Kiriman dibuat oleh Velinda Widyacahya 2213053130

Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

video ini membahas mengenai instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini.
Terdapat 3 manfaat penilaian yaitu :
1. bagi anak : dapat memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan simulasi yang sesuai dengan minat perkembangannya, anak mendapatkan dukungan lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya.
2. bagi orang tua: orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak, memudahkan orang tua dalam memberikan simulasi yang sesuai ketika di rumah, membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak satuan dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak.
3. bagi guru : untuk mengetahui perkembangan sikap, dan keterampilan anak, mendapatkan informasi tentang hambatan dan gangguan dalam tumbuh kembang anak, mengetahui kesesuaian dan simulasi dalam layanan dan kebutuhan anak, dapat memberikan dukungan yang tepat pada setiap anak, memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk membuat rencana pembelajaran.
prinsip-prinsip penilaian dibagi menjadi 8 yaitu : mendidik, berkesimbungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, bermakna.

teknik dan lingkup penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak yang meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubrik, instrumen penilaian hasil kemampuan anak.

mekanisme penilaian
1. menyusun teknik, instrumen penilaian serta menetapkan indikator pencapaian perkembangan.
2. melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik dan instrumen penilaian.
3. mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
4. melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua.

Teknik penilaian:
1. BB (Belum Berkembang)
2. MB (Mulai Berkembang)
3. BSH (Berkembang Sesuai Harapan)
4. BSB (Berkembang Sangat Baik)

Bentuk Penilaian:
1. penilaian harian
2. penilaian mingguan
3. penilaian bulanan
4. penilaian semester
5. portofolio anak
6. dokumen lain yang diperlukan oleh satuan PAUD.

Dengan video tersebut memberikan kita pengetahuan mengenai Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

video tersebut membahas mengenai etika nilai dan moral yang saling berkaitan karena semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. contohnya yaitu selalu izin dan mencium tangan kedua orang tua ketika ingin pergi dan membuang sampah pada tempatnya.

etika dan moral mempunyai pengertian yang hampir atau berkaitan karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

nilai merupakan sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang, nilai dapat disebut juga penghargaan atau sebagai sistem keyakinan.

terdapat dua sifat dan jenis nilai :
1. bersifat relatif, artinya nilai bergantung oleh tempat dan waktu.
2. bersifat subjektif, artinya nilai berbeda-beda bagi setiap orang.

Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan, moral juga sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia.
Di dalam video tersebut sudah diberikan contoh etikaa, nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita tiru.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi untuk Negeri
2. Volume : 3
3. Nomor : 1
4. Halaman : 79-84
5. Tahun Terbit : 2020
6. Judul Jurnal : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIAL
7. Nama Penulis : 1. Ahmad Yani Nasution, 2. Moh Jazuli

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul Jurnal ini sudah sesuai dengan isi jurnal, yang berjudul MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIAL.

2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan yaitu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang Dan juga emailnya yaitu Email : 1
dosen01583@unpam.ac.id

4. Abstrak
Dalam jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.

5. Pendahuluan
Membahas mengenai Pelaksanaan
P3KM di Universitas Pamulang di bawah kendali Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Degradasi berarti
kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah
akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kita
interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena
adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai
dalam konteks Bangsa Indonesia. Adapun kalangan millennial saat ini akrab
terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki
interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan
benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas
dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi
moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam
menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah
peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya
degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

7. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara
memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peserta.

8. Hasil dan Pembahasan membahas mengenai Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang
dilakukan sebelu berkunjung langsung. “Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk
dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan
Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap
telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits. Siswa sangat antusias mengkuti kegoatan PKM yang dilakukan oleh TIM
PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk
pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya.

9. Kesimpulan dan saran
Pada jurnal ini kesimpulan ditulis dengan uraian yang jelas yaitu Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan
PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta
dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda
agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu
Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga
mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang
mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus
dilaksanakan dan ditingkatkan. Selain itu diharapkan PKM ini dapat menginspirasi berbagai pihak
untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang serupa.

10.Daftar Pustaka
Pada bagian daftar Pustaka sudah di cantumkan dengan jelas referensi bacaanya yang menggunakan 26 sumber.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pedagogik
2. Vol : 05
3. No : 01
4. Halaman : 69-81
5. Tahun Terbit : 2018
6. Judul Jurnal : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
7. Nama Penulis : Ulil Hidayah

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul jurnal ini sudah sesuai dengan isi jurnal, yang berjudul REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL.

2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan nya yaitu STAI Muhammadiyah Probolinggo, Probolinggo beserta emailnya Permata_ulya@yahoo.co.id

4. Abstrak
Bagian abstrak ditulis menggunakan 1 bahasa yaitu bahasa Inggris.

5. Pendahuluan
Membahas mengenai sistem pendidikan nasional masih bersifat parsial, tidak utuh dan tidak sistematis. sehingga implikasi dari sistem yang semacam ini menghasilkan output pendidikan yang memiliki karakter labil.

6. Pembahasan
Jurnal ini membahas tentang tujuan pendidikan nasional yang memiliki peran pendidikan sebagai agen perubahan untuk merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. karena output pendidikan yang melahirkan manusia cakap dalam potensi kepribadian dan nasional sebab masalah bangsa yang masih menjadi sorotan utama adalah output pendidikan yang masih buram dalam membangun relasi sosial. selain itu membahas tentang tantangan materi pelajaran di sekolah dengan penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti Di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan Dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah. persiapan pelaksanaan dan evaluasi pai dan PKN di sekolah sudah menekankan pada kegiatan aktif learning di mana peserta didik dapat mengeksplor wawasan dan pengetahuan sendiri melalui sumber belajar yang tidak terbatas.Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral dengan Inovasi kurikulum manifes yang telah banyak melakukan perubahan
dari pemerintah sepertinya tidak begitu memperlihatkan dampak yang optimal
terhadap keberhasilan pendidikan, hal ini dapat dilihat dari out put pendidikan
yang dianggap sebagai produk gagal dari sistem pendidikan di Indonesia. selain itu output pendidikan yang didambakan menuju masyarakat ideal esensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak Timur Dalam segenap peranannya di masa depan juga masa sekarang.

7. Kesimpulan
Pada bagian kesimpulan penulis mengatakan Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi
tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang
memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa
yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan
perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam
memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa.

8. Daftar Pustaka
Pada bagian daftar Pustaka sudah di cantumkan dengan jelas referensi bacaanya, yang menggunakan 25 sumber.