Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam
2. Vol : 12
3. No : 1
4. Hal : 41-54
5. Tahun Terbit : 2014
6. Judul Jurnal : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
7. Nama Penulis : Fahrudin
B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul Jurnal ini sudah sesuai dengan isi jurnal, yang berjudul PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA.
2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.
3. Abstrak
Pada jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia.
4. Pendahuluan
pada bagian pendahuluan membahas mengenai institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak yaitu keluarga, di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya karena pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah. selanjutnya masalah moral merupakan suatu masalah yang menjadi perhatian orang di mana saja karena baik dalam masyarakat yang telah maju maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang kerusakan Moral seseorang mengganggu ketentraman yang lain. maka perlu kiranya kita memikirkan tentang proses pendidikan moral bagi anak-anak khususnya dalam keluarga sehingga anak-anak remaja kita saat memiliki moral yang baik yang akan berdampak pula terhadap kehidupan bangsa ini.
5. Metode Penelitian Deskriptif
6. Pembahasan
pada bagian pembahasan membahas mengenai peranan keluarga bagi anak-anak, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari situlah ia memperoleh akhlak, nilai-nilai, kebiasaan dan emosinya dan dengan itu ia merubah banyak kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan dan kesediaannya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. keluarga sebagai tempat dimana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak karena pertama-tama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga, apabila fungsi keluarga dalam kajian psikologikal modern menekankan pendidikannya kepada pembinaan jiwa mereka dengan rasa cinta kasih sayang dan ketentraman, justru para ahli ilmu jiwa muslim jauh sebelum itu telah menekankan perkara ini dalam berbagai tulisan.
Peranan nilai moral bagi anak-anak, moral sangat penting bagi tiap-tiap orang tiap bangsa Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut apabila bangsa tersebut mau Rana hancur maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya. selain itu orang sangat penting bagi anak-anak masyarakat bangsa dan umat jika moral rusak ketentraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang.
faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral
1. kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan membawa kepada pembinaan moral.
8. tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. pengaruh westernisasi, yaitu yahudinisasi dan kristenisasi.
proses pendidikan nilai moral untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga
agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupan sehari-hari maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut :
1. penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis khususnya hubungan Ibu bapak dan anggota keluarga lainnya.
7. Kesimpulan
kesimpulan dapat diambil yaitu agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terindah dari pelanggaran-pelanggaran moral maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antar keluarga sekolah dan masyarakat karena sebaik apapun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah di masyarakat sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik berpakaian yang baik, bergaul dengan baik dan. selain itu agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik juga di dalam keluarga khususnya antara Ibu dan ayah harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
8.Daftar Pustaka
pada bagian daftar pustaka, penulis menggunakan 7 sumber bacaan.
Npm : 2213053130
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam
2. Vol : 12
3. No : 1
4. Hal : 41-54
5. Tahun Terbit : 2014
6. Judul Jurnal : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
7. Nama Penulis : Fahrudin
B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul Jurnal ini sudah sesuai dengan isi jurnal, yang berjudul PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA.
2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.
3. Abstrak
Pada jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia.
4. Pendahuluan
pada bagian pendahuluan membahas mengenai institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak yaitu keluarga, di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya karena pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah. selanjutnya masalah moral merupakan suatu masalah yang menjadi perhatian orang di mana saja karena baik dalam masyarakat yang telah maju maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang kerusakan Moral seseorang mengganggu ketentraman yang lain. maka perlu kiranya kita memikirkan tentang proses pendidikan moral bagi anak-anak khususnya dalam keluarga sehingga anak-anak remaja kita saat memiliki moral yang baik yang akan berdampak pula terhadap kehidupan bangsa ini.
5. Metode Penelitian Deskriptif
6. Pembahasan
pada bagian pembahasan membahas mengenai peranan keluarga bagi anak-anak, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari situlah ia memperoleh akhlak, nilai-nilai, kebiasaan dan emosinya dan dengan itu ia merubah banyak kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan dan kesediaannya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. keluarga sebagai tempat dimana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak karena pertama-tama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga, apabila fungsi keluarga dalam kajian psikologikal modern menekankan pendidikannya kepada pembinaan jiwa mereka dengan rasa cinta kasih sayang dan ketentraman, justru para ahli ilmu jiwa muslim jauh sebelum itu telah menekankan perkara ini dalam berbagai tulisan.
Peranan nilai moral bagi anak-anak, moral sangat penting bagi tiap-tiap orang tiap bangsa Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut apabila bangsa tersebut mau Rana hancur maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya. selain itu orang sangat penting bagi anak-anak masyarakat bangsa dan umat jika moral rusak ketentraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang.
faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral
1. kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan membawa kepada pembinaan moral.
8. tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. pengaruh westernisasi, yaitu yahudinisasi dan kristenisasi.
proses pendidikan nilai moral untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga
agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupan sehari-hari maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut :
1. penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis khususnya hubungan Ibu bapak dan anggota keluarga lainnya.
7. Kesimpulan
kesimpulan dapat diambil yaitu agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terindah dari pelanggaran-pelanggaran moral maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antar keluarga sekolah dan masyarakat karena sebaik apapun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah di masyarakat sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik berpakaian yang baik, bergaul dengan baik dan. selain itu agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik juga di dalam keluarga khususnya antara Ibu dan ayah harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
8.Daftar Pustaka
pada bagian daftar pustaka, penulis menggunakan 7 sumber bacaan.