Kiriman dibuat oleh Velinda Widyacahya 2213053130

Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130
perbedaan pendidikan dasar jepang dan Indonesia
1. kebersihan sejak dini, kebiasaan menyampah terjadi karena pengelolaan sampah yang baik tidak diajarkan pada kurikulum di Indonesia sedangkan di kurikulum Jepang diajarkan sejak dini.
2. Makan Bareng
proses makan pada dunia pendidikan Jepang dianggap penting sehingga pendidikan Jepang mengatur makan siswa di sekolah. tapi di Indonesia tidak diatur oleh pendidikan.
3. mata pelajaran sedikit
mata pelajaran di Indonesia banyak dan berulang di dalam satu minggu, sedangkan mata pelajaran di Jepang tergolong sedikit dan diajarkan di hari tertentu saja.
4. pendidikan karakter
di Indonesia diwarnai oleh berbagai ujian, tetapi di Jepang Tidak melibatkan untuk 3 tahun awal pendidikan dasar karena pada 3 tahun awal diupayakan untuk siswa fokus pada pendidikan karakter.
5. membaca dulu
minat baca di Indonesia sangat minim, sedangkan di Jepang memiliki minat baca yang tinggi.
6. perlengkapan sekolah
di Jepang perlengkapan sekolah disamaratakan antar siswa, sedangkan di Indonesia perlengkapan sekolah dibebaskan sehingga antar siswa memiliki perlengkapan sekolah yang berbeda.
7. seragam sekolah
di Indonesia dalam satu minggu banyak macam menggunakan seragam sekolah, sedangkan di Jepang hanya satu macam seragam sekolah saja.
tetapi di Jepang memiliki tekanan belajar yang cukup mengerikan Oleh sebab itu banyak siswa yang melakukan bunuh diri.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
2. Vol : 3
3. No : 31
4. Hal : 17-27
5. Tahun Terbit : 2021
6. Judul Jurnal : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
7. Nama Penulis : 1.Kanesa Putri
2. Muhammad Eko Maryana

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul jurnal tersebut sudah sesuai dengan isi jurnal.

2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan dan emailnya yaitu STAI Al-Masthuriyah, Sukabumi - kanesa.putri@gmail.com,
2 STAI Al-Masthuriyah, Sukabumi – eko.maryana@gmail.com.

4. Abstrak
Pada jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.

5. Pendahuluan
Membahas pancasila
sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi
dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam
mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat
ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki
peran yang sangat penting yaitu untuk
mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan
baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan
dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita
memahami teorinya dan menerapkannya dengan
baik di kehidupan bermasyarakat. Namun belakangan ini sering terjadi ketidak
sesuaian beretika dalam masyarakat yang
menghilangkan citra dari karakter bangsa. Banyak sekali kasus
yang bertentangan dengan moral seperti halnya
pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga
dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini
semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa
mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang
perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi
terkikis karena pengaruh perkembangan dan
kemajuan teknologi yang tidak digunakan
sebagaimana mestinya.

6. Metode penelitian
Pada jurnal ini jenis penelitian yang
bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data juga.

7. Pembahasan
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma
hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat
tersebut karena norma hukum itu memiliki
ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya. Oleh sebab itu dalam hidup
bermasyarakat manusia tidak boleh bertindak
sebebas-bebasnya. Semua harus tetap
memperhatikan orang lain dalam di dalam
kehidupan. Hukum ini hadir menjadi pembatasan
bagi hidup bermasyarakat. Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini
merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu
suatu masalah yang dialami oleh negara dimana
banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek
kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan
masyatakat. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan
moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini
dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang
mengatur tentang etika dalam bermasyarakat,
sehingga masyarakat Indonesia khususnya
masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi. Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam
membentuk moral bangsa saat ini, Hal ini dikarenakan hukum mempunyai 3 peran
utama dalam masyarakat yaitu sebagai sarana
kontrol sosial, sarana untuk memfasilitasi proses
interaksi sosial, dan sarana untuk menciptkan
keadaan tertentu.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa
diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam
membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam
masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada.
Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di
sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak.

8. Penutup
Etika dan moral baik sudah menjadi
kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan
dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi
kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.

