Kiriman dibuat oleh Cynthia Irene Zhu 2218011156

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Cynthia Irene Zhu 2218011156 -
Nama: Cynthia Irene Zhu
NPM: 2218011156
Kelas: B (Genap)

Jurnal ini membahas tentang demokrasi sebagai wujud nilai sila keempat Pancasila dalam pemilukada di Indonesia.

Pemilu menjadi jembatan untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari karena pemimpin diseleksi dengan secara ketat dengan harapan dipimpin oleh pemimpin yang kompeten. Pemilu merupakan cerminan dan perwujudan dari sila keempat Pancasila. Belum tecerminnya demokrasi dalam pemilu menimbulkan berbagai macam konflik.

Penerapan nilai-nilai Pancasila silai keempat dalam pilkada dibutuhkan untuk menyelenggarakan musyawarah untuk mencapai mufakat demi kepentingan bersama. Keputusan yang telah dicapai haruslah dihargai dan dilaksanakan dengan baik. Masalah yang terjadi dalam pilkada yang paling fundamental adalah kampanye. Dalam praktik kampanye sering kali tidak disertai dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab yang menimbulkan masalah pada masa mendatang dan dapat merusak demokrasi. Pancasila hadir untuk mengurangi gesekan sosial yang terjadi akibat kampanye oleh partai politik. Drngan jiwa demokratis, masyarakat akan menerima pemerintah daerah yang terpilih.

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Cynthia Irene Zhu 2218011156 -
Nama: Cynthia Irene Zhu
NPM: 2218011156
Kelas: B (Genap)

Jurnal ini membahas tentang demokrasi Indonesia melalui fenomena pilpres 2019 yang merupakan salah satu sarana untuk memilih pemimpin secara demokratis.

Ada beberapa permasalahan yang disorot oleh jurnal ini dalam pemilu presiden 2019. Pertama, politisasi identitas: berebut suara muslim. Adanya isu gerakan ijtima ulama yang merugikan sebagian besar umat muslim. Namun, isu ini yang disebut sebagai dikotomi santri-abangan sudah semakin kurang relevan.

Kedua, pemilu dan kegagalan partai politik. Fungsi parpol sudah tidak maksimal, proses konsolidasi demokrasi terhambat. Parpol cenderung menggunakan pesta demokrasi ini sebagai alat untuk memperjuangkan kekuasaan dan kepentingannya sendiri sehingga kepercayaan massa kepada parpol semakin menurun.

Ketiga, pemilu dalam masyarakat plural. Masyarakat cenderung mengalami pembelahan sosial yang tajam. Contohnya, penggunaan kata "cebong" dan "kampret" yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Terakhir, pemilu dan politisasi birokrasi. Ketidaknetralan birokrasi dalam pemilu berakibat pada lemahnya legitimasi kinerja pemerintah, penyelenggara pemilu, dan hasilnya. Birokrasi cenderung digunakan sebagai alat untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.