གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Putri Alya

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Putri Alya གིས-
nama : putri alya
npm : 2213053240

dari video diatas dapat disimpulakan bahwa t indak kekerasan dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang kita inginkan, karena itu diharapkan dunia pendidikan dapat mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat dengan cara yang membangun. Mirisnya Kekerasan di Lingkungan Sekolah tersebut dapat terjadi karena kurangnya pengawasan oleh orang tua dan guru disekolah, serta kurangnya kasih sayang dari orang tua. apabila anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang orang tua maka dapat berdampak buruk bagi kemampuan anak dalam menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. pendidik yang menerima tanggung jawab tersebut maka pendidik harus bisa membimbing peserta didik dengan membangun karakter yang baik. agar kasus seperti Pada September 2015 di SD Negeri 2 Kebayoran Lama, Jakarta terdapat Siswa kelas 2 SD yang meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya dilingkungan sekolah, diduga karena adanya perkelahian mulut.

Pada Agustus 2017 di Sukabumi, Jawa Barat terdapat Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah, diduga karena dirundung dibuli oleh teman-teman nya dan dilempar minuman beku.

Pada November 2017 di SD Negeri, Kan. Bandung terdapat Duel antara 2 siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam hari guru diduga karena Pelaku terganggu korban yang menyalakan motor bising, tidak terulang kembali kedepan nya.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Putri Alya གིས-
nama : putri alya
npm : 2213053240

dari video tersebut dapat saya simpulkan bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar.sebab pada akhirnya, moralitas soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.the trolly problem adalah kasus yang mengutamakan permasalahan ketimbang sebuah pilihan, Ketika seseoarang diberi pilihan maka iya akan berfikir resiko yang lebih kecil di banding resiko yang lebih besar. Ketika beberapa orang memilih untuk melakukan itu semua, artinya pada saat itu bukan moral yang mereka gunakan, melainkan nafsu dan keegoisan yang dimiliki, yang berarti moralitas hanyalah soal egoisme manusia untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.faktanya akan ada yang menyalahkan kita atas pilihan yang kita ambil tetapi akan ada juga orang yang akan memahami kita dan setuju pada pilihan yang kita ambil.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-2

Putri Alya གིས-
Nama : Putri Alya
Npm : 2213053240

Jurnal ini membahas tentang pentingnya penanaman nilai-nilai moral, sosial, dan budaya pada generasi muda Indonesia. Hal ini menyoroti peran orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat dalam membentuk identitas dan karakter individu. Artikel ini juga menekankan pentingnya refleksi dan kesadaran diri dalam memahami tempat seseorang di dunia. Lebih lanjut menekankan peran pendidikan formal dan non-formal, serta pendidikan agama, dalam membentuk nilai-nilai moral dan perilaku. Artikel tersebut juga menyebutkan konsep pluralisme dan cita-citanya untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang berdasarkan keadilan, pemerintahan yang bersih, ketertiban sosial, dan kesejahteraan ekonomi.

ringkasnya begini cara orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat dapat berkontribusi dalam membentuk nilai moral dan karakter generasi muda Indonesia :
1. Orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat dapat berkontribusi dalam membentuk nilai moral dan karakter generasi muda Indonesia melalui kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan. Orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam membina nilai moral anak-anak di dalam keluarga dengan memberikan sentuhan kasih sayang . Mereka perlu memberikan contoh yang baik dan mendidik anak-anak dengan nilai-nilai moral yang luhur.
2. Pendidik, baik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal, memiliki peran penting dalam membentuk nilai moral generasi muda. Mereka harus membentuk nilai moral melalui pendidikan, pengajaran, dan pelatihan. Selain memberikan pengetahuan, pendidik juga harus mengajarkan nilai-nilai moral Pancasila. Dalam kegiatan mengajar, pendidik dapat menekankan aspek kognitif, sementara dalam pelatihan, mereka dapat fokus pada aspek motorik atau ketrampilan yang sesuai dengan minat peserta didik.
3. Tokoh masyarakat juga memiliki peran dalam membentuk nilai moral dan karakter generasi muda. Mereka dapat menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak dan remaja. Dengan menjadi teladan yang baik, tokoh masyarakat dapat membantu membentuk jati diri generasi muda yang memiliki nilai-nilai moral yang kuat.
Jadi dalam sinergi antara orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat, nilai moral dan karakter generasi muda dapat terbentuk dengan baik. Orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat perlu bekerja sama secara bersinergis dalam membina nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja .

