Kiriman dibuat oleh Velinda Widyacahya 2213053130

nama : Velinda Widyacahya
npm : 2213053130
cara 8 Fungsi keluarga dalam menanamkan moral terhadap anak-anak dirumah seperti:
1. Dengan memberikan contoh baik yang menunjukkan perilaku moral dan etika yang diinginkan.

2. Dengan memberikan Pembinaan dan Arahan yang sesuai dengan nilai-nilai moral.

3. Komunikasi terbuka dan jujur akan membantu anak memahami nilai-nilai moral yang diinginkan oleh keluarga.

4. Dengan Memberikan Pendidikan Agama anak memahami nilai-nilai moral yang berakar pada keyakinan keagamaan keluarga.

5. Pembentukan Kebiasaan Baik sejak dini dapat membentuk karakter dan moral anak.

6. Dengan memberikan Pengalaman Sosial, seperti mengajak anak untuk terlibat dalam kegiatan sosial membantu mereka memahami nilai-nilai seperti kepedulian dan empati.

Dengan begitu, keluarga dapat berperan aktif dalam membentuk moral anak-anak.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
2. Vol : 1
3. No : 2
4. Hal : 54-56
5. Tahun Terbit : 2015
6. Judul Jurnal : PENDAPAT TENTANG MORAL DI ZAMAN NOW
7.Nama Penulis : Ni Komang Rani Pradnyani

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul ini sudah sesuai dengan isi jurnal.

2. Penulis
Penulisan nama sudah benar, karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan dan email yaitu Jurusan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia e-mail: rani.pradnyani@gmail.com

4. Abstrak
Pada jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

5. Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan membahas mengenai Berbagai masalah
yang muncul tak terkendali, generasi
muda terpelajar baik pelajar maupun
mahasiswa harapan bangsa tawuran antara sesama bagaikan lawan yang
abadi. Oleh karena itu generasi muda
memerlukan perbaikan yang lebih
melalui membangun pendidikan
karakter.

6. Metode Penelitian
Teknik pengumpula data
pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.

7. Hasil dan Pembahasan
Pada bagian pembahasan membahas mengenai nilai moral melekat dalam pribadi
setiap individu. Perlu adanya tripusat yang
informal seperti keluarga dan
masyarakat misalnya dalam
keluarga bagaimana orang tua
dalam keluarga mendidik anaknya
dengan baik dan benar, dengan cara
menanamkan sifat dan sikap yang
baik serta sopan dan santun sejak
dini melalui contoh-contoh
sederhana yaitu menanamkan nilai-nilai agama dalam diri anak untuk
meyakini tuhannya. Nilai pancasila masih diyakini hingga sekarang karena
nilai-nilai tersebut merupakan hasil
konsensus bersama agar di jalankan oleh masyarakat dan seluruh bangsa Indonesia. Apa yang menjadi masalah atas degradasi moral kita
dapat realisasikan dengan nilai-nilai
Pancasila. Intinya moral itu
adalah aturan kesusilaan norma
kelakuan perbuatan tingkah laku
yang baik.

8. Simpulan dan saran
Pada jurnal ini kesimpulan nya adalah Pencegahan penurunan
moral perlu adanya penanaman
internalisasi baik bersifat pendidikan
kewarganegaraan atau pendidikan
pancasila, pendidikan karakter.
Solusi peningkatan moral perlu
adanya tripusat yang informal seperti
keluarga dan masyarakat misalnya
dalam keluarga bagaimana orang
tua dalam keluarga mendidik
anaknya dengan baik dan benar
Moral yang sesuai untuk
kedepannya yakni moralitas yang
mampu mengedepankan nilai-nilai
moral, terutama nilai-nilai pancasila,
karena pancasila merupakan
pandangan hidup bangsa yang
mampu menjadi tolak ukur
kehidupan masyarakat indonesia.

9. Daftar Pustaka
Pada bagian daftar pustaka menggunakan 1 sumber bacaan saja.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA
2. Vol : 3
3. No : 2
4. Hal : 197-200
5. Tahun Terbit : 2015
6. Judul Jurnal : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam
Masyarakat
7. Nama Penulis : James

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Jurnal jurnal ini sudah sesuai dengan isi jurnal.

2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan yaitu Fakultas Hukum, Universitas Medan Area, Indonesia.

4. Abstrak
Dalam jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

5. Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan membahas mengenai Perubahan tata
nilai ini beraspek ganda, pada satu sisi
membawa kemajuan yang konstruktif
tetapi pada sisi lain membawa ragam- ragam kerusakan atau destruktif terhadap
moralitas manusia.

6. Pembahasan
Pada bagian pembahasan membahas mengenai Penulis menguraikan berbagai isu moralitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat tentu tidak mungkin memberikan uraian lengkap terhadap masing-masing isu, Ada berbagai pola hidup yang merusak moral manusia, beberapa diantaranya yang sangat relevan dan actual dalam kehidupan masyarakat kita adalah: Free sex (seks bebas). Pola
hidup seperti ini melanda banyak manusia di dunia ini. Mereka berpendirian bahwa manusia tidak perlu diikat oleh suatu peraturan apapun untuk menikmati
tuntutan seksualitas mereka. Mereka tidak perlu menikah secara resmi dengan upacara-upacara keagamaan serta ikatan-ikatan hukum yang sah seperti peraturan pencatatan nikah. Faktor Pendidikan, secara umum
semakin tinggi pendidikan seseorang,
maka semakin luas pengetahuan dan
pengalamannya. Dan biasanya tingkat
pendidikan yang dijalani seseorang akan juga mempengaruhi cara hidupnya dan cara berpikirnya. Dengan demikian, seseorang itu akan semakin memahami mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.

7. Kesimpulan
Pada bagian kesimpulan, penulis menyarankan sebagai manusia yang berada di lingkungan sosial budaya yang beragam mari kita saling menjaga diri dan keluarga masing-masing agar tidak masuk ke dalam permasalahan moralitas tersebut. Kalau kita tidak dapat mencegah orang lain, minimal kita dapat mencegah diri sendiri dan keluarga dari kerusakan
moral.

8. Daftar Pustaka
Pada bagian daftar pustaka menggunakan 7 sumber bacaan.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

"Sepenggal Cerita Pengajar di Pelosok Kalimantan"

Pada video tersebut dilihatkan mengenai kehidupan sehari-hari di sebuah desa. Dengan begitu, memberikan kita pengajaran betapa pentingnya perhatian lebih terhadap kehidupan di desa, dan seharusnya pemerintah lebih perhatian dan terlibat lebih aktif dalam mengatasi berbagai masalah di daerah terutama di desa. Oleh sebab itu, Pendidikan dianggap krusial karena berpengaruh dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, yang akan membawa perubahan positif untuk generasi penerus selanjutnya.
Sebagai pendidik, kita harus memahami dan mengerti keadaan yang akan kita ajarkan, seperti membuat media pembelajaran yang akan membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran, selain itu dapat menyediakan fasilitas seperti bahan ajar yang tepat sesuai dengan kurikulum dan kondisi setempat.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

Dari video tersebut memberikan pembelajaran mengenai gerakan mahasiswa antikorupsi mempunyai peranan penting dalam pembentukan generasi penerus yang jujur. Pentingnya memberantas korupsi, melakukannya secara tidak adil, dan mendorong tindakan pencegahan, dimulai dari diri kita sendiri dan dilanjutkan kepada orang sekitar kita. Seharusnya tindakan korupsi tidak terjadi dalam dunia pendidikan, pemerintah juga memberikan pelajaran pendidikan anti korupsi di sekolah sekolah.