Kiriman dibuat oleh Velinda Widyacahya 2213053130

Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
2. Vol : 2
3. No : 1
4. Hal : 30-44
5.Tahun Terbit : 2017
6. Judul Jurnal : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU
BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
7. Nama Penulis : Ilham Hudi

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul jurnal tersebut sudah sesuai dengan isi jurnal.

2. Penulis
Penulisan nama sudah benar karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan yaitu STAI Nurul Falah Airmolek INHU

4. Abstrak
Pada jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

5. Pendahuluan
Membahas mengenai konsep dasar moral, sesi formal haruslah dimuat dalam
kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa. Sementara pendidikan karakter
adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri
peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter
dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Terdapat 6 pengetahuan
moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Selain itu, untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga
mampu melakukan tindakan bermoral atau justru menghalanginyakita perlu melihat lebih
jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.

6. Metode Penelitian
Menggunakan statis deskriptif dan statis inferensi.

7. Hasil dan Pembahasan
Pengaruh pengetahuan moral siswa kelasVIII SMP Negeri Kota Pekanbaru terhadap perilaku
moral siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru.

8. Penutup
Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku
moral siswa.

9. Daftar Rujukan
Menggunakan 18 sumber bacaan.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi untuk Negeri
2. Vol : 3
3. No : 1
4. Hal : 79-84
5. Tahun Terbit : 2020
6. Judul Jurnal : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
7. Nama Penulis : 1. Ahmad Yani Nasution, 2. Moh Jazuli

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Judul jurnal tersebut sudah sesuai dengan isi jurnal.

2. Penulis
Penulisan nama pada jurnal sudah benar karena ditulis tanpa gelar.

3. Korespondensi
Pada jurnal ini nama dari penulis dilengkapi dengan lembaga pendidikan yaitu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang Dan juga emailnya yaitu Email : 1dosen01583@unpam.ac.id

4. Abstrak
Pada jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.

5. Pendahuluan
Membahas mengenai Program PKM yang akan dilaksanakan, disesuaikan dengan bidang keilmuan di setiap Prodi dan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi
moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah
peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya
degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

6. Metode Pelaksanaan
Memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peseerta.

7. Hasil dan Pembahasan
Membahas mengenai “Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits. membahas juga mengenai dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.
Dapat dilihat bahwa Siswa sangat antusias mengkuti kegiatan PKM yang dilakukan oleh TIM
PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya.

8. Kesimpulan dan Saran
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan
menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan
memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan. Sedangkan untuk sarannya yaitu hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta
dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda
agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka.

9. Daftar Pustaka
Pada jurnal ini menggunakan 26 sumber bacaan.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

video tersebut merupakan penampilan drama tentang Penerapan nilai moral Pancasila di lingkungan keluarga.
Di dalam video tersebut terdapat satu keluarga yaitu Ibu Lala, Caca dan juga Santi. Ibu Lala ini merupakan seorang ibu memiliki sifat rendah hati, Caca merupakan anak yang baik hati dan sopan santun serta suka menolong sedangkan kakaknya Caca yang bernama Santi lupakan anak yang egois sombong angkuh dan tidak memiliki tata krama. meskipun Santi dan Caca merupakan saudara kandung namun perbedaan sifat antara dua anak tersebut sangatlah jauh berbeda seperti yang sudah ditampilkan dalam video tersebut.

dapat disimpulkan bahwa sifat Santi tidak boleh dicontoh oleh kita karena sifat yang dimiliki Santi merupakan sifat yang tidak baik dan itu sangat tidak mencerminkan seorang anak yang memiliki moral yang baik. sedangkan sifat Caca merupakan sifat yang baik untuk ditiru karena Caca memiliki moral dan perilaku yang baik.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

video tersebut membahas tentang pentingnya nilai moral Pancasila dalam lingkungan kampus.
Dikatakan bahwa untuk menyukseskan terbentuknya suatu moral yang baik berbagai universitas di Indonesia menerapkan kebijakan seperti pendidikan Pancasila, pendidikan Pancasila ini sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan moral individu karena pada butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan dijadikan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia. melalui kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik dapat menyerap nilai-nilai moral Pancasila, penerapan nilai-nilai moral Pancasila diarahkan secara manusiawi dan alamiah karena nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami tetapi juga perlu dihayati. dengan diadakannya mata kuliah pendidikan kewarganegaraan ini berorientasi untuk mempersiapkan warga negara agar memiliki kemampuan untuk terlibat serta berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

di dalam video tersebut juga disebutkan masih banyaknya masalah moral yang ada di lingkungan kampus seperti :
1. vandalisme dan kekerasan
2. mencuri
3. menyontek
4. tidak menghormati pejabat publik
5. bullying
6. menyerang keyakinan orang lain yang berbeda
7. berbicara kasar
8. pemerkosaan dan pelecehan seksual
9. bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara
10. narkoba

oleh karena itu perlunya menanamkan nilai Pancasila pada diri kita, karena Pancasila dapat menjadikan Pendidikan karakter yang khas di Indonesia dengan fokus keberagaman toleransi dan keadilan sosial.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

video tersebut merupakan stand Up comedy yang disampaikan oleh Arie kriting
pada awal video arie menyampaikan bahwa ia bercita-cita ingin masuk perguruan tinggi tetapi tidak lulus tes dan akhirnya ia masuk ke perguruan tinggi swasta, setelah ia masuk ke dalam perguruan tinggi swasta tersebut ia merasa bangga karena dia merasa bahwa kampusnya ternyata lebih canggih dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri. Ari menyampaikan statement tersebut dikemas dengan komediannya.

Pembahasan yang kedua Arie berbicara mengenai pendidikan di Indonesia yang ingin dia kritisi yaitu pendidikan moral karena menurutnya moral bangsa semakin menurun dari sebelumnya, karena ia melihat bahwa pendidikan moral banyak yang tidak tepat sasaran seperti pada zamannya disebut PMP (pendidikan moral Pancasila) lalu berganti menjadi PPKN (Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan) dan berubah lagi menjadi PKN (pendidikan kewarganegaraan) hal ini terus berganti, menurutnya ada yang salah dari pendidikan moral, karena dari sekian banyak poin yang dijelaskan terdapat satu poin yang masih membekas dalam pikirannya yaitu bagaimana menjadi anak baik, di dalam buku dicontohkan perilaku anak baik yaitu membantu menyeberangi nenek-nenek. menurutnya kalimat tersebut kurang tepat karena menjadi anak baik tidak hanya membantu menyeberangi nenek-nenek saja tetapi membantu menyeberangi sesama kita yang sedang kesulitan.

dapat disimpulkan dari stand Up comedy yang disampaikan Arie keriting tersebut bahwa pendidikan moral di Indonesia semakin menurun, selain itu usaha pemerintah dalam membentuk moral anak bangsa sudah dilakukan dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila atau pendidikan kewarganegaraan tapi alangkah lebih bagus lagi jika dalam pembelajaran tersebut tidak terpaku oleh contoh dalam kehidupan sehari-hari yang tidak berganti.