9. Daftar Pustaka
menggunakan 9 sumber bacaan.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

video tersebut menampilkan sebuah sekolah dasar negeri glak yang terletak di kabupaten sikka yang memerlukan perhatian dari pemerintah karena sekolah tersebut terletak di sebuah dusun terpencil terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas karena ketiadaan ruang kelas, sekolah tersebut hanya memiliki 6 ruangan yaitu 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan 1 ruangan dipakai sebagai ruangan guru. selain itu sekolahan tersebut tidak memiliki perpustakaan, tetapi siswa tersebut tetap semangat untuk bersekolah. setiap hari siswa-siswa harus berjalan kaki hingga 2 km untuk belajar di sekolah. pada saat covid-19 sekolah tersebut tidak mampu melaksanakan sekolah daring karena di wilayah tersebut belum ada jaringan telekomunikasi, oleh sebab itu pihak sekolah terpaksa melakukan kegiatan di sekolah. jika musim hujan anak-anak yang belajar di luar, selain itu jika pagi hari siswa-siswa harus berteduh di bawah pohon karena panas matahari yang tembus langsung. harapan mereka terhadap pemerintah yaitu supaya segera membangunkan satu ruang kelas supaya anak-anak aman belajar.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Tidak ada
2. Vol : Tidak ada
3. No : Tidak ada
4. Hal. : jumlah 9 halaman, tidak diketahui keterangan halaman
5. Tahun Terbit :Tidak ada
6. Judul Jurnal : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
7. Nama Penulis : Suparlan Suhartono

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul sudah sesuai dengan isi jurnal yang berjudul Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan.

2. Penulis
Penulisan nama penulis sudah tepat karena tidak dengan menyertakan gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan yaitu Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.

4. Abstrak
Pada jurnal tersebut, abstrak ditulis dengan satu bahasa yaitu bahasa Inggris.

5. Pendahuluan
Pada pendahuluan membahas tentang kehidupan nyata masyarakat manusia masih tetap diliputi berbagai macam
konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum
keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu, moral negatif keserakahan itu menjadi watak para
pemimpin dan pejabat pemerintahan. Potensi kesatuan yang terkandung di dalam kolektivisme
terpendam begitu dalam, sehingga semangat kebersamaan tidak muncul ke permukaan.
Kehidupan menjadi kering kerontang, karena materialisme hedonistik watak nasional.

6. Pembahasan
Membahas tentang Arti dan Isi Filsafat.Jadi, cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis
keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat
sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika.Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat
abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). Dari pendekatan filsafat dan moral atau etika dapat disusun sebuah kerangka pikir
bahwa jika di dalam diri setiap individu tertanam kuat dorongan moral untuk berbuat kebaikan,
berarti mereka berada dalam satu ikatan moral di dalam dunia kebersamaan.Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur”
menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. dapat dipahami bahwa pada satu sisi, kesempurnaan dunia hidup bersama tergantung
pada optimalisasi pengembangan kepribadian individu. Pada sisi berlawanan, kesempurnaan
kepribadian setiap individu tergantung pada kualitas sistem komunikasi yang berl aku di dalam
dunia kebersamaan. selain itu kesadaran moral juga berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa
sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (k etika harus kehilangan).
Sesungguhnya, kesadaran moral itu selalu ada di dalam diri setiap orang. ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu: 1) pencerdasan spiritual,
menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan, 2) pencerdasan
intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul
di sepanjang kehidupan, 3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai
bagi tujuan kehidupan.

7. Penutup
kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali
menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkead ilan. Oleh sebab
itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri
setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat.
Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara p aham individualisme dan kolektivisme justru
menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan.

8. Daftar Pustaka
Sumber yang dipakai oleh jurnal tersebut yaitu sebanyak 16 sumber bacaan.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130
Menurut saya, perbedaan kriteria nilai hasil dan kriteria soft skill yaitu
-Pada kriteria nilai hard skill bersifat konkret, diajarkan melalui pendidikan formal dan melibatkan pengetahuan yang spesifik seperti keterampilan berbahasa asing dan kemampuan dalam bidang tertentu. Sedangkan
-Pada kriteria nilai soft skill bersifat abstrak yang sulit diukur secara langsung dan cenderung lebih sulit diajarkan secara formal namun dapat dikembangkan melalui kesadaran diri serta usaha diri. contohnya seperti keterampilan berkomunikasi, kerjasama dan kemampuan beradaptasi dengan sekitar.
dapat disimpulkan bahwa penilaian hasil menunjukkan pada kemampuan teknik seseorang dalam pekerjaan tertentu sedangkan soft skill kemampuan berinteraksi dan berkontribusi pada lingkungan.