Nama : Friska Faradila
NPM : 2213053278
Kelas : 2D
Prodi : PGSD
Wawasan Nusantara
Dengan mempelajari wawasan Nusantara ini akan menumbuhkan jiwa nasionalisme pada setiap warga negara Indonesia.
Wawasan berasal dari kata
-wawas ( Jawa ) yang memiliki arti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi
-Mawas (jawa) yang memiliki arti memandang, meninjau atau melihat
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah NKRI
sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan keamanan dengan tujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan. manfaat dari wawasan nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Wawasan nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
a. Latar belakang historis wawasan nusantara.
Bangsa Indonesia berjuang untuk konsepsi wawasan nusantara berdasarkan Deklarasi Djuanda ini ke forum internasional agar mendapat pengakuan bangsa lain atau masyarakat internasional, kemudian setelah perjuangan itu pada konferensi PBB tanggal 30 April 1982 menerima dokumen yang bernama The 1982 United Nations Convention On The Law Of The Sea atau biasa disebut ancos, berdasarkan konvensi hukum laut 1982 tersebut diakui asas negara kepulauan ancifilago stage. Anclos1982 tersebut kemudian diratifikasi melalui undang-undang berdasarkan konvensi hukum laut tersebut, wilayah laut yang dimiliki Indonesia menjadi sangat luas.
b. Latar belakang sosiologis wawasan nusantara.
Seiring tuntunan dan perkembangan konsepsi wawasan nusantara mencakup pandangan akan satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan termasuk persatuan sebagai satu bangsa. Bangsa Indonesia tidak ingin lagi terpecah-pecah dalam banyak bangsa untuk mewujudkan persatuan bangsa itu dibutuhkan penguatan semangat kebangsaan secara terus-menerus semangat kebangsaan Indonesia sesungguhnya telah dirintis melalui peristiwa kebangkitan nasional 20 Mei 1908 ditegaskan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dan berhasil diwujudkan dengan proklamasi kemerdekaan Bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945
c. Latar belakang politik kawasan nusantara
dengan latar belakang sejarah dan kondisi sosiologis Indonesia, menjadikan kita memahami betapa perlunya wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-2 adalah “untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, sedangkan tujuh Nasional Indonesia, kemudian sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 salah satunya adalah “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”.
Dengan konsepsi wawasan nusantara menjadikan wilayah Indonesia sangat luas dengan beragam isi flora, fauna, serta penduduk yang mendiami wilayah. kemudian konsepsi wawasan nusantara mengajak seluruh warga negara untuk memantau keluasan wilayah dan keragaman yang ada di dalamnya sebagai satu kesatuan, Kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan dalam kehidupan bernegara.
Esensi dan urgensi wawasan nusantara adalah kesatuan wilayah dan persatuan bangsa, serta keutuhan wilayah Indonesia. perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya akan menciptakan dan menumbuhkan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun bersatu tanpa adanya deskriminasi, kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia.