Nama : Nasywa Fadillah Asnah
Kelas : 3/J
NPM : 2253053020
Analisis jurnal
Pendidikan moral dan etika bagi generasi milenial perlu ditanamkan sedini mungkin agar nilai kemanusiaan tumbuh dalam diri generasi penerus bangsa. Kita harus terus menerus menanamkan pendidikan moral dan etika, agar kualitas sumber daya manusia Indonesia akan meningkat seiring berjalannya waktu, jika moral dan etika ditegakkan. Pendidikan moral dan etika dapat dimulai dari keluarga, sekolah, dan kemudian masyarakat.
Pendidikan merupakan proses menumbuhkan dan mengembangkan diri. Dalam hal ini, pendidikan berarti melatih seseorang dalam upaya menjadi manusia yang lebih baik. Tidak hanya pendidikan umum, tetapi pendidikan karakter juga memiliki peran yang penting dalam sistem pendidikan nasional. Salah satunya adalah dengan menerapkan pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan agama Islam yang memiliki tujuan yang sama seperti lembaga pendidikan lainnya sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan generasi Islam yang berakhlak mulia.
Pentingnya moral bangsa bagi generasi Z ini bertujuan untuk menumbukan sikap saling menghargai sesama manusia. Namun seperti yang kita lihat pada zaman generasi Z sekarang banyak sekali anak generasi bangsa yang bermoral buruk, seperti mereka melakukan kekerasan. Kekerasan yang bisa kita lihat pada masa kini adalah banyaknya klitih yang terjadi di daerah Yogyakarta sendiri khususnya. Baru baru ini kasus klitih di jogja yang menjadi sorotan yaitu yang terjadi di Jalan Gedong Kuning dan yang menjadi korban adalah anak dari anggota DPRD Kebumen sehingga menyebabkan anak tersebut meninggal dunia. Hal ini terjadi tidak lain karena rendah atau buruknya moral anak yang melakukan kejahatan itu. Seperti ia tidak memiliki rasa empati dan juga kasih sayang kepada manusia lainnya. Etika yang dianggap kuno mulai luntur seperti norma norma kesopanan yang berkurang jika dibandingkan dengan zaman zaman yang lalu.
Pendidikan pertama dalam pengembangan pendidikan moral seorang anak berada di rumah atau di keluarganya sendiri. Sesungguhnya pendidikan keluarga ini sudah didapat juga oleh generasi sebelum generasi Z. Ayah, ibu dan siapapun yang ada di dalam keluarga merupakan pemeran dalam pemberian moral yang baik untuk anak. Peran seorang ayah dalam meberikan pendidikan moral untuk anaknya dapat dengan memberikan perilaku perilaku yang baik kepada anak, seperti ayah yang bekerja dengan jujur dapat dicontoh seorang anak sehingga anak tersebut dapat berperilaku jujur juga, tidak hanya jujur, seorang ayah biasanya juga mengajarkan sikap disiplin kepada anaknya, dan hal itu juga dapat di contoh anak sebagai sikap yang baik. Selanjutnya peran seorang ibu bisa seperti memberikan contoh dengan membersihkan tempat tidur setelah bangun tidur, hal itu memberikan ajaran kepada anak untuk bersikap rapi, dan juga terampil dalam menjalani tanggung jawabnya. Nah disini pendidikan moral yang ada dalam keluarga sesungguhnya dapat memperlihatkan moral anak juga ketika ia berada di luar rumah, karena ajaran ajaran yang dilakukan di rumah oleh setiap anggota keluarganya memberikan contoh untuk seorang anak lakukan ketika ia berada di luar rumah.
Kelas : 3/J
NPM : 2253053020
Analisis jurnal
Pendidikan moral dan etika bagi generasi milenial perlu ditanamkan sedini mungkin agar nilai kemanusiaan tumbuh dalam diri generasi penerus bangsa. Kita harus terus menerus menanamkan pendidikan moral dan etika, agar kualitas sumber daya manusia Indonesia akan meningkat seiring berjalannya waktu, jika moral dan etika ditegakkan. Pendidikan moral dan etika dapat dimulai dari keluarga, sekolah, dan kemudian masyarakat.
Pendidikan merupakan proses menumbuhkan dan mengembangkan diri. Dalam hal ini, pendidikan berarti melatih seseorang dalam upaya menjadi manusia yang lebih baik. Tidak hanya pendidikan umum, tetapi pendidikan karakter juga memiliki peran yang penting dalam sistem pendidikan nasional. Salah satunya adalah dengan menerapkan pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan agama Islam yang memiliki tujuan yang sama seperti lembaga pendidikan lainnya sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan generasi Islam yang berakhlak mulia.
Pentingnya moral bangsa bagi generasi Z ini bertujuan untuk menumbukan sikap saling menghargai sesama manusia. Namun seperti yang kita lihat pada zaman generasi Z sekarang banyak sekali anak generasi bangsa yang bermoral buruk, seperti mereka melakukan kekerasan. Kekerasan yang bisa kita lihat pada masa kini adalah banyaknya klitih yang terjadi di daerah Yogyakarta sendiri khususnya. Baru baru ini kasus klitih di jogja yang menjadi sorotan yaitu yang terjadi di Jalan Gedong Kuning dan yang menjadi korban adalah anak dari anggota DPRD Kebumen sehingga menyebabkan anak tersebut meninggal dunia. Hal ini terjadi tidak lain karena rendah atau buruknya moral anak yang melakukan kejahatan itu. Seperti ia tidak memiliki rasa empati dan juga kasih sayang kepada manusia lainnya. Etika yang dianggap kuno mulai luntur seperti norma norma kesopanan yang berkurang jika dibandingkan dengan zaman zaman yang lalu.
Pendidikan pertama dalam pengembangan pendidikan moral seorang anak berada di rumah atau di keluarganya sendiri. Sesungguhnya pendidikan keluarga ini sudah didapat juga oleh generasi sebelum generasi Z. Ayah, ibu dan siapapun yang ada di dalam keluarga merupakan pemeran dalam pemberian moral yang baik untuk anak. Peran seorang ayah dalam meberikan pendidikan moral untuk anaknya dapat dengan memberikan perilaku perilaku yang baik kepada anak, seperti ayah yang bekerja dengan jujur dapat dicontoh seorang anak sehingga anak tersebut dapat berperilaku jujur juga, tidak hanya jujur, seorang ayah biasanya juga mengajarkan sikap disiplin kepada anaknya, dan hal itu juga dapat di contoh anak sebagai sikap yang baik. Selanjutnya peran seorang ibu bisa seperti memberikan contoh dengan membersihkan tempat tidur setelah bangun tidur, hal itu memberikan ajaran kepada anak untuk bersikap rapi, dan juga terampil dalam menjalani tanggung jawabnya. Nah disini pendidikan moral yang ada dalam keluarga sesungguhnya dapat memperlihatkan moral anak juga ketika ia berada di luar rumah, karena ajaran ajaran yang dilakukan di rumah oleh setiap anggota keluarganya memberikan contoh untuk seorang anak lakukan ketika ia berada di luar rumah.