Posts made by Rifki Zibral Mahardika 2213053224

Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam usaha membentuk karakter mahasiswa, setiap kampus di Indonesia berupaya memastikan bahwa mahasiswanya mematuhi norma dan hukum yang berlaku. Pendidikan nilai moral, yang awalnya dikenal sebagai PMP dan berkembang menjadi PPKN serta PKN, bertujuan mencetak generasi muda yang berakhlak dan kritis. Implementasi kebijakan Pancasila memainkan peran sentral dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral dengan makna mendalam sebagai pedoman bagi rakyat Indonesia. Meski demikian, masih terdapat berbagai tantangan moral di lingkungan kampus, seperti vandalisme, kekerasan, pencurian, perilaku tidak terhormat terhadap pejabat publik, kekejaman sesama, penghinaan terhadap keyakinan lain, bicara kasar, pelecehan seksual, orientasi pada diri sendiri yang mengurangi tanggung jawab sebagai warga negara, dan perilaku meresahkan diri seperti penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan nilai Pancasila sebagai dasar pendidikan karakter khas Indonesia dengan fokus pada keberagamaan, toleransi, dan keadilan sosial.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam usaha meningkatkan pendidikan moral di Indonesia, pemerintah mengarahkan perhatiannya pada siswa, dengan memasukkan pendidikan nilai moral ke dalam kurikulum sekolah. Awalnya, diterapkan PMP atau pendidikan moral Pancasila, yang berfokus pada nilai-nilai dalam sila Pancasila. Seiring berjalannya waktu, program ini mengalami perubahan menjadi PPKN atau pendidikan kekeluargaan dan kewarganegaraan, dan kini dikenal sebagai PKN. Meskipun demikian, beberapa pihak menganggap bahwa pendidikan nilai moral ini masih belum sepenuhnya memenuhi sasaran yang diinginkan.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM :2213053224

Tantangan etika dan moral dalam lingkungan termanifestasi melalui praktek seperti penebangan pohon yang dianggap wajar demi kebutuhan manusia dan perilaku sembrono dalam membuang sampah. Permasalahan lingkungan menjadi isu etika karena manusia sering kali memperlakukan alam secara tidak bertanggung jawab, menyebabkan penyusutan sumber daya alam yang vital untuk pembangunan. Eksploitasi besar-besaran yang tak terkendali juga terlihat dari sumber daya alam yang dieksploitasi dan diekspor dengan harga rendah tanpa mempertimbangkan biaya kerusakan alam. Masalah polusi, baik udara, tanah, air, dan limbah domestik, juga menjadi bagian dari tantangan etika dalam lingkungan. Proses konservasi menjadi krusial untuk menjaga makna kultural tempat tertentu. Upaya eksploitasi besar-besaran yang tak terkendali mengakibatkan sumber daya alam yang dimiliki tidak memberikan manfaat kemakmuran sesuai konstitusi. Peraturan pemerintah terkait pertambangan, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1969, menjadi relevan dengan undang-undang yang menetapkan kuasa pertambangan berdasarkan golongan tertentu.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Nilai moral memiliki kepentingan penting bagi manusia, namun, dengan perkembangan zaman, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penurunan nilai moral, salah satunya adalah dampak negatif dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai dan moral bukan hanya sebagai pelajaran, tetapi juga sebagai pembentukan karakter mengenai sikap terhadap yang baik dan buruk, bersumber dari internal diri yang ditanamkan oleh agama, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Adanya tiga faktor yang menyebabkan penurunan nilai dan moral:
1. Ketidakcukupan pendidikan moral di lingkungan keluarga.
2. Dampak negatif dari proses globalisasi.
3. Kurangnya peran agama dalam lingkungan yang lebih mengandalkan pada individualisme.

Upaya perbaikan terhadap nilai dan moral dalam masyarakat menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan membangun lingkungan baru yang dapat memajukan pendidikan nilai moral.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dari video yang telah ditonton, dapat diambil kesimpulan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, disarankan untuk saling memberikan bantuan kepada sesama. Bahkan dalam urusan ibadah kepada Tuhan, kerjasama dengan orang lain tetap diperlukan. Aktivitas saling membantu tidak memandang perbedaan seperti ras, suku, bangsa, agama, keturunan, status sosial, dan tingkat pendidikan manusia. Semakin banyak orang yang berbuat baik dengan saling tolong-menolong, akan menciptakan kehidupan yang harmonis dan memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.