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-1

Putri Alya གིས-
Nama ; Putri Alya
Npm : 2213053240

Artikel ini membahas tentang implementasi nilai moral Pancasila di salah satu sekolah di Kupang Tengah untuk mewujudkan generasi anti korupsi. Penulis menekankan pentingnya pendidikan moral sejak dini dan menguraikan metode yang digunakan dalam proyek pengabdian masyarakat. Bagian hasil dan diskusi menyoroti kegiatan dan pengamatan selama proyek berlangsung.

Penulis menekankan pentingnya pendidikan moral sejak dini karena penanaman nilai moral sejak dini dapat mencegah ajakan atau dorongan negatif untuk melakukan korupsi. Dalam konteks penerapan nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah, penulis menyimpulkan bahwa dengan menanamkan nilai moral sejak dini, peserta didik dapat dibangun dan dibekali sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.

Pendidikan moral sejak dini juga penting karena nilai moral dan hukum memiliki keterkaitan yang erat. Nilai dianggap penting oleh manusia harus jelas, diyakini, dan diaplikasikan dalam perbuatan. Nilai moralitas identik dengan perbuatan baik dan buruk, yang diukur melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Selain itu, nilai, moral, dan hukum memiliki fungsi untuk melayani manusia, mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan, menarik perhatian pada permasalahan moral yang kurang ditanggapi, dan menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala "pembiasaan emosional". Selain itu, nilai, moral, dan hukum juga berfungsi dalam pengendalian dan pengaturan. Oleh karena itu, penting untuk membangun pendidikan moral sejak dini guna mengendalikan dan mengatur perilaku manusia. Dengan demikian, pendidikan moral sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki jiwa Pancasila yang baik, mampu menghadapi dinamika perubahan, dan mewujudkan budaya anti korupsi.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

Putri Alya གིས-
Nama : Putri Alya
Npm : 2213053240
Kelas : 3/i

Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan pedoman bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Setiap sila dalam Pancasila saling berkaitan satu sama lain, dan masing-masing mempunyai nilai tersendiri yang dapat dijadikan landasan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di sekolah dasar. penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah dasar, dapat dilakukan melalui berbagai tindakan seperti berdoa, menghargai orang lain, bekerja sama, ikut berdiskusi, serta bersikap adil dan jujur. Tindakan tersebut dapat membantu siswa untuk mengembangkan karakter yang baik dan menjadi warga negara Indonesia yang bertanggung jawab.

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa : Siswa dapat menerapkan sila ini dengan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas, menghargai dan menghargai sesama siswa yang sedang menjalankan agamanya, serta menjalankan kewajiban agamanya sendiri di sekolah.
2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : Siswa dapat menerapkan sila ini dengan memperlakukan orang lain secara adil dan setara, apapun latar belakangnya, serta bersikap hormat dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia : Siswa dapat menerapkan sila ini dengan bekerja sama dengan teman sekelas dan gurunya untuk mencapai tujuan bersama, serta dengan menghormati keberagaman budaya dan latar belakang komunitas sekolahnya.
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia : Siswa dapat menerapkan sila ini dengan bekerja sama dengan teman sekelas dan gurunya untuk mencapai tujuan bersama, serta dengan menghormati keberagaman budaya dan latar belakang komunitas sekolahnya.
4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan : Siswa dapat menerapkan sila ini dengan mengikuti pertemuan dan diskusi sekolah, mengemukakan pendapat dan gagasan, serta menghargai pendapat dan gagasan orang lain.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Siswa dapat menerapkan sila ini dengan memperlakukan orang lain secara adil dan adil, serta jujur ​​dan bertanggung jawab dalam tindakan dan keputusannya.