Kiriman dibuat oleh Maharani Puspita Dewi Wardana 2213053279

Nama : Maharani Puspita Dewi Wardana
Npm : 2213053279
Kelas : 2D
Prodi : PGSD

Ketahanan Nasional
Adalah keuletan keterampilan dan ketangguhan suatu bangsa dan kemampuan mengembangkan potensi untuk menghadapi ancamna yang dtang. Ancama ada beberpa sumber, bersifat langsung luar dalam atau tidak langsung.
Ancaman menyerang:
-Integritas
-Identitas
-Kelangsungan hidup
-Perjuangan mencapai tujuan nasional
Macam macam ancaman
1. Ancaman Tri Gatra
Yang berdasarkan pada:
- lokasi dan kondisi geografis
- keadaan dan kekayaan alam
- kemampuan penduduk
2. Ancaman Panca Gatra
- ideologi
- politik
- ekonomi
- sosial budaya
- pertahanan dan keamanan
Adapun cara menghadapi ancaman ketahanan nasional :
1. Ancaman Tri Gatra
Yang berdasarkan pada:
- lokasi dan kondisi geografis : adanya peningkatan potensi sumber daya baik di laut dan darat.
- keadaan dan kekayaan alam : pemanfaatan sumber daya alam yang baik
- kemampuan penduduk : dengan pendidikan
2. Ancaman Panca Gatra
- ideologi: rangkaian nilai yang menampung aspirasi.
- politik : Demokrasi dan keseimbangan output input.
- ekonomi : sarana, modal , telekomunikasi dan teknologi.
- sosial budaya : tradisi
- pertahanan dan keamanan : partisipasi dan kesadaran masyarakat.
Nama : Maharani Puspita Dewi Wardana
NPM : 2212053279
Kelas : 2D
Prodi : PGSD

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Pada artikel diatas merupakan masa kelam penegakkan ham di Indonesia seperti tidak adanya proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM oleh aparat keamanan, pembatasan mengemukakan dan mengekspresikan diri, diskriminasi gender dll. Tentunya Indonesia terus mencoba melakukan yang terbaik untuk memperbaiki penegakkan ham dengan menegakkan supermasi hukum dan mereformasi sektor keamanan publik.
Hal positif yang dapat diambil dari artikel diatas adalah walaupun pada 2019 merupakan tahun yang kelam pada penegakkan ham di Indonesia tetapi Indonesia terus melakukan perubahan agar penegakkan hukum dapat berjalan dengan baik.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
-Menurut saya demokrasi diambil dari nilai adat istiadat budaya asli masyarakat bisa dilihat dari konstitusi yaitu pancasila. Demokrasi pancasila berdasarkan dengan nilai nilai yang terkandung di dalam pancasila dimana nilai itulah yang merupakan budaya asli Indonesia
- Menurut pendapat saya mengenai prinsip Demokrasi yang ber ketuhanan yang maha Esa yaitu prinsip Demokrasi yang berlandaskan kaidah yang sesuai dengan nilai nilai yang ber ketuhanan yang maha Esa.

3.Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Menurut pendapat saya prkatik Demokrasi di Indonesia saat ini sudah sesuai dengan pancasila. Namun untuk penegakkan ham di Indonesia masih kurang karena ada beberapa kasus pelanggaran HAM yang kurang di tindaklanjuti karena masih banyak terjadi pelanggaran HAM dan kurang menghargai sesama.

4.Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Menurut saya jika ada kondisi dimana Parlemen mengatasnamakan rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat tentunya sangat tidak setuju, seharusnya Parlemen melakukan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rakyat jika parlemen sudah bertindak tidak jujur itu merugikan masyarakat dan masyarakat idak akan percaya kpd Parlemen tersebut, jika Parlemen itu masih terus berlanjut tentuny berdampak buruk pada kedepannya.

5.Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Masyarakat yang kurang paham dan mendalami agama sangat mudah terpengaruh dengan tokoh agama ataupun tradisi. Kurangnya pemahaman tebtng pancasila jug dapat menyebabkan masyarakat sangat mudah dibohongi. Maka masyarakat dimanfaatkan para tokoh politik dengan bekerjasama dengan tokoh tradisi dan agama tsb sehingga masyarakat yang mempercayai tokoh tersebut juga mempercayai atau mengikuti tokoh politik tsb. Hubungannya dengan konsep hak asasi manusia yaitu masyarakat dipengaruhi ke hal yang tidak baik dan merupakan ancaman dlm perlindungan HAM.
Nama : Maharani Puspita Dewi Wardana
NPM : 2212053279
Kelas : 2D
Prodi : PGSD

Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya

1.Tanggapan saya pada artikel tersebut adalah karena konflik tersebut dapat menimbulkan perpecahan bagi kedua negara tersebut baik Indonesia maupun Timor Leste, konflik tersebut rejadi karena adanya perbatasan antara kedua negara tersebut, adanya perbedaan mengenai zona perbatasan, serta adanya aspek sosial budaya yang masih terdapat sentimen negatif antar warga Indonesia dengan Timor Leste. Sudah beberapa upaya dilakukan agar konflik ini dapat diatasi dengan melakukan musyawarah antara kedua pihak.
Hal positif yang bisa kita ambil dari konflik ini adalah harus terdapat kerja sama serta keterbukaan antara masing-masing negara agar tidak terjadi kesalahpahaman dan dapat maju bersama

2. Menurut saya jika di dalam bangsa Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara maka yang terjadi adalah bangsa kita tidak teratur dalam tata negara bangsa sehingga dapat menyebabkan bangsa kita kesulitan untuk berkembang dan bangsa kita tidak dapat bersatu.

3. Menurut saya itulah pentingan seorang warga negara memiliki wawasan nusantara karena di dalam wawasan nusantara terdapat nilai-nilai penting seperti kesatuan dan kesatuan
Nama : Maharani Puspita Dewi Wardana
Npm : 2213053279
Kelas : 2 D
Prodi : PGSD

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
2. Halaman : 21-30
3. Volume : VII
4. Nomor : No. 01
5. Tahun Terbit : Juni 2017
6. Judul Jurnal : Penegakan Hukum Dan Perlindungan Negara
7. Nama Penulis : M. Husein Maruapey
8. Kata Kunci : Keputusan, Negara, Warga Negara, Perlindungan Hukum.
B. Isi jurnal
pendahuluan:
Komunitas Tionghoa di Indonesia mengalami diskriminasi selama Orde Baru dan berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka termasuk hak politik. Perjuangan mereka membuahkan hasil dengan dikeluarkannya UU No 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan. Ahok, seorang tokoh masyarakat dari komunitas Tionghoa, menjadi gubernur pertama DKI Jakarta yang berasal dari etnis Tionghoa. Dia terkenal karena kemampuannya memimpin dengan tegas dan memperjuangkan transparansi di negara yang tingkat korupsinya tinggi seperti Indonesia. Meskipun banyak yang meragukan kemampuannya, Ahok berhasil memenangkan dukungan publik yang kuat. Ia lahir dalam sebuah keluarga kaya di pulau Belitung dan menamatkan studi geologi sebelum memasuki dunia bisnis di mana banyak konglomerat terkemuka di era Suharto berasal dari minoritas Tionghoa.
Purnama kecewa dan hampir pindah ke luar negeri ketika salah satu proyeknya mengalami kesulitan dengan pejabat setempat, tetapi ayahnya membujuknya untuk tetap tinggal dan menggunakan bakatnya untuk membantu orang yang kurang beruntung. Dia kemudian terjun ke politik lokal pada 2004. Ahok berjanji akan melanjutkan program pendahulunya, termasuk memperluas akses kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat miskin, serta memperbaiki transportasi umum dan lalu lintas di ibu kota. Namun, gaya kepemimpinannya kontroversial, ditandai dengan kritik keras dan hinaan terhadap bawahannya. Jakarta adalah kota majemuk dengan beragam suku dan budaya, menjadi tantangan bagi setiap gubernur untuk memimpinnya dengan gaya kepemimpinan yang ideal, tegas, cerdas, humanis, dan pro-Indonesia.

Pembahasan:
1. Profil Ahok
Basuki T Purnama (BTP) yang akrab dipanggil Ahok lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur. Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan
tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.
2. Kiprah Politik Ahok
Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat (paham Kong HuCu), dan keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, serta rasa frustasi yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.
3.Gaya Kepemimpinan Ahok
Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok yang tegas sangat cocok untuk Jakarta. Pasalnya, dengan ketegasannya, Ahok bisa mengimplementasikan sejumlah kebijakan dan mengatasi sejumlah persoalan di DKI Jakarta.
4.Penegakan hukum
adalah usaha-usaha yang diambil oleh pemerintah atau suatu otoritas untuk menjamin tercapainya rasa keadilan dan ketertiban dalam masyarakat
dengan menggunakan beberapa perangkat atau alat kekuasaan negara baik dalam bentuk undang-undang, sampai pada para penegak hukum antara lain polisi, hakim, jaksa, serta pengacara.
Kepastian hukum merupakan perlindungan yustisiable terhadap tindakan sewenang-wenang, yang berarti bahwa seseorang akan dapat memperoleh sesuatu yang diharapkan dalam keadaan tertentu. Sebaliknya masyarakat mengharapkan manfaat dalam pelaksanaan atau penegakkan hukum.