གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Silvia Novi Fitriana 2213053062

Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm :2213053062
Kelas :2G

Hasil analisis video
Judul "Identitas Nasional"
Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara sehingga berbeda dengan negara lain. Identitas nasional menggambarkan siapakah diri kita sebenarnya. Terdapat 4 unsur identitas nasional
1. Suku bangsa
Terdiri dari kelompok etnis yang tidak kurang dari 300 populasi dialek bangsa di Indonesia. Berbagi suku di Indonesia seperti suku Makassar dan Bugis, Batak, Bali, Lombok, Aceh dan lain-lain.
2. Agama
Berbagi macam agama yang ada di Indonesia diantaranya Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu.
3. Kebudayaan
Yaitu pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya terdiri dari pangkat-pangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan para pendukung-pendukungnya untuk menyembunyikan pemahaman lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai referensi atau sebagai pedoman untuk tidak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
4. Bahasa
Pendukung dari identitas yang lain digunakan Sarana untuk berinteraksi dengan manusia.

Identitas Nasional Indonesia tercantum dalam Konstitusi Indonesia UUD 1945 pasal 35 dan 36 C.
Terdapat Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia yaitu sebagai berikut:
1. Bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia
2. Bendera merah putih
3. Lagu Indonesia Raya
4. Lambang negara Pancasila
5. Semboyan negara "Bhineka tunggal Ika"
6. Dasar falsafah yaitu Pancasila
7. Konstitusi dasar negara UUD 1945
8. Bentuk kesatuan negara Republik Indonesia
9. Wawasan nusantara
10. Kebudayaan nasional

Sebagai generasi penerus bangsa kita harus memantapkan wawasan negara dan lebih mengenal identitas kita.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm :2213053062
Kelas :2G

1. Identitas jurnal
Judul jurnal :Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
Nama jurnal :Jurnal Bakti Saraswati
Halaman :9-16
Tahun Terbit :2016
Penulis :Ida Bagus Brata

2. Pendahuluan
Nasikun (2001:4) dengan menyitir pandangan beberapa ahli ilmu kemasyarakatan bangsa asing yang menganggap semboyan “ Bhineka Tunggal Ika” sesungguhnya masih lebih merupakan suatu cita-cita yang masih harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia daripada sebagai kenyataan yang benar-benar hidup di dalam masyarakat. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka dari itu motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai dalam memahami isi (nilai) kebudayaan ini.

3. Pembahasan
II. Kerangka Konseptual Dan
Teoretik
Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Menurut dari pandangan Poespowardojo (dalam Astra, 2004:114) secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal ada 5 antara lain:
1) Mampu bertahan terhadap budaya luar
2) Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3) Mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli
4) Mampu mengendalikan
5) Mampu memberikan arah pada perkembangan budaya

III. Kearifan Lokal Sebagai
Perekat Identitas Bangsa
Menurut pandangan Franz Magnis Suseno(2005:216) menegaskan bahwa
Indonesia hanya dapat bersatu jika pluralitas yang menjadi kenyataan sosialnya dihormati. Ke-Indonesia-an dibangun bukan untuk menghilangkan identitas khas semua komponen bangsa, melainkan agar semuanya dapat menjadi warga Negara Indonesia tanpa merasa terasing. Contoh beberapa kearifan lokal dari bali seperti tri hita karana, tat twam asi, dan desa kala patra. Bahkan tidak hanya dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh,namun kearifan lokal juga mampu menjawab berbagai tantangan ke depan.

4. Kesimpulan
Kesimpulan nya yaitu Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas :2G

Analisis video
" Hakekat dan pentingnya PKN di Perguruan Tinggi"
1. Pendidikan kewarganegaraan yaitu usaha sadar menyiapkan peserta didik cinta, sejati, berani, berkorban, membela bangsa dan negara.
Hal ini dilakukan untuk melatih peserta didik berfikir kritis, analitis, demokratis, berdasarkan Pancasila.

2. Landasan ideal dan landasan hukum Pendidikan Kewarganegaraan yaitu meliputi Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Batang Tubuh UUD 1945, UU nomor 20 tahun 1982, UU nomor 20 tahun 2003, SK Dirjen DIKTI nomor 43 tahun 2006.

3. Sumber Historis, Sosiologi & Politik PKn
Substansi ini sangat diperlukan untuk menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi negara- bangsa.

4. Dinamika, Esensi, dan Urgensi PKN
PKN perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara dan bangsa.