Posts made by Silvia Novi Fitriana 2213053062

Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis jurnal 2
Identitas Jurnal
Judul jurnal "Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg"
Penulis : Enung Hasanah
Tahun Terbit : 2019
Nomor : 2
Volume : 6
Kata Kunci: teori kohlberg, SD, moral

Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang individu tidak menjadi pusat pengamatannya. Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level, yang masing-masing level dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Moralitas Pra-konvensional mencangkup 2 tahap yaitu ketaatan dan hukuman dan individualisme dan pertukaran.
2. Moralitas Konvensional mencakup 2 tahap hubungan interpersonal dan menjaga ketertiban sosial.
3. Moralitas Pasca-konvensional mencangkup 2 tahan yakni kontrak sosial dan hak perorangan, dan prinsip universal.

Dari hasil penelitian tersebut secara umum anak usia 10-12 tahun termasuk praadolesen, tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3. Berdasarkan teori Kohlberg, pada umumnya anak-anak yang berusia sekitar 10–13 tahun berada pada tahap pra-konvensional, baru memasuki 1 tahapan. Pada usia ini anak melakukan sesuatu bukan karena ingin pintar atau karena hal yang lain, melainkan mereka menganggap bahwa mereka harus taat peraturan karena takut dihukum, jadi bentuk patuhnya semata-mata hanya ingin menghindari hukuman fisik atau kerusakan hak milik.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062
Kelas : 3G

Analisis jurnal 1
Identitas Jurnal
Judul Jurnal " Pendidikan Nilai Moral
Ditinjau Dari Perspektif Global"
Penulis : Sudiati
Tahun terbit : 2009

Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi. Pendidikan nilai moral dibeberapa negara seperti Indonesia, India, Malaysia, dan Cina memberikan pemahaman yang berbeda. Pendidikan penekanan pada nilai-nilai moral pada jenjang pendidikan sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai kepribadian individu dan pola hidup berbangsa dan bernegara.

Pendidikan nilai merupakan bagian dari pendidikan afeksi karena aspek sistem nilai merupakan salah satu bagian dari aspek afeksi. Selengkapnya, aspek afektif meliputi harga diri, minat, motivasi, sikap, sistem nilai, dan keyakinan (Darmiyati Zuchdi, 1997: 5). Yang ditekankan dalam pendidikan nilai adalah keseluruhan proses pendidikan nilai yang sangat kompleks dan menyeluruh yang melibatkan cakupan yang luas dan beragam variasi yang dialami. Oleh karena itu, pendidikan nilai tidak dapat disajikan hanya oleh seorang pendidik atau hanya dalam satu pelajaran, tetapi diperlukan format yang beragam dari berbagai pelajaran yang mengintegrasikan secara sendiri-sendiri atau dengan kombinasi.

Dalam proses pengimplementasian pendidikan nilai ke pada peserta didik memerlukan adanya kesadaran para pendidik agar senantiasa menjadi contoh bagi peserta didik agar tidak bersikap mendua. Adapun strategi yang dapat digunakan dalam penanaman pendidikan nilai moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan (approach), metode (method), dan teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062

Analisis video 2
Judul video "Degradasi moral pelajar jaman modern"

Pendidikan nilai-nilai moral di sekolah saat ini mengalami perubahan yang turun drastis dan sangat memprihatinkan. Salah satu faktor penyebab memburuknya kondisi pendidikan saat ini adalah kurangnya pendidikan moral di lingkungan keluarga, dan rusaknya etika generasi muda yang mudah terlena dengan tayangan TV atau hiburan di media sosial yang kurang mendidik. Oleh karena itu pentingnya menanamkan pendidikan moral terhadap peserta didik untuk membangun moral seorang anak menjadi lebih baik, bukan hanya memberikan ilmu secara materi saja. Melalui pembelajaran terpadu, nilai-nilai karakter juga dapat tertanam secara langsung, hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan character-based approach ke dalam setiap mata pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk pendidikan karakter, seperti pendidikan Pancasila dan Pendidikan agama.

Segala bentuk kekerasan tentu tidak dibenarkan baik dari pendidik sendiri ataupun peserta didik. Upaya untuk meminimalisir kasus serupa perlunya kerja sama antara pendidik dan peserta didik. Seorang pendidik diharapkan mampu memaksimalkan hasil pembekalan sebagaimana sesuai dengan peraturan UU terdiri dari 4 kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi pedagogik. Sedangkan dari seorang peserta didik sangat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan tidak memanfaatkan hak perlindungan anak dengan salah.
Nama : Silvia Novi Fitriana
Npm : 2213053062

Analisis video 1
Judul video "6 Tahap Perkembangan Moral Menurut Kohlberg"

Menurut Lawrence Kohlberg perkembangan moral dibagi menjadi 3 level, masing-masing level memiliki 2 tahap sehingga berjumlah 6 tahap. Berikut level dalam perkembangan moral:
1. Pra-Konvensional
• Menghindari Hukuman
Pada tahap ini seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu karena untuk menghindari hukuman. Contohnya ketika seseorang tidak menerobos lampu merah dijalan, karena ia tidak ingin dikejar dan ditilang oleh polisi.
• Keuntungan dan minat pribadi
Melakukan segala tindakan dengan memperhitungkan apa yang akan didapatkan olehnya (konsekuensinya).

2. Konvensional
• Menjaga sikap orang baik
Seseorang memikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya. Contohnya seperti ketika seseorang memilih diam untuk menghindari pertengkaran.
• Memelihara peraturan
Peraturan harus selalu di patuhi demi terciptanya kenyamanan bagi semua orang.

3. Pasca-Konvensional
• Orientasi kontrak sosial
Pada tahap ini dimana setiap orang memiliki latar belakang dan situasi yang berbeda. Hak masing-masing individu diliat bersamaan peraturan yang ada.
• Prinsip etika universal
Tahap ini menggambarkan suatu prinsip internal dari diri seseorang.