Kiriman dibuat oleh Velinda Widyacahya 2213053130

PKn SD 4J -> TUGAS

oleh Velinda Widyacahya 2213053130 -
Nama : VELINDA WIDAYCAHYA
NPM : 2213053130
Kelas : 4J

Teori belajar dan teori pembelajaran adalah dua konsep yang saling terkait, tetapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
• Teori belajar lebih berfokus pada proses bagaimana individu memperoleh pengetahuan atau keterampilan. Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana informasi diproses dan diingat, serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar.
Contohnya, Teori Belajar Kognitif menganggap belajar sebagai proses mental aktif dan menekankan pada bagaimana siswa memproses dan menyimpan informasi. Menurut teori ini, guru harus membantu peserta didik untuk memahami konsep, bukan hanya menghafal fakta.
• Teori pembelajaran berfokus pada metode dan strategi yang digunakan oleh guru untuk mendukung proses belajar peserta didik. Ini mencakup pendekatan seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, atau pembelajaran berbasis masalah. Contohnya, Model Pembelajaran Kooperatif, siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas atau proyek. Model ini bertujuan untuk mempromosikan keterampilan kerja sama dan komunikasi, serta membantu siswa untuk belajar satu sama lain.

PKn SD 4J -> Tugas 2

oleh Velinda Widyacahya 2213053130 -
Nama : VELINDA WIDAYCAHYA
NPM : 2213053130

Analisis materi PKN SD
• PKN merupakan mata pelajaran yang bersifat multidimensional karena merupakan pendidikan nilai moral, sosial serta pendidikan politik tetapi yang paling menonjol adalah pendidikan nilai dan moral.

• Visi pendidikan kewarganegaraan (pkn) ke depan : melahirkan warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, demokratis berbudi pekerti luhur karena bermoral tinggi dan mandiri, serta terampil dan partisipatif dalam kehidupan bermasyarakat kamu berbangsa, dan bernegara. baik di tingkat lokal, nasional, dan global dengan tetap berlandaskan kepada nilai-nilai dan ketentuan-ketentuan dalam Pancasila dan UUD 1945.

• Misi Pendidikan kewarganegaraan (PKN) yaitu sebagai berikut :
1. PKN sebagai pendidikan politik, yang berarti program pendidikan ini memberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada siswa agar mereka mampu hidup sebagai warga negara yang memiliki tingkat kepelekan politik dan kesadaran politik serta kemampuan berpartisipasi politik yang tinggi.
2. PKN sebagai pendidikan hukum berarti bahwa program pendidikan ini diarahkan untuk membina siswa sebagai warga negara yang memiliki kesadaran hukum yang tinggi, menyadari akan hak dan kewajibannya dan memiliki kepatuhan terhadap hukum.
• Norma, hukum, dan peraturan, meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional hukum dan peradilan internasional.

• Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan penghormatan dan perlindungan HAM.

• Fungsi PKN dengan paradigma baru :

1. Mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence)
2. Membina tanggung jawab warga negara (Civic responsibility)
3. Mendorong partisipasi warganegara (Civic Patticipation)

 Pada kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3), materi PKn biasanya lebih sederhana dan berfokus pada pengenalan dasar tentang menjadi warga negara yang baik. Metode pembelajaran yang digunakan biasanya lebih interaktif dan menyenangkan, seperti melibatkan orang tua dan menggunakan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa.
Contoh: mengenali simbol-simbol negara, belajar tentang norma dan etika dalam berinteraksi, serta memahami hak dan kewajiban sebagai siswa dan warga negara.

 Pada kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6), materi PKn menjadi lebih kompleks. Siswa diajarkan tentang konsep-konsep kewarganegaraan yang lebih mendalam. Metode pembelajaran yang digunakan biasanya lebih berfokus pada diskusi dan pemecahan masalah, untuk mengembangkan pemahaman siswa dan keterampilan berpikir kritis mereka.
Contoh : sistem pemerintahan, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta isu-isu terkini yang berkaitan dengan kewarganegaraan.