གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Celda Vahleviana 2213053286

Nama : Celda Vahleviana
NPM : 2213053286
Kelas : 2A

Analisis Video "Perkembangan Demokrasi di Indonesia"

Indonesia merupakan negara demokrasi, demokrasi menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat.

Perkembangan demokrasi di Indonesia:
1. Perkembangan demokrasi pada masa revolusi kemerdekaan.
Pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan (1945-1949), pelaksanaan demokrasi sangat terbatas. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh Soekarno selaku presiden yang membentuk sendiri kabinetnya. Sementara di unsur legislatif, Indonesia belum memiliki DPR. Fungsi legislatif diemban oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang membantu presiden.
2. Perkembangan demokrasi parlementer.
Demokrasi parlementer dimulai ketika Indonesia resmi menjadi negara merdeka hingga berakhir di tahun 1959. Demokrasi parlementer adalah sistem demokrasi yang menempatkan parlemen sebagai bagian fundamental di pemerintahan. Akan tetapi, konsep demokrasi ini dianggap kurang cocok untuk Indonesia.
Demokrasi parlementer dengan banyak partai justru menimbulkan ketidakstabilan politik. Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet. Tercatat ada tujuh kabinet pada masa ini. Kabinet jatuh bangun karena munculnya mosi tidak percaya dari partai lawan.
3. Perkembangan demokrasi terpimpin.
Pada masa Demokrasi Terpimpin, kekuasaan presiden sangat besar sehingga cenderung ke arah otoriter. Akibatnya sering terjadi penyimpangan terhadap UUD 1945. Soekarno dengan konsep Demokrasi Terpimpinnya menilai Demokrasi Barat bersifat liberal dan tidak dapat menciptakan kestabilan politik, menurutnya penerapan sistem Demokrasi Barat menyebabkan tidak terbentuknya pemerintahan yang kuat untuk membangun Indonesia.
Pada masa ini diwarnai tolak ukur yang sangat kuat antara tiga kekuatan politik yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.
4. Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru.
Banyak sekali batasan dalam pelaksanaan demokrasi pancasila era orde baru oleh sebab itu lebih dikenal dengan sebutan demokrasi perwakilan, visi utama pemerintahan Orde Baru ini adalah untuk melaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 secara murni dan konsekuen dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Namun tiga tahun berjalan banyak masalah yang terjadi seperti dominan peranan ABRI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pembatasan peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik, dan masa mengambang, monolitisasi, ideologi negara, dan inkorporasi lembaga non pemerintah.
5. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi (1998 sampai sekarang).
Demokrasi yang diterapkan Negara kita pada era reformasi ini adalah Demokrasi Pancasila, dengan karakteristik yang berbeda dengan Demokrasi Pancasila yang diterapkan pada masa orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi perlementer tahun 1950-1959. Pada masa reformasi ini, demokrasi sudah lebih terjamin dan dapat dilaksanakan oleh semua golongan masyarakat.
Bukti perkembangan yang signifikan pada demokrasi di era reformasi ini ditandai dengan banyak munculnya partai politik, kemerdekaan pers, terselenggaranya pemilu yang demokratis, adanya otonomi daerah, hingga pembebasan narapidana politik dan tahanan politik.
Nama : Celda Vahleviana
NPM : 2213053286
Kelas : 2A

Analisis Jurnal Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019.

Jurnal tersebut membahas tantangan konsolidasi demokrasi dalam pemilu presiden (pilpres) 2019, yang mana indonesia masih mengalami banyak masalah dalam demokrasi ini. Pada pemilu tahun 2019 ini pemilu presiden memiliki konstelasi politik yang lebih menyita perhatian publik, dimana ada dua kubu politik yang kuat dan memanas yang tentu cenderung semakin mempertajam timbulnya
pembelahan sosial dalam masyarakat. Jurnal tersebut melihat demokrasi
Indonesia melalui fenomena pilpres 2019 yang merupakan salah satu sarana untuk memilih pemimpin secara demokratis.

Pelaksanaan pilpres dasarnya merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik. Dalam hal ini, pilpres dapat dikategorikan sebagai proses demokrasi formal yang merupakan tindak lanjut jaminan terhadap hak-hak politik tersebut. Menurut jurnal tersebut pemilu merupakan sarana dan momentum terbaik bagi rakyat, khususnya, untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Pemilu serentak 2019 adalah pemilu kelima pasca Orde Baru dan merupakan pemilu serentak pertama yang melangsungkan pileg dan pilpres dalam waktu bersamaan. Dalam pemilu tersebut terdapat pula fenomena politisasi identitas dan agama juga diwarnai dengan berebut suara muslim, yang mana membuat salah satu kubu menginginkan salah satu wakilnya seorang ulama dimaksudkan untuk meraih lebih banyak dukungan umat Islam.

Terlepas dari itu semua harus kita akui juga bahwa pemilu di era reformasi telah memberikan nilai positif. Seperti, proses liberalisasi politik di era transisi ini tidak hanya membuat proses politik menjadi semakin plural, tetapi juga kompetitif, dapat dilihat dari dua kubu yang memiliki kekuatan yang sama. Sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga.
Jurnal tersebut memiliki bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta tema yang runtut.