གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Shella Priscillia 2253053054

Nama : Shella Priscillia
NPM : 2253053054

ANALISIS VIDEO 3

Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

Perbedaan pendidikan dasar Jepang dan Indonesia

1. Kebersihan sejak dini
Kebiasaan nyampah di Indonesia terjadi karena kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik tidak diajarkan di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Berbeda dengan Jepang, kurikulumnya mengharuskan semua siswa bertanggung jawab atas kebersihan.
2. Makan bareng
Di Indonesia, banyak beraneka ragam kantin di sekolah. Sedangkan di Jepang, sekolah menyiapkan makanan untuk di makan bareng antara guru dan siswa sehingga tercipta hubungan yang erat.
3. Mata Pelajaran Sedikit
Indonesia dikenal memiliki mata pelajaran yang banyak, sedang di Jepang untuk sekolah dasar mata pelajaran yang di ajarkan terbilang sedikit dan hanya di ajarkan di waktu tertentu saja.
4. Pendidikan Karakter
Pendidikan di Indonesia identik dengan ujian yang dimana menjadi syarat untuk kenaikan kelas. Sedangkan di Jepang sistem ujian tidak diberlakukan di sana. Pada 3 tahun pertama, mereka akan lebih ditekankan mengenai pendidikan karakter, seperti sopan santun, tolong menolong dan pendidikan karakter lainnya. Karena pemerintah Jepang percaya, pendidikan karakter dapat membantu sistem pendidikan di jepang nantinya.
5. Membaca dulu
Indonesia memiliki minat baca yang rendah, yang disebabkan karena kurang dibiasakan untuk membaca buku di sekolah.
Sedangkan jepang, membiasakan para siswa untuk membiasakan membaca selama 10 menit, itu sebabnya mereka memiliki minat baca yang tinggi.
6. Perlengkapan sekolah
Di indonesia, tidak terlalu memperhatikan perlengkapan sekola siswa. Siswa mengenakan perlengkapan yang berbeda.
Sedangkan di jepang, perlengkapan sekolah sangat diperhatikan, siswa mengenkan perlengkapan yang sama agar tidak menimbulkan kesenjangan.
7. Seragam Sekolah
Di indonesia memiliki banyak seragam sekolah.
Sedangkan di jepang, siswa hanya memakai satu seragam sekolah.
Nama : Shella Priscillia
Npm : 2253053054

ANALISIS VIDEO 4

Film pendek korupsi Pelajar Anti Korupsi

Hanafi seorang pelajar SMK 3 Wonosari di mintai tolong oleh temannya untuk mem-fotocopy tugas, jumlah biaya yang dikeluarkan untuk fotocopy tersebut sebesar 5 ribu tetapi hanafi menulis pada noto kosong sebesar 10 ribu, itu merupakan kebiasan hanafi membuat nota palsu.

Lalu pada saat jam istrihat hanafi, teman hanafi membahas tentang korupsi dan memberitahukan omongan ustadnya bahwa "jika makan hasil korupsi nanti akan menjadi penyakit dalam tubuh kita". Setelah pembicaraan tersebut hanafi mulai sadar bahwa perbuatan dia salah dan dosa karena dia juga mulai merasakan kurang enak badan, hanafi harus jujur serta mengakui, dan menganti uang yang diambil/pakai. Pada akhirnya hanafi jujur dan akan mengembalikan uang yang dia ambil/pakai.
Nama : Shella Priscillia
NPM : 2253053054

ANALISIS VIDEO 2
Potret Pendidikan di Desa Terpencil

Para siswa SD Negeri 2 Glak, kabupaten Sikang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Sekolah yang terletak di daerah terpencil itu terpaksa harus melakukan kegiatan pembelajaran di teras kelas karena tidak memiliki ruang kelas. Sekolah tersebut hanya memiliki 6 ruangan, yang dimana 5 ruangan dipakai untuk ruang belajar, dan 1 ruangan untuk ruang guru. Meskipun begitu, para siswa tetap bersemangat bersekolah, mereka rela berjalan kaki sejauh 2 km guna belajar di sekolah. Di masa pandemi covid 19, ketika pemerintah mengaktifkan belajar daring, sekolah ini tidak dapat melaksanakannya karena belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali dan terpaksa tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Pihak sekolah berharap pemerintah dapat membuka mata dan melihat keadaan mereka dengan meyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Nama : Shella Priscillia
NPM : 2253053054

ANALISIS VIDEO 1
Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan

Martencis Veronica Siregar merupakan seorang pengajar muda dari gerakan indonesia mengajar yang di tempatkan di desa Tanjung Matol, Kalimantan Utara, sebelumnya ia adalah seorang relawan peduli HIV/AIDS di Jayapura, Papua. Selama 6 bulan ia mengajar kelas 1 SD dan mengajar les bagi anak kelas 6 SD. Anak-anak disana memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan yang rendah, dikarenakan banyaknya orang tua yang kurang sadar terhadap pentingnya pendidikan, hal tersebut juga menyebabkan maraknya pernikahan dini yang dialami oleh anak-anak perempuan. Taman kanak kanak atau PAUD belum masuk di ke desa Tanjung Matol, jadi kelas 1 adalah awal dari jalan panjang menempuh pendidikan di desa tersebut.

Martencis mengajar di SDN 11 Sembangkung sejak akhir desember 2016. Taman kanak-kanak atau Paud belum masuk ke desa tanjung matol, jadi kelas 1 adalah jalan panjang menuju pendidikan. Tantangan martensis dalam mengajar adalah bagaimana cara menggunakan metode belajar yang menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tetap kondusif, baik didalam kelas maupun diluar kelas.

Kepala sekolah memberi hadiah kepada siswa berprestasi berupa perjalanan keluar tanjung matol cuma-cuma untuk memotivasi anak-anak agar rajin belajar serta membuka wawasan baru terutama cerita dunia luar. Sudah banyak perubahan terhadap anak didik tentang dunia bukan hanya lingkungan sekitar.
Nama: Shella Priscillia
NPM: 2253053054

ANALISIS JURNAL 1

Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Nama Penulis : Suparlan Suhartono

Dalam analisis tersebut terdapat penekanan pada pentingnya kesadaran moral dan etika dalam perilaku individu untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan individualisme dan kolektivisme dalam masyarakat.
Selain itu, terdapat pemahaman bahwa keberadaan masyarakat bergantung pada hubungan ko-eksistensial antar pribadi individu, di mana setiap individu berkomunikasi secara ko-eksistensial untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan bermasyarakat memerlukan kesadaran akan terjadi secara relatif antara individu dan masyarakat, serta perlunya organisasi sosial sebagai sarana manajerial untuk mengorganisirkemampuan bersama Dari segi etimologis, filsafat perilaku (moral) atau etika dipandang sebagai model bangunan kerangka berpikir yang memberikan pengetahuan mendalam mengenai sifat hakikat obyek untuk melakukan kebaikan terhadap obyek.
Dengan demikian, pemikiran ini menekankan pentingnya pengetahuan yang mendalam dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif dalam masyarakat.

Terlihat bahwa pemikiran ini menggambarkan kesadaran moral, etika, dan pengetahuan mendalam mengenai sifat hakikat obyek dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif dalam masyarakat. Metode analisa dan sintesa digunakan dalam pemikiran ini, dengan mengurai obyek materi pemikiran untuk kemudian dirajut kembali menjadi suatu bentuk pengetahuan baru