, sehingga dapat menghindari konflik yang disebabkan oleh perbedaan atau persaingan antar wilayah. Dengan memahami dan mengamalkan konsep wawasan nusantara, Indonesia dapat mencegah timbulnya konflik dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa.