Kiriman dibuat oleh LIZA DWI WAHYUNI 2253053015

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

oleh LIZA DWI WAHYUNI 2253053015 -
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm : 2253053015
Kelas : 3 F

Jawab:
Penanaman nilai dan moral pada tiga lingkungan utama, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Cara menanamkannya melibatkan contoh nyata, komunikasi terbuka, dan keterlibatan aktif.

Dalam keluarga, orang tua menjadi contoh utama. Mendengarkan dengan empati, memberikan aturan yang konsisten, dan memberikan tanggung jawab membantu membentuk nilai. Hambatan bisa muncul dari ketidaksetujuan antara nilai keluarga dan lingkungan luar.

Di sekolah, pendekatan edukatif yang melibatkan diskusi, proyek kolaboratif, dan program pengembangan karakter dapat meningkatkan pemahaman nilai. Hambatan melibatkan perbedaan nilai antar individu atau kelompok di lingkungan sekolah.

Di masyarakat, melibatkan anak dalam kegiatan sosial, sukarela, atau proyek komunitas dapat membantu menginternalisasi nilai. Hambatan dapat muncul dari pengaruh budaya atau media yang bertentangan dengan nilai yang diajarkan.

Strategi yang tepat untuk menjadikan penanaman nilai sebagai kebiasaan termasuk konsistensi, pemberian contoh positif, penggunaan reward yang bijak, dan memberikan ruang bagi refleksi diri. Dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat juga krusial untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan moral anak.
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm : 2253053015
Kelas : 3 F

Analisis jurnal 2

PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL
PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU
BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA

Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral
dan perilaku moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu;
pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua.
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar
luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan
mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini)sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait
merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya
bangsa dan perkembangan moralitas individu. Hal ini menimbulkan kecemasan
sehingga memerlukan satu pendekatan yang lebih serius dalam memperkokoh jatidiri
generasi muda melalui pendidikan karakter dan budaya bangsa.
Setidaknya, ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas
moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru,
orangtua, dan masyarakat.
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos
yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga
akhlak. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral.
Budi pekerti adalah buah dari budi nurani.
Apabila kita membicarakan pengertian moral, etika dan nilai, tiada satu
definisi universal yang diterima oleh semua pihak. Terdapat banyak pengetahuan
yang berbeda tentang moral, etika dan nilai menurut ahli yang berbeda pula makna kegunaan (berharga) , sedangkan moral berasal dari bahasa latin yaitu 'mores'. Etika atau 'ethics' berasal dari bahasa yunani yaitu 'ethos' yang memiliki arti hampir
sama dengan etika. Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat
sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut.
Nama : Liza dwi wahyuni
Kelas : 3 F
Npm : 2253053015

Analisis jurnal 1

MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Kalangan millenial . Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik.
melihat adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi berarti
kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah
akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Adapun kalangan millennial saat ini akrab terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan
benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral.
Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama.
Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital.
Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah
peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya
degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.
Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm: 2253053015
Kelas : 3 F

Analisis video 1

Refleksi Moral Hidup Dalam Kehidupan Manusia

Refleksi moral dalam kehidupan manusia melibatkan evaluasi terhadap tindakan dan keputusan yang diambil, serta dampaknya terhadap diri sendiri dan orang lain. Penting untuk mempertimbangkan nilai-nilai seperti integritas, empati, dan tanggung jawab dalam setiap langkah yang diambil untuk memastikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm : 2253053015
Kelas : 3 F

Analisis video 3

tindakan yang dapat kita lakukan sebagai pencerminan nilai dan moral di masyarakat yaitu menyapa tetangga atau masyarakat disekitar
tindakan tersebut merupakan salah satu upaya dalam membentuk hubungan yang rukun dalam masyarakat, membantu orang lain
tindakan membantu atau tolong menolong adalah salah satu tindakan yang mencerminkan nilai dan moral yang baik dimasyarakat, menjadi penggerak positif di kelompok
seseorang harus bisa menjadi penggerak di suatu kelompok, sikap kepedulian lingkungan yang tinggi
sikap kepedulian dengan lingkungan menjadikan tindakan-tindakan positif yang berarti bagi lingkungan sekitar.