Kiriman dibuat oleh Rahmawati 2213053210

Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Jurnal 1
Kemerosotan moral generasi
muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin. Kemerosotan moral yang dialami bila tidak diberikan perhatian khusus akan berakibat buruk bagi generasi mendatang. Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
Beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral pada anak yaitu :
•Penyalahgunaan sebagian ajaran moral
•Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral
•Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan)
•Perkembangan Teknologi
•Lemahnya Mental Generasi Bangsa
•Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti.

Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moralitas dan budi pekerti yaitu :
1. Nilai Religius
2. Nilai Sosialitas
3. Nilai Gender
4. Nilai Keadilan
5. Nilai Demokrasi
6. Nilai Kejujuran
7. Nilai Kemandirian
8. Nilai Daya juang
9. Nilai Tanggung jawab
10. Nilai Penghargaan terhadap lingkungan
Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Video 2
Instrumen penilaian adalah alat yang digunakan yang bertujuan mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.

•Manfaat Penilaian bagi anak ialah untuk memelihara pertumbuhan anak, Perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya dan anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya.
•Manfaat Penilaian bagi orang tua ialah untuk orang tua akan mendapatkan informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, memudahkan orang tua untuk memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika dirumah, membuat keputusan bersama antara orang tua dan pihak satuan PAUD dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak.
•Manfaat Penilaian bagi guru ialah untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak, mendapatkan informasi awal mengenai hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang anak, mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan pertumbuhan dan perkembangan anak, dapat memberikan dukungan yang tepat kepada setiap anak dan memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan rencana pembelajaran selanjutnya.
Prinsip Penilaian yaitu :
a. Mendidik
b. Berkesinambungan
c. Objektif
d. Akuntabel
e. Transparan
f. Sistematis
g. Menyeluruh
h. Bermakna

Terdapat 4 Mekanisme Penilaian antara lain yaitu :
1. Menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuatu dengan tahap, teknik dan instrumen penilaian.
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan capaian perkembangan anak.

Terdapat 4 Teknik Penilaian
1. BB (Belum Berkembang)
2. MB (Mulai Berkembang)
3. BSH (Berkembang Sesuai Harapan)
4. BSB (Berkembang Sangat Baik).
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Video 1
•Etika (Cara manusia memperlakukan sesama dalam menjalani kehidupan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku dimasyarakat)
•Nilai (Sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi yang menjiwai perilaku seseorang)
•Moral (Sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia).
Dari ketiga poin yang disebutkan diatas saling berkaitan antara satu sama lainnya karena bertujuan untuk mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Manfaat yang didapat dengan mempelajari etika, nilai dan moral ialah dapat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan memiliki sikap toleransi yang tinggi.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Jurnal 2
Banyak diantara kalangan millenial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama. Degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Kalangan millenial saat ini akrab terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Artinya kalangan millenial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Oleh karena itu dilakukannya PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millenial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millenial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisi Jurnal 1
Fenomena saling serang dan merasa kelompok yang dianutnya paling benar adalah indikasi dari kegagalan pendidikan melahirkan manusia bermoral dan berbudi pekerti. Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Penanaman dan penghayatan sikap sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, oleh karena itu diperlukannya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah. Pendidikan moral ada pada materi ajar PAI misalnya berisi materi pokok meneladani sifat Rosulullah, hidup hemat dan sederhana, menghindari judi dan pertengkaran. Sedangkan materi pada PKn diantaranya adalah pendidikan politik atau mengenai ketatanegaraan yang berlandaskan Pancasila guna merajut manusia dalam masyarakat yang bersatu dalam kebhinnekaan. Guru merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang menjadi motivator bagi peserta didik dalam memacu aktivitas belajarnya, untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di sekolah.