གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Widia Nata Saputri 2213053057

Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G

Analisis video 1 dengan judul pentingnya pendidikan nilai dan moral.
Pendidikan moral merupakan hal yang penting di ajarkan kepada siswa. Dengan Moral maka seseorang akan memiliki kesadaran dan dapat mempertimbangkan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Apabila seorang anak tidak dibekali pendidikan moral, maka yang akan didapat adalah masalah moral berupa kemerosotan moral.
Demi kemajuan sekolah, bangsa, dan negara serta membentuk karakter kepribadian siswa yang baik maka pendidikan moral itu sangat penting untuk disosialisasikan.

Dalam penanaman pendidikan nilai dan moral maka diperlukannya pelajaran PPKN. Dimana PPKN sendiri merupakan wahana dalam pembangunan watak atau karakter, wahana sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa serha acuan dalam penerapan keberhasulan pendidikan nilai dan moral.
Peran pendidik SD dalam Menanamkan Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral melalui pata pelajaran PKN dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan, berupa:
1). Pendekatan Indoktrinasi, guru dengan tegas dan konsisten mensosialisasikan aturan yang harus di taati.
2) pendekatan klarifikasi nilai, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungakapkan sesuatu itu benar atau buruk.
3) Pendekatan melalui teladan atau contoh, dimana guru sebagai suri tauladan maka harus memberikan contoh yang baik.
4) Pendekatan melalui pembiasaan dalam perilaku.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G

Analisis Video 2 dengan judul Pendekatan Pantahelix Pendidikan Nilai dan Moral

Nilai merupakan harga pada suatu konsep yang dihadapi, sedangkan moral merupakan kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang.
Dibawah ini merupakan pendekatan untuk menanamkan nilai, berupa pemerintah, masyarakat/komunitas, akademis, pengusaha/pemilik modal, serta media.
Nilai perlu dan penting untuk di ajarkan, tetapi harus di tangkap, dicerna, di internalisasikan dan dibekukan dalam diri.
Terdapat aliran dalam pengajaran nilai
1) Aliran Relativisme, artinya nilai tidak bisa di ajarkan karena pada hakikatnya nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
2) Aliran Kebebasan (Value Free), artinya nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kebebasan dasar manusia dalam menentukam pilihannya secara bebas dan mandiri.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1
1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Pendidikan Moral di Sekolah
Penulis Jurnal : Rukiyati
Nama Jurnal : Jurnal Humanika

2. Hasil dan Pembahasan
Sekolah mempunya fungsi dalam upaya menumbuhkaj nilai-nilai akademik, sosial, dan nilak religius. Sekolah merupakan wahana pengembangan manuzia yang berupaya untuk mrnumbuhkan, memerdekakan manusia darj beban, rintangan, dan kesulitan.
1) Pendidik moral di sekolah
Pendidik moral di sekolah tifak terbatas pada guru semata, namun semua warga yang ada di sekolah juga turut serta. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya.
2) Materi Pendidikan Moral
Mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap tuhan Yang Maha Esa.
3) Metode Pendidikan Moral
Dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi), nilai-nilai dalam moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.
a. Inkulkasi Nilai, dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara, termasuk indentufikasi nilai-nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, serta bercerita.
b. Metode keteladanan, sebagai bentuk mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional dan masyarakat modern. Uang bisa dijadikan sebagai teladan adalah orang tua serta guru.
c. Metode Klasifikasi Nilai, diperkenalkan lewat proses klasifikasi. Pendekatan klarifikasi nilai adalah salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya.
d. Metode Fasilitas Nilai, diberikan agar dapat digunakan siswa dalam merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun kelompok.
e. Metode Keterampilan Nilai Moral, diwujudkan dimulai dengan pembiasaan.
4) Evaluasi Pendidikan Moral
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang meliputi tiga kawasan berupa penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral.

3. Simpulan
Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif.
Nama : Widia Nata Saputri
NPM : 2213053057
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal
1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Pemdekatan Pendidikan Nilai secara Komprehensif sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa
Penulis Jurnal : Darmiyati Zuchdi
2. Hasil dan Pembahasan
A. Pendekatan Komprehensif
Sangat dibutuhkan pendekatan pendidikan nilai dan moral yang memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam memilih nilai-nilai yang saling bertentangan. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum. Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan keterampilan hidup yang lain. Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberian penghargaan dan semua aspek kehidupan. Yang terakhir, pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat, Orang tua, lembaga keagamaan, penegak hukum, polisi, organisasi kemasyarakatan, semua perlu berpartisipasi dalam pendidikan nilai.

Terdapat berbagai cara untuk mencapai seperangkat tujuan pendidikan. Untuk pendidikan nilai, berbagai metode, program, dan kurikulum telah dikembangkan di Amerika Serikat, untuk menolong generasi muda agar dapat mencapai kehidupan yang secara pribadi lebih memuaskan dan secara sosial lebih konstruktif. Dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap gerakan talna dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral.
1. Realisasi nilai atau pendidikan keterampilan hidup adalah gerakan pertama dalam bidang pendidikan nilai, menyangkut pendekatan dalam menolong individu menentukan, menyadari, mengimplementasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan.
2. Pendidikan Watak, tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral.
3. Pendidikan Kewarganegaraan. Diberikan dalam berbagai segi. Aspek-aspek dalam pendidikan kewarganegaraan meliputi pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik, apresiasi terhadap sistem demokrasi dan nilai nilai kewarganegaraan, keterampilan berfikir kritis, keterampilan, berkomunikasi, keterampilan bekerja sarna, dan keterampilan mengatasi konflik.
4. Pendidikan Moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan Perilaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bermoral".
Tujuan Utama pendidikan moral adalah Menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut. Pendidikan moral mengandung beberapa komponen yaitu: pengetahuan tentang Moralitas, penalaran, moral, perasaan kasihan dan mementingkan kepentingan orang lain, dan tendensi moral.

3. Simpulan
DiIiIlat dari segi materinya, pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena nilai-nilai fundamental yang dapat menuntun kearah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh umat manusia telah di sampaikan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, melalui Pendidikan agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, Masih banyak kelemahan yang perlu diatasi.