གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ LIZA DWI WAHYUNI 2253053015

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

LIZA DWI WAHYUNI 2253053015 གིས-
nama: liza dwi wahyuni
npm: 2253053015
kelas: 3f

di dalam video membahas tentang trolley problem yaitu sebuah eksperimen pemikiran dalam etika oleh Philippa Foot pada tahun 1967 untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti sebuah skenario yang di buat menimbulkan dilema moral seperti memberikan pertanyaan yang rumit dengan mencari mana nilai moral yang lebih baik atau mungkin yang lebih baik hanyalah tipuan belaka.
dalam skenario pertama kita diberikan opsi dengan menarik tuas agar kereta berbelok dan hanya membunuh 1 orang atau kereta tetap berjalan lurus dan membunuh 5 orang. sedangkan pada skenario kedua kita diberikan opsi mendorong orang bertubuh besar dan hanya membunuh orang itu atau membiarkan kereta dan membunuh 5 orang.
dari pertanyaan-pertanyaan yang telah di berikan dari video tersebut berupa trolley problem membuat kita berpikir kembali tentang definisi moral yang berbeda-beda serta konsekuensi yang di dapat dari pilihan yang kita ambil.
dari trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan apakah di buat berdasarkan nilai moral atau egoisme manusia saat posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

LIZA DWI WAHYUNI 2253053015 གིས-
nama: liza dwi wahyuni
npm: 2253053015
kelas: 3f

analisi video mirisnya kekerasan di lingkungan sekolah

Pada video terdapat contoh kasus yang terjadi di Indonesia, yaitu
1) Tahun 2015 Siswa kelas 2 di SDN Kebayoran Lama, Jakarta meninggal dunia setelah berkelahi dengan temannya yang diduga karena perkelahian mulut
2) Tahun 2017 siswa kelas 2 SD di Sukabumi Jawa Barat meninggal di halaman sekolah setelah berkelahi, yang dugaannya karena dirundung dan dilempar minuman beku.
3) Tahun 2017, duel antar dua siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam Hari Guru yang terjadi di SDN kabupaten Bandung.

Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan dari pihak sekolah dan juga orang tua. Dari beberapa kasus yang dipaparkan pada video dapat kita maknai bahwa lingkungan disekolah masih sangat memperhatikan dan perlu adanya evaluasi agar menjadi lebih baik.
Lingkungan sekolah adalah tempat untuk belajar dan pembinaan terhadap moral anak sejak usia dini. Tetapi sekarang banyak terjadi kasus kekerasan di lingkungan sekolah hanya karna hal sepele dan hak anak untuk mendapatkan pengawasan jadi terabaikan,lingkungan sekolah adalah lingkungan anak-anak yang mana seharusnya lingkungan tersebut menjadi tempat mereka belajar, tempat mereka berkembang, serta tempat mereka menyalurkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Namun, hal tersebut berbanding terbalik lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang buruk bagi beberapa siswa.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

LIZA DWI WAHYUNI 2253053015 གིས-
Nama: Liza dwi wahyuni
Npm : 2253053015
Kelas: 3F

Analisis jurnal 2
pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi

menurut I Wayan koyan (Dwi siswoyo,2005:22), nilai adalah segala sesuatu yang berharga. nilai itu ada dua yaitu nilai ideal dan nilai aktual. nilai ideal adalah nilai yang menjadi cita-cita setiap orang, sedangkan nilai aktual adalah nilai yang diekspresikan dalam perilaku sehari-hari. nilai adalah sesuatu yang berharga, sesuatu yang indah, sesuatu yang berguna, sesuatu yang memperkaya batin, sesuatu yang menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya (Dwi Siswoyo, dkk. 2005). nilai berfungsi untuk mendorong, mengarahkan sikap dan perilaku. oleh karena itu memiliki nilai-nilai yang luhur akhirnya seseorang bisa disebut sebagai memiliki budi pekerti yang luhur. nilai adalah energi yang mempunyai potensi untuknilai adalah energi yang mempunyai potensi untuk menggerakkan seseorang untuk bersikap dan bertindak.

menurut max scheler dalam(YB adimassana,200:2) ada empat kelompok nilai yang tersusun secara hierarkis (dari yang tertinggi sampai yang terendah), yaitu a). nilai-nilai religius-kerohanian, meliputi iman, kesucian, keutamaan moral, kejujuran, ketulusan, tanggung jawab, keadilan, kebijaksanaan, kesetiaan, kesabaran dan ketabahan.
b). nilai-nilai kejiwaan meliputi keindahan, kebenaran ilmiah dan ilmu pengetahuan.
c). nilai-nilai kehidupan meliputi kedamaian, ketenangan, kesehatan, kecukupan, kesederhanaan dan kerukunan.
d). nilai-nilai kenikmatan yaitu terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan biologis/ragawi/indrawi.

pendidikan nilai merupakan bagian integral kegiatan pendidikan, Karena pada dasarnya pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak dan kepribadian pesertawatak dan kepribadian peserta didik.

globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai padakemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia ( A Jamil Edison, dkk:2005).
pengaruh positif globalisasi terhadap nilai-nilai dan moral
1. aspek politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis jika pemerintahan dijalankan secara jujur bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat
2. dari aspek ekonomi terbukanya pasar internasional meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. dengan demikian akan meningkatkan pula kehidupan ekonomi bangsa.
3. aspek sosial budaya, kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi, disiplin dan IPTEK dari bangsa yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

era globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang. hal ini sebagai dampak pengabdian budaya luar secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian remaja kita. persepsi budaya luar ditelan mentah-mentah tanpa mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya luar secara Arif dan bertanggung jawab.

dampak globalisasi telah menimbulkan transformasi nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. kesadaran akan hak personal seorang semakin tinggi, kehidupan cenderung semakin individualis, semakin permisif, dan lunturnya nilai-nilai moral. nampaknya pendidikan nilai selama ini banyak terjadi adanya keterpaksaan yaitu nilai-nilai diajarkan dengan paksa untuk diketahui secara kognitif dan dilaksanakan tetapi karena dipaksakan maka tidak sampai menyentuh hati. hasilnya sikap dan perilaku anak didik tidak berakar dari pengalaman nilai yang autentik. kita tidak dapat membendung pengaruh zaman dan tidak dapat memalingkan perhatian mereka dari nilai-nilai yang sedang trend. yang dapat kita lakukan adalah mendampingi dan mendorong mereka agar menjalani hidup dengan menggunakan nalar dan hati. dengan nalar dan hati yang berfungsi dengan baik diharapkan mereka akan dapat mempertimbangkan segala perubahan tingkah laku dan keputusan yang diambil. sejarah individual setiap pendidik diharapkan mencoba melaksanakan tugasnya "mengajar" dan "mendidik"secara bertanggung jawab.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

LIZA DWI WAHYUNI 2253053015 གིས-
Nama: Liza dwi wahyuni
Npm: 2253053015
Kelas: 3F

Analisi jurnal PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM
PENDIDIKAN DI ACEH

Salah satu aspek terutama dalam kehidupan seorang Muslim merupakan mempunyai
standar moral yang besar. Ini terutama berkaitan dengan pengajaran dan pendisiplinan siswa untuk
memiliki perilaku dan karakteristik pribadi yang terbaik. Perkembangan IPTEK yang luar biasa
yang menyebabkan terjadinya proses interaksi kultural yang lebih terbuka (Suwarman, 2016).
Selain itu, perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan
paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Masalah iklim masyarakat moralitas remaja
selama dekade terakhir masih belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menjadi semakin sulit
untuk diabaikan dalam berbagai penelitian dimana siswa terlibat dalam perilaku menyimpang yang sering dikaitkan dengan institusi pendidikan. Namun demikian, perubahan yang sangat cepat ini berdampak serius pada kehidupan sosial melalui proses aspek kognitif dan emosi (Aswati, 2007).

Penyelenggaraan pendidikan di provinsi Aceh, Indonesia, pada dasarnya mengacu pada
sistem pendidikan nasional, sama dengan provinsi lain di Indonesia. Tetapi, semenjak Aceh diberikan status khusus lewat Undang- Undang No 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Undang- Undang No 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan
keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013)
Aceh memiliki ciri-ciri khusus dalam penyelenggaraan syariat Islam (Ulya, 2016) dan penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia
mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.
Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Masalah iklim masyarakat moralitas remaja selama dekade terakhir masih belum pernah terjadi sebelumnya. Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya
warga. Dalam menjawab perihal tersebut pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan
pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh pula
melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat
kepada pemerintah Aceh. Penyelenggaraan pembelajaran Islami di Provinsi Aceh mengacu
pada Qanun No 9 Tahun 2015 pergantian atas Qanun Aceh No 11 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pembelajaran. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan
berpedoman pada ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi,
akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan
penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun
pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.
Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9
Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami
sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran
yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

LIZA DWI WAHYUNI 2253053015 གིས-

Nama: Liza dwi wahyuni

Npm: 2253053015

Kelas :3F


pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan


pengamalan sila Pancasila artinya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari


sila pertama ketuhanan yang maha esa, sila pertama mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya.

contohnya bersyukur kepada Tuhan, melaksanakan ibadah, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, berdoa sebelum dan sesudah makan.


sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab, sila ke-2 mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia.

contohnya membantu korban bencana alam, membantu adik belajar, tidak berbuat kasar kepada orang lain, menolong teman yang kesulitan.


sila ketiga persatuan Indonesia, mengajak kita untuk cinta terhadap bangsa Indonesia.

contoh contoh pengamalan sila ke-3 mencintai dan bangga menggunakan barang buatan Indonesia, bermain dengan rukun, mengikuti upacara bendera dengan tertib, melestarikan budaya daerah


sila ke-4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah.

contoh pengamalan sila ke-4 menyampaikan pendapat, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada ,saling menghargai pendapat


sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama.

contoh pengamalan sila ke-5 tidak berbuat curang kepada orang lain, tidak boros dan suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang