Kiriman dibuat oleh Efi yulyana 2213053075

Efi Yulyana (2213053075)

Dari video ke 2 dengan judulPendidikan Moral di Sekolah Dasar dapat kita analisis bahwa
Pendidikan moral adalah usah yang di lakukan secara terencana untuk mengubah sikap prilaku,tindakan,kelakuan, yang dilakukan peserta didik agar mampu berinterksi dengan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan setempat.
1. usia 6-12 bulan
2. usia 12-18 bulan
3. usia 18-30 bulan
4. usia 30-36 bulan
5. usia 3-4 tahun
6. usia 4-6 tahun
7. usia 7-8 tahun
8. Usia 9-11 tahun
9. Usia 12-15 tahun
10. Usia 16-20 tahun
11. Usia 20-40 tahun (dewasa muda)
12. Usia 40-65 tahun (dewasa tengah)
12. Usia 65 tahun (dewasa tua)
Implikasi krisis identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya mengontrol atau perilaku mereka Sesuai dengan gender nya.
Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu sebagai berikut:
1. Hilangnya kejujuran, solusinya yaitu dengan mengajarkan anak lebih percaya diri akan jawabannya dan mengajarkan anak untuk bersikap jujur.
2. Hilangnya rasa tanggungjawab, solusinya yaitu dengan mengajarkan anak untuk bersikap tanggungjawab, hal terkecil yang bisa dilakukan guru yaitu ketika terdapat peserta didik yang tidak mengerjakan tugas maka diminta maju kedepan dan mengerjakan soal yang akan diberikan oleh guru.
3. Rendahnya disiplin, solusinya yaitu dengan guru ataupun kepala sekolah bersikap tegas.
4. Kurang bisa bekerjasama, solusinya yaitu dengan membiasakan anak untuk lebih banyak dalam kerjasama jangan biarkan anak tersebut tidak aktif ketika kerjasama.
5. Mengambil hak orang lain, solusinya yaitu dengan membiasakan anak untuk menerima apa yang dia miliki dan tidak boleh mengambil hak orang lain.
Efi Yulyana (2213053075)

Dari video yang berjudul Tanggung jawab saya terhadap keluarga
dapat saya simpulkan bahwa tanggung jawab terhadap keluarga itu sangat perlu, dengan tujuan agar keluarga merasa bangga, keluarga yang menyenangkan dan hubungan semakin erat. Dengan tanggung jawab kita akan merasa senang, bangga dengan diri sendiri, puas hativ karn kita sudha melakukan tanggung jawab dengan baik jadi keluarga pun semakin sayang.
Adupun contoh yang bisa di lakukan di lingkup keluarga yang
meliputi mendengarkan nasihat ayah, Membantu ibu, Menemani kakak, Menjaga keselamatan adik.
penting nya tanggung jawab dalam keluarga
seperti menjaga hubungan keluarga, dengan tanggung jawab keselamatan keluarga terjamin, Meringan kan tugas keluarga, membanggakan keluarga
Efi Yulyana (22130553075)

Dari jurnal 1 yang berjudul PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT dapat di analisis bahwa Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru bukan hanya mengajarkan siswa
bbelajar agama di sekolah tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga belajar di
tempat-tempat seperti, pengajian, TPA, dan pasantren. Dengan dorongan dari guru
siswa mau menuntut ilmu agama karena sangat berguna bagi mereka untuk
kedepannya. Dan hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral
kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya.
Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%.
Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang
mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan
sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang
baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan
generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di
SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya,
nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama (religius), Nilai kejujuran, Nilai kemandiriaan, Nilai gender, Nilai keadilan, Nilai tanggung jawab, Nilai sosialitas.
Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar
mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan
sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan
menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.
Efi Yulyana (2213053075)

Berdasarkan jurnal 2 yang berjudulPenanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapa saya analisis bahawa Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan
pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat
dilakukan. sedangkan Menurut Jamie (2003; 15) menyatakan bahwa moral adalah
ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak). akhlak itu sendiri oleh Al-Ghazali sebagai padanan kata moral, sebagai perangai
(watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber
timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan clan direncanakan sebelumnya.
dimaksud dengan pendidikan moral
adalah: suatu program pendidikan (sekolah dan luar sekolah) yang
mengorganisasikan dan "menyederhanakan" sumber-sumber moral dan disajikan
dengan memperhatikan pertimbangan psikologis untuk tujuan pendidikan.
Nilai-Nilai Moral : Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu
kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu
tingkah laku seseorang. Menurut Sjarkawi, 2005: 29 Nilai moral diartikan sebagai isi
mengenai keseluruhan tatanan yang mengatur perbuatan, tingkah laku, sikap dan
kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan pada ajaran nilai, prinsip dan
norma
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
- Berkaitan dengan tanggung jawab kita
- Berkaitan dengan hati nurani
- Mewajibkan
- Bersifat formal
Anak usia dini
dikenal sebagai manusia yang unik, kadang-kadang melebihi dari orang-orang dewasa
yang sulit diterka, diduga, bila dilihat dari bicara, tingkah laku maupun pikirannya. Anak
usia dini memiliki karakteristik tersendiri (Isjoni, 2009:24-26), diantaranya:
a. Usia 0-1 tahun : Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling
cepat disbanding usia selanjutnya.
b. Usia 2-3 tahun
Pada usia ini memiliki karakteristik yang sama pada usia selanjutnya, secara fisik
mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
c. Usia 4-6 tahun
Karakteristik usia ini antara lain:
Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan kegiatan. 2).
Perkembangan bahasa semakin baik. 3). Perkembangan kognitif sangat pesat.
4). Bentuk permainan anak masih bersifat individu.
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode Bermain
2. Metode Bercerita
3. Metode Pemberia Tugas
4. Metode Bercakap-cakap
Efi Yulyana (2213053075)

Berdasarkan pada pemaparan video ke-2, Instrumen penilaian pengembangan nilai dan moral pada anak usia dini.

Istrumen penilaian adalah alat yang di gunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan bebagai cara penilaian peserta didik.
manfaat penilaian terhadap anak : memelihara pertumbuhan anak,perkembangan anak menjadi lebih optiml, anak menadapatkan stimulasi terkait minat dan kebutuhan sesuai perkembangannya
Manfat Penilaian bagi orang tua : ornag tua akan memproleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak, Memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dna berkelanjutan ketika di rumah, Membuat keputusan bersama antar orang tua dan pihak satuan paud, dan memberikan dukungan untuk memnuhi kebutuhan anak.
Prinsip Prinsip Penilaian terbagi menjadi 8
- Mendidik
- Berkesinambungan
- Objektif
- Akuntabel
- Transparan
- Sistematis
- Menyeluruh
- Bermakna
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan Instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubrik dan/atau instrument penilaian hasil kemampuan anak
Teknik Penilaian terbagi menjadi 4 (BB,MB,BSH,BSB)