Nama: Florentic Helau
NPM: 2213053023
Keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi departemen kesehatan, pendidikan adan kesejahteraan. Jika keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan menguasai kemampuan- kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi lain untuk memperbaiki kegagalannya. Pembentukan karakter melalui sekolah bertanggungjawab bukan hanya dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam jati diri, karakter dan kepribadian. Masyarakat pun memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam upaya pembentukan karakter anak bangsa. Lingkungan masyarakat luas jelas memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai estetika dan etika untuk pembentukan karakter.
Hambatan yang dihadapi ialah pengaruh teknologi yang semakin meningkat pesan di era sekarang, dengan banyaknya stimulus yang di dapatkan oleh peserta didik sehingga perlunya perhatian lebih dalam meningkatkan dan mengingatkan hal-hal yang berkaitan dengan nilai, norma yang berlandaskan atas agama sehingga menjadi hambatan masuknya pengetahuan mengenai nilai-nilai karakter pada peserta didik dikarenakan pengaruh teknologi informasi yang berbagai macam. Pola asuh orang tua juga merupakan penghambat implementasi pendidikan karakter yaitu pendidikan karakter yang diterapkan orang tua kepada anak di dalam keluarga cenderung berdasarkan kebiasaan- kebiasaan. Dari penerapan pola asuh yang berbeda-beda yang diterapkan mempengaruhi sikap anak dalam bergaul serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya sehingga menghambat implementasi pendidikan karakter.
Strategi guru dan orangtua dalam mengembangkan karakter peserta didik adalah role model atau teladan yang ditiru oleh anak dalam bersikap dan berkepribadian, mengarahkan pembentukan moral dan karakter, pembiasaan hal- hal positif, penyisipan nilai moral dalam pembelajaran, menanamkan nilai moral pada anak lewat bercerita/ mendongeng, melakukan pendekatan “modelling” atau “exemplary” atau “uswah hasanah” yaitu mensosialisasikan dan membudayakan lingkungan sekolah dalam menegakkan nilai-nilai akhlak dan moral yang benar melalui contoh dan teladan yang baik. Selain itu dalam pengembangan dan penanaman moral pada peserta didik perlu dilakukan control dan bimbingan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut dari perilaku moral anak tersebut.